STRATEGI PENINGKATAN KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE PADA MURID SDN 54 DAN SDN 206 DI KELURAHAN PALLAMEANG, KECAMATAN MATTIRO SOMPE, KABUPATEN PINRANG

Strategy to Increase Awareness and Concern on Mangrove Ecosystem to the Students of SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency

Authors

  • Sharifuddin Bin Andy Omar Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Dewi Yanuarita Satari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Moh. Tauhid Umar Aquatic Resources Management, Hasanuddin University, Makassar http://orcid.org/0000-0001-7472-8190
  • Basse Siang Parawangsa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Budiman Yunus Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Sri Wahyuni Rahim Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Suwarni Suwarni Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Wilma J.C. Moka Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Rita Yustianti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Penyuluh Perikanan Maros
  • Muhammad Yusuf Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Penyuluh Perikanan Maros
  • Nurlaela Abdullah B. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Penyuluh Perikanan Maros

DOI:

https://doi.org/10.20956/jdp.v8i1.22605

Keywords:

murid kelas V SD, mangrove, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang penting bagi masyarakat. Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, saat ini mengalami abrasi secara terus menerus pada daerah pesisir pantai. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah kehilangan mangrove yang merupakan salah satu pelindung alami pesisir pantai. Kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai tempat bermukim dan sumber kehidupan masyarakat membutuhkan proses yang harus dimulai sejak usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada murid Kelas V SDN 54 dan SDN 206 di Kelurahan Pallameang dengan menggunakan metode pengajaran aktif-demonstratif. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi penyampaian materi tentang ekosistem mangrove, jenis-jenis mangrove, biota yang berasosiasi dengan mangrove, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengenalan beberapa jenis mangrove. Selain itu, juga dilakukan pre-test dan post-test, lomba membaca, dan lomba menggambar jenis-jenis mangrove. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak usia dini di Kelurahan Pallameang membutuhkan bentuk pembelajaran muatan lokal mengenai pengenalan lingkungan ekosistem mangrove. Hal ini terlihat dari kurangnya pengetahuan siswa tentang peran ekosistem mangrove bagi lingkungan, namun minat dan antusias siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pengenalan ekosistem mangrove ini. Kata kunci: Murid kelas V SD, Mangrove, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.                                                                  ABSTRACT Mangrove ecosystem is an ecosystem with an ecology and economic benefit for coastal livelihood. The Pallameang Village of Mattiro Sompe District in Pinrang Regency, is currently experiencing continuous abrasion of its coastal area. This is because the area has lost mangroves as the natural protectors of the coast. The awareness to protect the mangrove ecosystem as resources where this coastal community depends on for their livelihood requires a process that must be started at a young age. Our community services were carried out for the 5th grade class students at SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village by active-demonstrative teaching method. The activities carried out through: 1) slides presentation on mangrove ecosystem, mangrove species, associated biota of mangrove, 2) introducing mangroves species found in the area, and 3) competitions on reading and drawing related to mangrove. In addition, we conduct pre-test and post-test. The results of the test indicate that children in Pallameang Village require a form of local content learning in regard to mangrove ecosystem in their area. These students have no knowledge on the role of mangrove ecosystems for the environment Nevertheless, the interest and enthusiasm of students were very high in participating in all activities of our community service in the introduction of mangrove ecosystem. Keywords: Fifth grade elementary school students, Mangroves, Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Moh. Tauhid Umar, Aquatic Resources Management, Hasanuddin University, Makassar

   

References

Adriman, M. Fauzi, N.E. Fajri, E. Purwanto, & E. Prianto. 2020. Penyuluhan konservasi hutan mangrove di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Journal of Rural and Urban Community Empowerment 2(1): 42-49.

Amal, A. & I.I. Baharuddin. 2016. Persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove berbasis masyarakat di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jurnal Scientific Phinisi 2(1): 1-7.

