PELAJAR HIJAU: KADER LINGKUNGAN UNTUK MASA DEPAN BERKELANJUTAN DI LAMPUNG BARAT
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v11i3.47096Keywords:
Pelajar Hijau, Pemberdayaan Pelajar, Edukasi, Kesadaran LingkunganAbstract
Kabupaten Lampung Barat menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang serius, seperti deforestasi, pencemaran air, dan pengelolaan sampah yang belum optimal. Meskipun indeks kualitas lingkungan hidup Kabupaten Lampung Barat menunjukkan tren perbaikan, masih banyak tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam menjaga kelestarian lingkungan. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lingkungan masih cukup tinggi, yang membutuhkan keterlibatan aktif dari generasi muda untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Program Pelajar Hijau: Kader Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan bertujuan untuk memberdayakan pelajar di Kabupaten Lampung Barat sebagai agen perubahan lingkungan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan berbasis sekolah, kampanye kesadaran lingkungan, serta aksi nyata berupa penghijauan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah yang berada di wilayah rawan kerusakan lingkungan, dengan melibatkan guru, siswa, dan masyarakat sekitar dalam setiap tahap program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep dan praktik pengelolaan lingkungan, meskipun perubahan kesadaran ekologis masyarakat secara menyeluruh belum dapat dicapai dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan oleh perlunya keterlibatan aktor utama seperti pemerintah dan pihak terkait lainnya yang secara konsisten melakukan pembinaan berkelanjutan. PKM ini diharapkan menjadi pemicu awal yang mendorong kolaborasi multipihak untuk menciptakan perubahan perilaku dan budaya ramah lingkungan di masyarakat.
Kata kunci: Pelajar hijau, pemberdayaan pelajar, edukasi, kesadaran lingkungan.
ABSTRACT
West Lampung Regency faces various serious environmental problems, such as deforestation, water pollution, and suboptimal waste management. Although the environmental quality index of West Lampung Regency shows an improving trend, there are still many challenges that need to be overcome, especially in increasing public awareness and participation, particularly among students, in preserving the environment. Data from the Environmental Agency indicates that the level of environmental damage remains quite high, requiring the active involvement of the younger generation to create sustainable change. The Green Student Program: Environmental Cadres for a Sustainable Future aims to empower students in West Lampung Regency as agents of environmental change. The methods used in this program include school-based training, environmental awareness campaigns, and concrete actions such as reforestation and waste management in school environments. These activities are carried out in several schools located in areas prone to environmental damage, involving teachers, students, and the surrounding community in every stage of the program. The results of the activities show an increase in participants' knowledge of environmental management concepts and practices, although a comprehensive change in public ecological awareness cannot be achieved in a short period of time. This is due to the need for the involvement of key actors such as the government and other relevant parties who consistently provide ongoing guidance. This community service program is expected to be an initial trigger that encourages multi-stakeholder collaboration to create environmentally friendly behavioral and cultural changes in the community.
Keywords: Green students, student empowerment, education, environmental awareness.
References
Anwar, Y., & Lestari, D. (2021). Pelajar sebagai agen perubahan dalam pelestarian lingkungan hidup. Jakarta: Bumi Aksara.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Barat. (2022). Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lampung Barat 2022. BPS Kabupaten Lampung Barat.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat. (2023). Laporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat 2023. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Barat.
Furman, M. (2020). Environmental education and youth engagement: The role of students in community change. Journal of Environmental Education, 51(3), 213-226. https://doi.org/10.1080/00958964.2020.1789989
Goleman, D., Bennett, L., & Barlow, Z. (2012). Ecoliterate: How Educators Are Cultivating Emotional, Social, and Ecological Intelligence. San Francisco: Jossey-Bass.
Grant, T., & Littlejohn, G. (2009). Teaching Green: The Middle Years. Gabriola Island, BC: New Society Publishers.
Handayani, R., & Faridah, S. (2023). Peran kolaborasi pelajar dan komunitas dalam kegiatan lingkungan. Jurnal Pendidikan dan Lingkungan, 9(1), 50–62. https://doi.org/10.31294/jpl.v9i1.76543
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2021). Pelibatan generasi muda dalam pengelolaan lingkungan: Dampak dan peluang. KLHK. https://www.menlhk.go.id
Palmer, J. A. (1998). Environmental Education in the 21st Century: Theory, Practice, Progress and Promise. London: Routledge.
Rohman, A., Hafidz, H., & Firmansyah, R. (2022). Pengaruh pendidikan lingkungan terhadap sikap peduli lingkungan peserta didik. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.26740/jplpb.v5n1.p45-52
Taufik, M., & Kurniawati, E. (2022). Pendekatan berbasis komunitas dalam pendidikan lingkungan untuk siswa. Jurnal Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan, 6(3), 120–130. https://doi.org/10.20527/jplb.v6i3.23456
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



