PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK HAYATI PADA KELOMPOK TANI JAGUNG DI DESA BINJAI KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v11i3.48139Keywords:
Inceptisol, Pupuk Hayati, Jagung, Desa Binjai, Pupuk AnorganikAbstract
Jagung merupakan komoditi andalan untuk Desa Binjai yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau yang berjarak 166 km dari Kota Pontianak. Jagung dikembangkan pada tanah Inceptisol, karena rendahnya kesuburan tanah maka budidayanya masih secara konvensional dengan ketergantungan pada pupuk anorganik sangat tinggi. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah memberikan pelatihan pembuatan pupuk hayati dan pemanfaatannya secara kombinasi dengan pupuk kimia dan biochar kepada petani di Desa Binjai. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pembimbingan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk hayati dan biochar sebanyak 80%. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 80% dalam pengaplikasian pupuk hayati pada tanaman jagung 80%.
Kata kunci: Inceptisol, pupuk hayati, jagung, desa Binjai, pupuk anorganik.
ABSTRACT
Binjai Village is one of the villages in Tayan Hulu Subdistrict, Sanggau Regency. The distance from Pontianak to Binjai Village is 166 km. Most of the residents work as farmers. The crops cultivated are cassava, cayenne pepper, bananas, rubber, and palm oil. Corn is also cultivated. Corn is a staple commodity for Binjai Village. Corn is grown on Inceptisol soil. Due to the low fertility of the soil, cultivation is still conventional, with a high dependence on inorganic fertilizers. The objective of the PKM activity is to provide training on the production of biofertilizers and their use in combination with chemical fertilizers and biochar. The methods used were: counseling, guidance, assistance, and evaluation of activities. The results of the activities were: an 80% increase in farmers' knowledge and skills in making biofertilizers and biochar, and an 80% increase in farmers' knowledge and skills in applying biofertilizers to corn crops.
Keywords: Inceptisol, biofertilizer, corn, Binjai village, inorganic fertilizer.
References
Marlina, N., & Gusmiatun, G. (2020). Uji Efektivitas Ragam Pupuk Hayati untuk Meningkatkan Produktivitas Kedelai di Lahan Lebak. AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, vol. 4, no. 2, pp. 129–136.
Phares, C. A., Amoakwah, E., Danquah, A., Afrifa, A., Beyaw, L. R., & Frimpong, K. A. (2022). Biochar and NPK fertilizer co- applied with plant growth promoting bacteria (PGPB) enhanced maize grain yield and nutrient use efficiency of inorganic fertilizer. J Agric Food Res, vol. 10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



