PELATIHAN MERAMBAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN LIAR SEBAGAI SUMBER PANGAN ALTERNATIF DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN PINRANG
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v10i3.35838Keywords:
Foraging, Food security, Wild plantsAbstract
Meramban merupakan salah satu praktik tradisional masyarakat pedesaan dalam mengumpulkan tumbuhan liar untuk dijadikan sumber pangan. Berbagai jenis tanaman liar telah teridentifikasi berpotensi dijadikan sebagai makanan alternatif yang kaya nutrisi. Desa Salipolo yang terletak di Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sumber daya hayati yang dapat dimaksilkan kegunaannya dalam peningkatan ketahanan pangan, untuk mencegah terjadinya ”stunting” atau kekerdilan pada anak-anak, yang menjadi salah satu indikator gizi buruk. Berbagai jenis tanaman liar diketahui memiliki khasiat obat, yang dapat digunakan mengatasi berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, literasi pangan yang baik akan membantu masyarakat dalam memahami nilai gizi dan khasiat dari tanaman liar dan cara pengolahan yang tepat untuk mendapatkan manfaat maksimal. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah penyuluhan dan pengenalan tumbuhan yang dapat dimakan yang cukup bernutrisi, praktek meramban, serta pelatihan pengolahan beberapa jenis tanaman liar menjadi makanan siap konsumsi yang bergizi sebagai makanan alternatif. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan anggota masyarakat desa Salipolo tentang tumbuhan liar yang ada disekitar desa mereka untuk dapat diolah menjadi makanan alternatif bergizi, dan membuka peluang sebagai wirausaha pedesaan. Olahan makanan yang telah dihasilkan adalah puding daun kelor, keripik pepaya muda, keripik daun bayam, dendeng daun singkong, selei daun kersen, dan manuk burak. Dengan demikian penyuluhan dan pelatihan ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggota PKK dan kelompok remaja desa dalam memanfaatkan tumbuhan liar menjadi makanan alternatif bergizi, dan sebagai peluang wirausaha dalam meningkatkan ekonomi rumah tangganya. Diharapkan kedepannya anggota masyarakat ini dapat menjadi agen strategis dalam penyebaran informasi dan mengedukasi anggota masyarakat lainnya khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan liar sebagai makanan alternatif untuk menjaga ketahanan pangan.
Kata kunci: Meramban, tanaman liar, makanan alternatif, ketahanan pangan.
ABSTRACT
Meramban is a traditional practice among rural communities for the collection of wild plants for food. A variety of wild plants have been identified as having the potential to serve as alternative food sources that are rich in nutrients. Salipolo Village, situated within the Cempa subdistrict of the Pinrang regency, is one of several villages in the region that possesses a wealth of untapped biological resources with the potential to enhance food security and prevent the occurrence of "stunting" in children, a significant indicator of malnutrition. A variety of wild plants are understood to possess medicinal properties, which can be employed in the treatment of diverse health concerns. Consequently, the development of sound food literacy will assist individuals in comprehending the nutritional value and efficacy of wild plants, as well as the optimal methods for their processing to ensure maximal benefit. The methods used in the community service (PKM) are counseling and introduction to edible plants that are nutritious enough, browsing practices, and training in processing different types of wild plants into nutritious ready-to-eat foods as alternative foods. The results of this community service will increase the knowledge of Salipolo village community members about wild plants around their village that can be processed into nutritious alternative foods and open opportunities as rural entrepreneurs. The processed foods produced are moringa leaf pudding, young papaya chips, spinach leaf chips, cassava leaf jerky, selei kersen leaves, and manuk burak. As a result of this guidance and training, PKK members and village youth groups have increased their knowledge and skills in using wild plants as nutritious alternative foods and as entrepreneurial opportunities to improve their household economies. It is hoped that in the future, these community members can become strategic agents in disseminating information and educating other community members, especially in the use of wild plants as alternative foods to maintain food security.