Andriyono, S., W. Tjahjaningsih, A.F. Ilhamdy, Parmawati, M.Z. Fikri, M.G. Amin, H. Pramono & K.T. Pursetyo. 2015. Mangrove eco-school program: induksi pendidikan lingkungan hidup kawasan pesisir dalam pendidikan usia dini. Disampaikan pada Semiloka Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Rangka Ekonomi Biru, Himpunan Ahli Pengelola Pesisir Indonesia (HAPPI) Jawa Timur’, banyuwangi, 21 November 2015.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pinrang. 2018. Kecamatan Mattiro Sompe dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pinrang. Pinrang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pinrang. 2020. Kecamatan Mattiro Sompe dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Pinrang. Pinrang.

Dewi, M.N. 2021. Penilaian Ekonomi dan Keberlanjutan Ekosistem Hutan Mangrove Pasca Rehabilitasi di Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu. Skripsi. Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Gunawan, H., R. Mawarni, Safruddin, Sutriono, Rumondang, & K. Laila. 2022. Sosialisasi, pembibitan dan penanaman 1000 pohon mangrove di Desa Silo Baru.Rambate: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2(1): 78-83.

Khaery, A. 2015. Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Desa Passare Apua Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Tesis. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Koneri, R. & P.V. Maabuat. 2020. Pemberdayaan siswa sekolah dasar untuk konservasi mangrove di pesisir pantai Kecamatan Bunaken. Gervasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(2): 250-262.

Putri, A.Z., Nevrita, N.E.K. Hindrasti, & D. Sarkity. 2021. Penanaman sikap cinta lingkungan melalui edukasi pelestarian ekosistem mangrove pada siswa. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 5(1): 103-109

Rusdi. 2014. Persepsi dan Adaptasi Masyarakat dalam Pengurangan Risiko Dampak Erosi Pantai di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Tesis. Program Studi Geografi Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai, Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Satari, D.Y., D.F. Inaku, S. Bin Andy Omar, Suharto, & H. Kudsiah. 2019. Pembelajaran anak Sekolah Dasar berbasis lingkungan sebagai strategi meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap ekosistem mangrove di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Jurnal Panrita Abdi 3(2): 184-190.

Setyawan, A.D. & K. Winarno. 2006. Pemanfaatan langsung ekosistem mangrove di Jawa Tengah dan penggunaan lahan di sekitarnya; kerusakan dan upaya restorasinya. Biodiversitas 7 (3): 282-291.

Sismawafi, M.A. 2021. Kondisi Ekosistem Mangrove di Kawasan PLTU 3 Lontar Berdasarkan Indikator Kualitas Lingkungan dan Kesehatan Mangrove. Skripsi. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tawali, A.B., N.K. Sukendar, A. Rahmayanti, J. Langkong, Irwan, & L. Angriani. 2022. Produksi dan komersialisasi surabi dengan campuran ikan gabus untuk meningkatkan nilai gizi produk jajanan masyarakat di Kabupaten Pinrang. Jurnal Dinamika Pengabdian 7(2): 203-211.

Tresnawati, N., Tarmidzi, & N. Siroj. 2021.Pelatihan skill dimention bagi siswa SD melalui program edukasi literasi konservasi mangrove berbasis etnosains di SDN 03 Ambulu, Kabupaten Cirebon. Abdimas Awang Long 4(1): 25-33.

Wikipedia. 2022. Mattiro Sompe, Pinrang. [akses 23 Februari 2022]

Downloads

Published

2022-10-17

How to Cite

Andy Omar, S. B. ., Satari, D. Y. ., Umar, M. T., Parawangsa, B. S. ., Yunus, B., Rahim, S. W. ., Suwarni, S., Moka, W. J., Yustianti, R. ., Yusuf, M. ., & Abdullah B., N. . (2022). STRATEGI PENINGKATAN KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE PADA MURID SDN 54 DAN SDN 206 DI KELURAHAN PALLAMEANG, KECAMATAN MATTIRO SOMPE, KABUPATEN PINRANG: Strategy to Increase Awareness and Concern on Mangrove Ecosystem to the Students of SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency. Jurnal Dinamika Pengabdian, 8(1), 29-41. https://doi.org/10.20956/jdp.v8i1.22605