PENYULUHAN PENGGUNAAN BENIH BERMUTU DALAM BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA PADA KELOMPOK WANITA TANI SELASIH KOTA MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v10i4.44748Keywords:
Benih bermutu, Tanaman hortikultura, Penyuluhan, Kelompok wanita taniAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Selasih bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan anggota KWT mengenai karakteristik benih bermutu dan dampak penggunaan benih bermutu terhadap produktivitas tanaman hortikultura. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah partisipatif-edukatif dalam bentuk penyuluhan, dimana anggota mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan mitra menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri atas anggota KWT Selasih, penyuluh pertanian dari Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, masyarakat sekitar, dosen dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian materi oleh tim pengabdi kemudian dilanjutkan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan penyuluhan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang pentingnya menggunakan benih bermutu dalam budidaya tanaman hortikultura. Mitra juga telah memahami peran pemuliaan tanaman dalam menghasilkan benih dan bibit unggul tanaman hortikultura serta praktik budidaya yang baik menggunakan pupuk organik dan anorganik. Peningkatan pemahaman peserta ditunjukkan dari hasil pre-test dan post-test yakni dari seluruh pertanyaan terjadi peningkatan rata-rata sebesar 45,71% dari 22,86% menjadi 68,57%.
Kata kunci: Benih bermutu, tanaman hortikultura, penyuluhan, kelompok wanita tani.
ABSTRACT
The community service activities carried out at the Selasih Women Farmers Group (KWT) aim to provide understanding and increase the knowledge of KWT members regarding the characteristics of high-quality seeds and the impact of using high-quality seeds on the productivity of horticultural crops. The approach used in the community service activities is participatory-educational in the form of counseling, where partner members are actively involved in every stage of the activity. At the final stage, an evaluation of the increase in partner knowledge was conducted using pre-tests and post-tests. The extension activity was attended by 40 participants, consisting of KWT Selasih members, agricultural extension officers from Department of Fisheries and Agriculture (DP2) of Makassar City, local community member, lecturers, and students. The community service activities included material delivery by the community service team, followed by discussions and question-and-answer sessions. The extension activity successfully increased partners' knowledge and understanding of the importance of using high-quality seeds in horticultural crop production. The partners also understood the role of plant breeding in producing high-quality seeds and seedlings for horticultural crops, as well as good cultivation practices using organic and inorganic fertilizers. The improvement in understanding was demonstrated by the results of the pre-test and post-test, namely from all questions there was an average increase from 22.86% to 68.57% or 45.71%.
Keywords: High-quality seeds, horticulture crops, extension services, women farmers group.
References
Astuti, M., Rahman, A., & Yusuf, H. (2021). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Benih Bermutu oleh Petani Perempuan di Perkotaan Makassar. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 9(1), 25–34.
Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI. (2023). Petunjuk Teknis Pengembangan Benih Hortikultura Unggul untuk Skala Rumah Tangga. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Hidayati, S., Lestari, R. P., & Anggraini, F. (2022). Pemanfaatan Benih Bersertifikat untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura. Jurnal Inovasi Pertanian, 11(1), 67–75.
Kaimuddin, Yassi, A., Iswoyo, H., Dermawan, R., & Viligius. (2022). Pengaruh Perendaman Benih terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Pare Ambo pada Berbagai Jumlah Populasi dan Dosis Kompos. Jurnal Agrivigor, 13(2), 115–134.
Kementerian Pertanian RI. (2020). Pedoman Penggunaan Benih Bermutu dan Sertifikasi Benih Tanaman Hortikultura. Direktorat Jenderal Hortikultura.
Nugraha, R., Sukmawati, D., & Haris, A. (2023). Efektivitas Penggunaan Benih Bersertifikat pada Produksi Sayuran Dataran Rendah di Jawa Barat. Jurnal Hortikultura Tropika, 14(2), 89–97.
Nurjanah, N., & Wahyudi, E. (2020). Pengaruh Varietas Unggul terhadap Hasil Tanaman Sayuran Dataran Rendah. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika, 45(1), 30–38.
Prasetyo, A., Wibowo, D. S., & Yuliani, E. (2021). Peran Benih Bermutu dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Hortikultura. Jurnal Agribisnis Hortikultura, 5(2), 112–119.
Rini, N., Yulianti, F., & Mahendra, R. (2022). Peran Benih Bermutu dalam Penguatan Kemandirian Ekonomi Keluarga Tani Perempuan. Jurnal Pengembangan Komunitas, 11(2), 103–110.
Siregar, M., Purnamasari, D., & Santosa, R. I. (2023). Varietas Unggul Hortikultura: Solusi Produksi Tinggi dan Tahan Cekaman Lingkungan. Jurnal Teknologi Pertanian Terpadu, 8(2), 98–105.
Wulandari, L. & Iskandar, D. (2020). Integrasi Benih Unggul dan Teknologi Organik dalam Budidaya Sayuran Berbasis Lahan Pekarangan. Jurnal Pertanian Perkotaan, 6(3), 155–163.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



