Prospective LCA Sistem Integrasi Elektrokoagulasi-Filtrasi Air Baku di SDN 008 Balikpapan Utara
DOI:
https://doi.org/10.70561/pve86c47Abstract
Kualitas air baku di SDN 008 Balikpapan Utara belum memenuhi standar air bersih karena tingginya kekeruhan dan keberadaan partikel koloid yang sulit disisihkan melalui filtrasi konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem elektrokoagulasi–filtrasi serta mengevaluasi dampak lingkungannya menggunakan pendekatan prospective life cycle assessment (pLCA). Penelitian dilakukan melalui pengujian elektrokoagulasi skala laboratorium yang dikembangkan menjadi rancangan skala lapangan berkapasitas 1.200 L. Analisis life cycle inventory (LCI) dilakukan berdasarkan konsumsi energi listrik, peluruhan anoda aluminium, pembentukan lumpur, dan emisi gas hidrogen, sedangkan penilaian dampak lingkungan menggunakan metode ReCiPe 2016 Midpoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrokoagulasi mampu menurunkan kekeruhan dari 19,31 NTU menjadi 0,09 NTU, meningkatkan pH dari 5,66 menjadi 8,68, dan meningkatkan dissolved oxygen dari 1,70 mg/L menjadi 6,33 mg/L. Kebutuhan energi listrik sistem sebesar 2,88 kWh/siklus dengan konsumsi anoda aluminium sebesar 30,2 g/siklus. Hasil LCIA menunjukkan kategori dampak terbesar berasal dari agricultural land occupation dan climate change. Environmental hotspot utama sistem berasal dari konsumsi energi listrik dan penggunaan anoda aluminium sehingga diperlukan optimasi operasional untuk meningkatkan keberlanjutan sistem pengolahan air.
