Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Potensi Kekeringan dan Strategi Mitigasi di Kabupaten Bone
DOI:
https://doi.org/10.70561/cxx81e71Abstract
Bencana kekeringan merupakan salah satu ancaman lingkungan yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, ketersediaan air, dan keberlanjutan sektor pertanian. Kabupaten Bone sebagai salah satu wilayah agraris di Sulawesi Selatan memiliki kerentanan terhadap kekeringan yang perlu dikaji secara spasial sebagai dasar dalam menentukan strategi mitigasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Bone serta merumuskan strategi mitigasi yang dapat diterapkan berdasarkan kondisi dan karakteristik wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial melalui metode Weighted Overlay menggunakan ArcGIS 10.8. Parameter yang digunakan meliputi jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan, curah hujan, kerapatan vegetasi, dan suhu permukaan. Selanjutnya, analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi mitigasi berdasarkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi upaya penanggulangan kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Bone didominasi oleh klasifikasi berpotensi kekeringan dengan persentase sebesar 81,85%, sedangkan wilayah tidak berpotensi sebesar 13,05% dan wilayah sangat berpotensi sebesar 5,13%. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi mitigasi yang direkomendasikan berada pada strategi WO (Weakness-Opportunities), yang diarahkan pada pengurangan kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang tersedia. Strategi tersebut meliputi pembentukan forum atau desa tangguh kekeringan, penyuluhan dan pelatihan mitigasi bencana, pengembangan sistem peringatan dini berbasis BMKG dan aplikasi sederhana, gotong royong dalam konservasi air dengan memanfaatkan kearifan lokal, serta integrasi upaya mitigasi kekeringan ke dalam RPJM Desa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan wilayah yang lebih adaptif terhadap ancaman kekeringan di Kabupaten Bone.
