PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI KAWASAN LAPANGAN JALAN KEBUMEN CIREBON UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA ARSITEKTUR KOTA CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v11i2.46381Keywords:
Lapangan Kebumen, Identifikasi, Cagar Budaya, Kolonial, PemetaanAbstract
Kota Cirebon memiliki kekayaan peninggalan arsitektur masa lalu. Kawasan bersejarah yang belum banyak dikembangkan lebih lanjut adalah Cirebon 0 Km yakni Lapangan Kebumen dan juga sebagai bekas area Benteng VOC. Kawasan ini terlihat kehilangan identitas sebagai kawasan kota lama era Kolonial dan tidak tertata dengan baik serta terkesan mati. Oleh karena itu sesuai dengan visi-misi arsitektur Unpar untuk mengembangkan potensi lokal di Jawa Barat diangkat ke tataran global, maka tujuan kegiatan pengabdian ini adalah upaya pendampingan identifikasi bangunan kuno peninggalan Belanda awal untuk mendukung penghidupan kawasan ini menjadi tempat wisata kota yang berbasis pada nilai-nilai lokal sehingga dapat mendukung kemajuan pariwisata Kota Cirebon ke depan. Oleh karena itu diperlukan upaya ke arah revitalisasi yakni penghidupan sebuah area kota maupun kawasan yang telah menurun fungsinya dari kehidupan sosial dan budaya maupun dalam aspek ekonomi. Metode awal yang dilakukan adalah dengan identifikasi bangunan melalui pemetaan dan pendokumentasian bangunan yang diduga cagar budaya. Hasil yang dikerjakan pada tahap ini adalah berupa identifikasi dan kajian bangunan tua untuk dapat nantinya diangkat sebagai cagar budaya untuk era kolonial awal di Cirebon. Hasil pengadian kepada masyarakat ini dapat digunakan sebagai landasan untuk penetapan menuju kawasan cagar budaya dan kegiatan tahun berikutnya berupa pengembangan konsep revitalisasi arsitektural kawasan tua kolonial awal Cirebon dalam mendukung pariwisata kota.
Kata kunci: Lapangan Kebumen, identifikasi, cagar budaya, kolonial, pemetaan.
ABSTRACT
The city of Cirebon has a wealth of architectural heritage from the past. An undeveloped historical area is Cirebon 0 Km, namely Kebumen Field, which was also the site of the former VOC Fort. This area seems to have lost its identity as an old colonial city and is poorly organized and appears lifeless. Therefore, in line with Unpar's architectural vision and mission to develop the local potential of West Java to a global level, the objective of this community service activity is to assist in the identification of ancient Dutch colonial buildings to support the revitalization of this area into a city tourist destination based on local values, thereby supporting the future development of tourism in the city of Cirebon. Therefore, efforts towards revitalization are needed, namely the revitalization of urban areas and regions that have declined in terms of social and cultural life as well as economic aspects. The initial method used is the identification of buildings through mapping and documentation of buildings suspected of being cultural heritage sites. The results of this stage are the identification and study of old buildings that can later be designated as cultural heritage sites for the early colonial era in Cirebon. The results of this community service can be used as a basis for establishing a cultural heritage area and next year's activities in the form of developing a concept for the architectural revitalization of Cirebon's early colonial old town to support city tourism.
Keywords: Kebumen Square, identification, cultural-heritage, colonial, mapping.
References
Astarini, Dwi (2019), Tugu 0 Km, Sejarah Jalan Kota Cirebon Terhubung Kota Lain, https://www.merahputih.com/post/read/tugu-0-km-sejarah-jalan-kota-cirebon-terhubung-kota-lain
DPRD DKI (2024) Batavia Lama (Oud Batavia), https://dprd-kijakartaprov.go.id/batavia-lama-oud-batavia/
Dewi, Mira, dkk ( 2024) laporan Pengabdian Kepada Masyarakat di Lapangan Kebumen Cirebon, LPPM Unika Parahyangan.
Disbudpar Kota Cirebon (2023), Cagar Budaya Kota Cirebon.
Evelin, Andanti (2024), Pengaruh Elemen Fisik terhadap Perilaku Pengunjung Lapangan Kebumen Cirebon, Skripsi Program Studi Arsitektur Unika Parahyangan.
