LITERASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BAGI PELAKU UMKM DI KABUPATEN MAROS
DOI:
https://doi.org/10.20956/jdp.v11i4.49820Keywords:
Literasi Keuangan, UMKM, Harga Pokok Produksi, Penetapan HargaAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Namun, pertumbuhan jumlah UMKM belum diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai, khususnya dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Banyak pelaku UMKM menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan tanpa mempertimbangkan seluruh komponen biaya produksi, sehingga berisiko mengalami kerugian tanpa disadari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi perhitungan HPP bagi pelaku UMKM di Kabupaten Maros sebagai dasar penetapan harga jual yang lebih akurat dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, latihan praktik, studi kasus berbasis data riil usaha peserta, serta pendampingan berkelanjutan. Kegiatan diikuti oleh 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor dan dilaksanakan di PLUT Kabupaten Maros pada 7 November 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi komponen biaya produksi, menghitung HPP per unit, memahami konsep Break Even Point (BEP), serta menetapkan harga jual berbasis HPP. Peserta juga lebih sadar akan pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan pemisahan keuangan pribadi dengan usaha. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas manajemen biaya UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha mereka..
Kata kunci: Literasi Keuangan, UMKM, Harga Pokok Produksi, Penetapan Harga.
ABSTRACT
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, including in Maros Regency, South Sulawesi. However, the rapid growth of MSMEs has not been accompanied by adequate financial literacy, particularly in calculating the Cost of Goods Manufactured (COGM). Many MSME actors determine selling prices based on estimates without considering all production cost components, which risks causing unrecognized losses. This community service program aimed to improve MSMEs’ literacy in calculating COGM as a basis for more accurate and sustainable pricing decisions. The methods used included interactive lectures, discussions, practical exercises, case studies based on participants’ real business data, and continuous mentoring. The program involved 30 MSME participants from various sectors and was conducted at the Integrated Business Service Center (PLUT) of Maros Regency on November 7, 2025. The results indicate an improvement in participants’ understanding of identifying production cost components, calculating COGM per unit, comprehending the Break-Even Point (BEP) concept, and setting selling prices based on COGM. Participants also became more aware of the importance of systematic financial recording and separating personal and business finances. Overall, this program contributed to strengthening MSMEs’ cost management capacity and supporting their business sustainability.
Keywords: Financial Literacy, MSMEs, Cost of Goods Manufactured, Pricing
References
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik usaha mikro, kecil, dan menengah 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Bisnis.com. (2024, Desember 15). Penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan tumbuh 1,98 persen. Retrieved from https://www.bisnis.com
Buletin Energi. (2024). Pertumbuhan UMKM di Sulawesi Selatan meningkat signifikan. Retrieved from https://www.buletinenergi.com
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan. (2024). Data UMKM Kabupaten Maros tahun 2024. Makassar: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan.
GoodStats. (2023). Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia 2023. Retrieved from https://www.goodstats.id
Kabarmakassar. (2024, Januari 10). Jumlah merchant QRIS di Sulsel capai 1,09 juta, 73 persen UMKM. Retrieved from https://www.kabarmakassar.com
Khuluqi, K., Sugeng, A., & Soeparyono, R.D. (2024). Edukasi Perhitungan Harga Pokok Produksi untuk Meningkatkan Penjualan pada Kube Wanita UMKM Pamulang Estate. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4(2), 310-320. https://ojs.pseb.or.id/index.php/pkm/article/download/896/701/1797
Pemerintah Kabupaten Maros. (2024). Rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Maros 2025–2030. Maros: Pemkab Maros.
Rachmawati, W., & Karim, A. (2022). Penentuan Harga Pokok Produksi pada UMKM di Kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Journal of Community Service and Engagement, 2(6), 13-19.
Trianawati, S. M., & Sarwono, A. E. (2025). Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada UMKM Surakarta. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK), 8(2), 30-40. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/ JAKK/article/download/22941/pdf
Wartakini. (2024, Februari 5). UMKM di Sulsel tumbuh jadi 1,8 juta unit. Retrieved from https://www.wartakini.com
Yustitia, E., & Adriansah, A. (2022). Pendampingan Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Harga Jual pada UMKM di Desa Sawahkulon. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1-9. https://doi.org/10.32764/abdimas_e kon.v3i1.2506
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Dinamika Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.
Authors are required to sign a "Copyright Agreement" to submit permission to the journal to publish their writings.



