AKUAPONIK BUDIKDAMBER DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN UNTUK PKK DESA PEKUNCEN, KECAMATAN SEMPOR, KABUPATEN KEBUMEN
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v11i2.46864Keywords:
Akuaponik, Budikdamber, Ketahanan pangan, Pengabdian masyarakat, Asset Based Community DevelopmentAbstract
Ketahanan pangan keluarga menjadi isu penting yang memerlukan inovasi dalam pemanfaatan lahan terbatas. Inovasi sederhana yang mengintegrasikan antara pembudidayaan ikan dan penanaman sayuran dalam satu wadah (Budikdamber) merupakan sistem Akuaponik yang menghasilkan manfaat ganda berupa sumber protein hewani dan nabati. Budikdamber menjadi solusi potensial dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam menerapkan Budikdamber secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) meliputi tahapan discovery, dream, design, define, destiny. Metode pembinaan berupa demonstrasi langsung, praktik, dan diskusi partisipatif. Mitra kegiatan adalah ibu-ibu PKK Desa Pekuncen untuk pegembangan Budikdamber secara mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang bertujuan unuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta mengenai Budikdamber, dan mengetahui kemajuan keterampilan praktik dalam menyiapkan media, mengelola air, dan merawat ikan serta tanaman. Budikdamber terbukti hemat lahan, efisien dalam penggunaan air, dan ramah lingkungan dengan potensi panen berkala setiap 10-16 hari untuk kangkung dan 2 bulan untuk ikan lele. Hasil ini menunjukan bahwa pembinaan Budikdamber dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, dan pelestarian lingkungan keluarga.
Kata kunci: Akuaponik, Budikdamber, ketahanan pangan, pengabdian masyarakat, Asset Based Community Development.
ABSTRACT
Ensuring family food security is an important issue that requires innovative use of limited land. One simple innovation is the Budikdamber, an aquaponics system that integrates fish farming and vegetable cultivation in one container. It produces dual benefits in the form of animal and plant protein sources. Budikdamber has the potential to improve food security for rural communities. This community service research project was conducted in Pekuncen Village, Sempor District, Kebumen Regency, Central Java Province. The project aimed to improve the understanding and skills of PKK women so they could independently implement Budikdamber. The activities were implemented using the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which includes the stages of discovery, dreaming, designing, defining, and destiny. Coaching took the form of direct demonstrations, practice, and participatory discussions. The sample consisted of Pekuncen Village PKK women for the development of independent aquaponics. Pre- and post-tests were used to evaluate the increase in participants' understanding of aquaponics and their progress in developing practical skills in preparing media, managing water, and caring for fish and plants. Aquaponics proved to be a land- and water-efficient, environmentally friendly method with the potential for periodic harvests: every 10–16 days for kale and every two months for catfish. These results suggest that aquaponics training could effectively support family food security, optimize yard space usage, and preserve the family environment.
Keywords: Aquaponics, Budikdamber, food security, community service, Asset Based Community Development.
References
Adharani, Nadya, Kadarwan Soewardi, Sigid Agung Dhamar Syakti, and Hariyadi. 2016. “Manajemen Kualitas Air Dengan Teknologi Bioflok: Studi Kasus Pemeliharaan Ikan Lele (Clarias Sp.).” Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI) 1 (21): 35–40.
Al-Kautsari, Mirza Maulana. 2019. “Asset Based Community Development : Strategi Pengembangan Masyarakat.” Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 4(2): 259 2 (4): 259.
Arida, A., Sofyan, S., & Fadhiela, K. 2015. “Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan Dan Konsumsi Energi (Studi Kasus Pada Rumah Tangga Petani Peserta Program Desa Mandiri Pangan Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar).” Jurnal Agrisep 1 (16): 20–34.
Damanhuri, D., Jumiatun, J., & Pertami, R. R. D. 2020. “Bertani Di Pekarangan Sendiri (Berdikari) Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Selama Pandemi Covid-19 Di Dusun Rayap Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember.” In Pengabdian Masyarakat: Polije Proceedings Series, 57–60.
Elpawati, Dianna Rossyta Pratiwi, Nani, and Radiastuti. 2015. “Aplikasi Effective Microorganism 10 (EM10) Untuk Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus Var. Sangkuriang) Di Kolam Budidaya Lele Jombang.” Al Kauniyah Jurnal Biologi. 8(1). 1 (8).
