PENYULUHAN PENGELOLAAN LANSKAP PEMUKIMAN BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KELURAHAN WINANGUN DUA KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

Authors

  • Fabiola B. Saroinsong Universitas Sam Ratulangi
  • Maria Y. M. A. Sumakud Universitas Sam Ratulangi
  • Josephus I. Kalangi Universitas Sam Ratulangi
  • Wawan Nurmawan Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.20956/jdp.v11i2.48401

Keywords:

Keanekaragaman hayati, Lanskap pemukiman, Pendidikan lingkungan, Pengelolaan lanskap, Penyuluhan

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat Kelurahan Winangun Dua Kecamatan Malalayang Kota Manado. Masalah mitra adalah ancaman menurunnya keanekaragaman hayati dalam lanskap pemukiman akibat terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) dan tingginya stres lingkungan diantaranya yang disebabkan polusi. Hal ini terkait juga dengan masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam lanskap pemukiman.  Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengelolaan lanskap pemukiman yang tepat untuk melestarikan sekaligus memanfaatkan keanekaragaman hayati. Solusi yang ingin dicapai adalah 1) meningkatkan pengetahuan beragam vegetasi dan desain lanskap pemukiman kawasan perkotaan untuk mendukung keanekaragaman hayati dan meningkatkan apresiasi dan motivasi untuk berkontribusi (luarannya adalah perbaikan tata nilai masyarakat yaitu pendidikan) dan 2) meningkatkan keterampilan pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati di lanskap pemukiman dengan memberikan demo beberapa tindakan praktis pemilihan vegetasi dan aplikasi desain lanskap pemukiman (luarannya adalah peningkatan penerapan IPTEK di masyarakat dalam hal ini manajemen). Lebih spesifik lagi, melalui penyuluhan Tim Pengusul memperkenalkan beragam vegetasi dan desain lanskap yang cocok untuk pemukiman perkotaan. Pelaksanaan penyuluhan dalam PKM ini terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan pelibatan peserta secara langsung. Secara lebih terperinci, tahapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu : a) Tahap peningkatan kesadaran (awareness); b) Tahap peningkatan minat (interest); c) Tahap peningkatan kemampuan menilai (evaluation); d) Tahap stimulasi untuk mencoba (trial). Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lanskap pemukiman yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.   

Kata kunci: Keanekaragaman hayati, lanskap pemukiman, pendidikan lingkungan, pengelolaan lanskap, penyuluhan.

 

ABSTRACT

The community partner for this Community Partnership Program (PKM) is the residents of Winangun Dua Village, Malalayang District, Manado City. The partner's issue revolves around the threat of declining biodiversity in residential landscapes due to limited green open spaces (RTH) and high environmental stress, including pollution. This is also related to the still low level of adequate knowledge and skills concerning the utilization of biodiversity in residential landscapes. The objective of this PKM activity is to provide education to the community on the proper management of residential landscapes to conserve and utilize biodiversity. The solutions aimed to be achieved are 1) increasing knowledge of various vegetations and urban residential landscape design to support biodiversity and enhance appreciation and motivation to contribute (the outcome being the improvement of societal values, namely education), and 2) enhancing skills in utilizing and conserving biodiversity in residential landscapes by providing demonstrations of practical actions in selecting vegetation and applying residential landscape design (the outcome being the increase in the application of science and technology in the community, specifically in management). More specifically, through educational outreach, the Proposing Team will introduce various vegetation and landscape designs suitable for urban residential areas. The implementation of educational outreach in this PKM involves lectures, question-and-answer sessions, and demonstrations that engage participants directly. The detailed stages of the educational outreach activities are a) Awareness-raising stage; b) Interest enhancement stage; c) Evaluation skill improvement stage; d) Trial stimulation stage.

Keywords: Biodiversity, residential landscape, environmental education, landscape management, outreach.

References

Astuty, E.J.T.A. 2009. Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Rabies Pada Siswa Sekolah Dasar Di Provinsi Sumatera Barat [skripsi]. FK Hewan IPB, Bogor

Huda, K., & Feriandi, Y. A. 2018. Pendidikan konservasi perspektif warisan budaya untuk membangun history for life. Aristo, 6(2), 329-343.