Keywords: Browsing, wild plants, alternative food, food security.
References
Afiah, Syafriani, Dwi Viora. (2023). PKM Olahan Bayam Dalam Upaya Peningkatan Imunologi Pada Anak-Anak Di Desa Muara Danau. MEDIKAMEDIKA. VOL.2NO. 1HAL.19-24.
Al Yamini, Thobib Hasan dan Kartikasari, Dyah. Panduan Meramban. Generasi Biologi Indonesia. Gresik.
Haryanto, T, dkk. (2021). Pelatihan Meram-ban dan Budidaya Tanaman Pangan Alternatif untuk Menghadapi Dampak Virus Corona. Jurnal Studi Kasus Ekonomi. Vol 5 No. 2: 1-8
Hasyim, Falah S, Dewi KL. (2016). Effect of Boiled Cassava Leaves (Manihot esculenta Crantz) on Total Phenolic, Flavonoid and its Antioxidant Activity. Current Biochemistry.Volume 3 (3): 116 – 127, 2016
Hernawati, Diana, Rinaldi Rizal Putra, Nur Arifah Qurota A’yunin, Diki M. Chaidir. (2023). Introduksi Etnobotani Meramban di Desa Sukahurip Kabupaten Ciamis sebagai Upaya Pemanfaatan Pangan Lokal Berdaya. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol 5 No 3, April 2023. DOI: https: //doi.org/10.31960/caradde.v5i3.1795
Mewangi, Melati, (2022). Foraging Meramban Yang Tak Lekan Zaman. Artikel Kompas.https://interaktif.kompas.id/baca/foraging-meramban-yang-tak-lekang-zaman/. Diakses pada 28 November 2023
Nursan, Patang, Amiruddin Hambali. (2023). Pemanfaatan Kandungan Polifenol Ekstrak Daun Kersen Muntingia calabura L. Dalam Pengembangan Permen Jelly Fungsional Berbahan Buah Alpukat Persea Americana Mill. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertani-an. Volume 9 Nomor 2 Agustus 2023: 163-176
Possumah, R.J, Sirwinda Arianysari, Hamsisa Sanade, Riska Herman, Andi Rizkiyah Hasbi, Samsinar. (2023). Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Puding sebagai Hidangan Penutup (Dessert) yang Sehat dan Bergizi. Bantenese Jurnal Pengabdian Masya-rakat. Vol. 5 Nomor 1. DOI.10.30656/ ps2pm.v5i1.6408
Purba, E. C. (2020). Kelor Moringa oleifera Lam.: Panfaatan Dan Bioaktivitas. ProLife, 7(1), 1–12. https://doi.org/ 10.33541/jpvol6iss2pp1 02
Ramli, R. dan Hamzah, F. (2017). Pemanfaatan Buah Pepaya (Carica papaya L.) Dan Tomat (Lycopersicum esculentum MILL.,) Dalam Pembuatan Fruit Leather. Jom FAPERTA Vol. 4 No. 1, Hal. 1-9.
Sumbawati, N.K, Ulan Tara , Elly Karmeli, Rosyidah Rachman. (2023). Pemanfa-atan Batang Pisang Menjadi Bahan Olahan Keripik Sebagai Produk Usaha untuk Meningkatkan Perekonomian UMKM dan Mengurangi Limbah Ba-tang Pisang Di Desa Ledang Keca-matan Lenangguar. KARYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol.3. No.1. 2023: 328-335.
Sutarsyah, Cucu, Agustin Setia Ningsih, Hilal Aidar, Kezia Veronica Corne, Nafisa Hidayatur Rahma, Maisyaroh, Steven Haryanto, Tataning Utami. (2021). Pemanfaatan Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Sebagai Inovasi Olahan Kripik Daun Singkong Di Desa Gunung Sugih Baru. Journal of Indonesian Social Service. Volume 1 Nomor 1 https://dx.doi.org/10.23960 /JPSI/v1i1.26-31.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