Fikri, Bregas dkk (2024) Revitalisasi Arsitektur pada Kawasan Panjunan sebagai Kampung Wisata Warisan Budaya dalam Mendukung Pembangunan Pariwisata di Kota Cirebon, Subaktya: Unpar Community Service Journal, Vol. 1, No. 2, Desember 2024, DOI: https://doi.org/10.26593/sucsj.v1i2.7957.1-15.
Fitriyah, Mutiah Farhatul (2019) Langgam Art Deco Pada Fasad Gedung Cipta Niaga Cirebon, Jurnal Reka Karsa Vol 7 no 3, DOI: https://doi.org/10.26760/rekakarsa.v7i3.7935
Gumelar, Yudy (2020) Perancangan Film Dokumenter Wisata Budaya Kota tua jakarta, Skripsi DKV, Universitas ARS.
Haryadi, Dedi, Yuda Sanjaya (2024) Sejarah Gedung Bundar di Lapangan Kebumen Cirebon yang Bakal Direvitalisasi Pemerintah, Dulu Menara Pengawas, https://radarcirebon.disway.id/read/175360/sejarah-gedung-bundar-di-lapangan-kebumen-cirebon-yang-bakal-direvitalisasi-pemerintah-dulu-menara-pengawas/15
Hendro, Eko Punto (2014) Perkembangan Morfologi Kota Cirebon dari masa Kerajaan hingga akhir masa Kolonial, Paramita Historical Studies Journal 24, DOI: 10.15294/paramita.v24i1.2861
Hilma Sari, Laila, Zahriah,Zulfikar Taqiuddin, Salya Rusdi (2023) Konservasi Hijau Bangunan Bersejarah Sebuah Upaya Pengurangan Emisi Karbon (Studi Kasus : Gunongan & Kandang), Percetakan Bandar di Lamgugob Banda Aceh.
Irfany A, N. ., & Purnama, I. . (2020). Identifikasi Tata Ruang dan Bentuk Bangunan Cipta Niaga. Jurnal Arsitektur , 12(2), 11-16. https://doi.org/10.59970/jas.v12i2.105.
Johari, Ahmad(2018) Kesultanan Cirebon di bawah Kekuasaan VOC tahun 1752-1809 M,. Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Noviyanti, Rani (2017), Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen dan Pembangun Kota Batavia (1619-1629) Jurnal SOSIO-E-KONS, Vol. 9, hal. 54-64
Permendikbudristek-no-36-tahun-2023
Pergub DKI Rencana Induk Kawasan Kota Tua nomor 36 tahun 2014.
Putra, R Dimas Widya (2016) Identifikasi Kelestarian Kawasan Kota Lama melalui Proteksi Bangunan Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya, Jurnal Pengembangan Kota, Volume 4 No. 2 (139–150), DOI: 10.14710/jpk.4.2.139-150
Ratna, Maharani Patria, Fitri Alfarisy, Lenggahing Asri, Aditya Nur Patria (2021), Pengembangan Desa Wisata Kandri melalui Program English and Japanese Basic Training.
Rozi, Bahru, Ahmad Misbah (2022), Sejarah Kesultanan Cirebon dan Problematikanya Tahun 1677-1752, Batutah: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Volume 1, Nomor 1.
Rusata, Tatang, Siti Hamidah (2023), Pembangunan Inklusif di Urban Heritage Kota Tua Jakarta melalui Pariwisata Kreatif, Jurnal Pengembangan Kota Volume 11 No.2 (225–236), DOI: 10.14710/jpk.11.2.225-236
Sri Pane Eni, Adjeng Hidayat Tsabit, (2011), Revitalisasi Kota Tua, Rajawali Press
Undang-Undang No 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya
UU Cagar Budaya tahun 2010
Wamad Sudirman (2021), Kritik Revitalisasi Alun-alun Kebumen Cirebon, DPRD: Desainnya Kurang Lokal, artikel detiknews, "Kritik Revitalisasi Alun-alun Kebumen Cirebon, DPRD: Desainnya Kurang Lokal" selengkapnya https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5495645/kritik-revitalisasi-alun-alun-kebumen-cirebon-dprd-desainnya-kurang-lokal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