Kardan, O. ‎2015. Neighborhood Greenspace and Health in a Large Urban Center. International Journal of Environmental Health Research 15: 319–337.

McNeil, H. 2018. Gen Z learning tendencies: A call for next-gen learning platforms. Training.Retrievedfromhttps://trainingmag.com/gen-z-learning-tendencies-call-next-gen-learning-platforms/

Nicholas, A. J. 2020. Preferred Learning Methods of Generation Z https://digitalcommons.salve.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1075&context=fac_staff_pub

Peña, L.; Fernández de Manuel, B.; Méndez-Fernández, L.; Viota, M.; Ametzaga-Arregi, I.; Onaindia, M. 2020. Co-Creation of knowledge for Ecosystem Services Approach to Spatial Planning in the Basque Country. Sustainability 12(13), 5287.

Rahmawati, A. I. E., Hardiyanto, D., Azhari, F., & Suminar, A. (2019). Sosialisasi, penyuluhan, penanaman, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 3(3), 389-394.

Reyers, B.,O’Farrell, P.J., Cowling,R.M., Egoh, B.N., Maitre, D.C.L. and Vlok, J.H.J. 2009 Ecosystem services, land-cover change, and stakeholders: finding a sustainable foothold for a semiarid biodiversity hotspot. Ecology and Society, 14, 38 [http://www.ecologyandsociety.org/vol14/iss1/art38].

Saroinsong, F. B. 2022. Desain Edible Landscape, Bentuk Pertanian Kota Yang Meningkatkan Estetika Dan Ketahanan Pangan. AGRI-SOSIOEKONOMI, 18(3), 759-764.

Saroinsong, F. B., A. Hernandez-Salinas dan Y. Purwanto. 2021a. Practical Application of Sustainability Science in Landscape Planning Preliminary Stage of Bunaken-Tangkoko-Minahasa Biosphere Reserve. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 940 012013.

Saroinsong, F. B., Ismail, Y., Gravitiani, E., & Sumantra, K. 2021b. Utilization of Home Gardens as a Community Empowerment-Based Edible Landscape to Combat Stunting. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 940, No. 1, p. 012093). IOP Publishing.

Saroinsong, F. B. dan Kalangi, J. I. 2018. Diseminasi Pengelolaan RTH Pemukiman untuk Meningkatkan Biodiversitas Flora. Edupreneur Vol 1(3):54-61.

Saroinsong, F. B., Kalangi, J. I., Babo, P. 2017. Redesain Ruang Terbuka Hijau Kampus UNSRAT berdasarkan Evaluasi Kenyamanan Termal dengan Indeks DISC. Eugenia Vol. 23(2):62-75.

Saroinsong, F. B. dan Nurmawan, W. 2019. Pendidikan Konservasi untuk Siswa SD tentang Keanekaragaman Buah Lokal dan Manfaatnya. Edupreneur Vol 2(3):52-57.

Sasaoka, M and Laumonier, Y. 2012. Suitability of Local Resource Management Practices Based on Supernatural Enforcement Mechanisms in the Local Social-cultural Context. Ecology and Society 17(4): 6 http://www.ecologyandsociety.org/ vol17/iss4/art6/

Setyowati, D. L., Sunarko, Rudatin, Sedyawaati S. M. R. 2014. Pendidikan Lingkungan Hidup. Universitas Negeri Semarang

Soendarti, M. 2017. The Effect of Learning Discovery Model on The Learning Outcomes of Natural Science of Junior High School Students Indonesia. International Journal of Environmental and Science Education Vol. 12(10):2213-2216.

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Saroinsong, F. B., Sumakud, M. Y. M. A., Kalangi, J. I., & Nurmawan, W. (2026). PENYULUHAN PENGELOLAAN LANSKAP PEMUKIMAN BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KELURAHAN WINANGUN DUA KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO. Jurnal Dinamika Pengabdian, 11(2), 214–225. https://doi.org/10.20956/jdp.v11i2.48401