H., Kordi M. & Ghufran. 2010. Budidaya Ikan Lele Di Kolam Terpal. Yogyakarta: Lily Publisher.
Haidiputri, T. A., & Elmas, M. S. H. 2021. “Pengenalan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) Untuk Ketahanan Pangan Di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.” Jurnal Abdi Panca Marga, 2 (1): 44–47.
Jamiati, K. N., Baskoro, G. I., & Khairunnisa, N. 2021. “Penerapan Budidaya Ikan Dalam Ember ‘Budikdamber’ Pada Lahan Sempit Dengan Akuaponik Di Yayasan Al-Ikhlas Cinere.” In Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, 1–4.
Muhamad Jaiz, Rismayanti Janah, Erika Faujiah, Siti Ayu Masitoh. 2022. “Menggunakan Ember Guna Mendukung Ketahanan Pangan” 9 (November).
Nawa, Satria Wicaksana, Sri Hastuti, and Endang Arini. 2015. “Performa Produksi Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Yang Dipelihara Dengan Sistem Biofilter Akuaponik Dan Konvensional.” Journal of Aquaculture Management and Technology. 4 (4): 109 116.
No Ti South, J., Bagnall, A. M., & Trigoni, A. 2024. “Asset-Based Community Development: Investigating the Use of a Strengths Based Apprach to Improve Health and Wellbeing.” Perspectives in Public Health 4 (2): 105–7.
Prayitno, G., Hasyim, AW, Subagiyo, A., Dinanti, D., & Roziqin, F. (2022). Ruang Berketahanan Pangan: Menjawab Tantangan Produksi Pangan Berkelanjutan dengan Optimasi Keruangan Menuju Indonesia Berdaulat . Pers Universitas Brawijaya.
Risdianto, A., & Jotham, F. M. 2024. “Analisis Implementasi Kebijakan ‘Food Estate’ Dalam Upaya Perlindungan Keberlanjutan Lahan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Di Provinsi Kalimantan Tengah.” Jurnal Kajian Agraria Dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) 3 (1): 50–59.
Ristiawan Agung Nugroho, Lilik Teguh, Diana Chilmawati Pambudi, and & Alfabetian Herjuno Condro Haditomo. 2012. “Aplikasi Teknologi Akuaponik Pada Budidaya Ikan Air Tawar Untuk Optimalisasi Kapasisras Produksi.” Jurnal Saintek Perikanan 8 (1): 46.
Rokhmah, Nofi A., Chery Soraya, and & Yudi Sastro. Ammatillah. 2014. “Mini Akuaponik Lahan Sempit Di Perkotaan.” Buletin Pertanian Perkotaan 2: 4.
Setijaningsih, Lies dan Chairulwan, and Umar. 2015. “Pengaruh Lama Retensi Air Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Pada Budidaya Sistem Akuaponik Dengan Tanaman Kangkung.” Jurnal Ilmu Ilmu Hayati 14: 35.
Sunarso, H. W., Ichsan, M. H., Asrian, M. F., Maulana, M. I., & Parawangsa, M. G. 2023. “Efektivitas Program Ketahanan Pangan Di Gampong Keuramat Kota Banda Aceh.” Journal of Political Sphere, 4 (1): 31–44.
Wijaya, Ongky, Boedi Setya Rahardja & Prayogo. 2014. “Pengaruh Padat Tebar Ikan Lele Terhadap Laju Pertumbuhan Dan Survival Rate Pada Sistem Akuaponik.” Jurnal Ilmiah Perikanan Kelautan 1: 6.
Yudawisastra, Helin G., et al. "Budikdamber akuaponik sebagai strategi ketahanan pangan dan stimulus kewirausahaan saat pandemi covid-19." BEMAS: Jurnal Bermasyarakat 3.2 (2023): 162-170.
Yuliana, A. I., Satiti, W. S., Syatirrodhiatin, P. A., Aji, R. S., & Chasib, N. 2024. “Pelatihan Budikdamber Bagi Kelompok PKK Desa Dukuhmojo Jombang Sebagai Upaya Meningkatkan Produktivitas Pekarangan Sempit.” Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat 5 (1): 24–29.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



