DIFUSI TEKNOLOGI PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS KARAGENAN/PATI SEBAGAI KEMASAN PRIMER DODOL RUMPUT LAUT DI KABUPATEN TAKALAR

Authors

  • Adiansyah Syarifuddin
  • Andi Dirpan
  • Andi Nur Faidah Rahman

DOI:

https://doi.org/10.20956/jdp.v5i1.8116

Abstract

ABSTRAKKabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang kaya akan komoditi hasil perikanan dan pertanian, utamanya rumput laut yang dapat diolah menjadi karagenan dan umbi-umbian yang dapat diolah menjadi pati sebagai sumber bahan baku edible film. Edible film merupakan kemasan primer yang dapat dimakan dan ramah lingkungan yang telah banyak diaplikasikan pada produk pangan olahan. Salah satu produk olahan yang potensi untuk diaplikasikan edible film adalah dodol yang banyak diproduksi di Kabupaten Takalar. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian ini adalah memberdayakan mitra ibu-ibu kelompok usaha Matahari untuk memanfaatkan produk turunan dari rumput laut dan umbi-umbian seperti karagenan dan pati menjadi edible film dan mengaplikasikan pada dodol. Mitra ini telah memiliki pengalaman memproduksi dodol rumput laut namun belum memiliki pengetahuan tentang kemasan primer yang baik, aspek keamanan pangan dan, belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang produksi kemasan primer dan aplikasinya pada pangan olahan basah seperti dodol. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan. Metode penyuluhan dan pelatihan dilakukan untuk menjelaskan tentang manfaat edible film, cara membuat edible film, dan aspek keamanan pangan pada pembuatan dan aplikasi edible film. Sementara itu metode pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu kelompok  Matahari membuat edible film dan menerapkan kemasan primer pada dodol. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu kelompok usaha Matahari banyak memperoleh pemahaman dan keterampilan tentang edible film dan aplikasinya pada dodol. Selain itu peserta menyadari pentingnya keamanan pangan dalam proses produksi, pemilihan jenis bahan baku edible film dan cara penggunaan edible film pada dodol.Kata kunci: edible film, karagenan, pati, kemasan, keamanan pangan. ABSTRACTTakalar Regency, one of the districts in South Sulawesi Province, is rich in commodities of fisheries and agriculture. Carrageenan and starch, the derivative products of seaweed and tubers, are the raw materials of edible film. Edible films/coatings is a thin layer which is formed directly on the food surface or between different layers of components with many function such as a barrier of moisture, oxygen, and solute into the food and as a carrier ofaroma compounds. The objective of the community services is to empower the housewife of Matahari community to produce carageenan/starch based-edible film and its application to dodol, a processed food which is fabricated by Matahari community, a small entreprises in Takalar regency. Matahari community has experience producing dodol but they did not yet have good knowledge to produce edible film  and apply edible film to dodol  as well as lack of food safety aspects. The method used in the implementation knowledge and skills transfer to community were lecture and training. The lecture method was conducted to provide an explanation of the benefits of edible film, how to produce edible film and its application to dodol in-house scale, and how to keep the food safety. The community were very responsive to follow the training as well as the lecture. The community was very eager to follow the training activities and conducting practice edible film. After participating in these activities, the skill of the Matahari community to produce edible film in-house scale improved. In addition, awareness of food safety and proper packaging greatly enhanced. Keywords: edible film, carrageenan, starch, packaging, food safety.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim, 2015. Statistik Daerah Kabupaten Takalar 2015. Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar.

Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Buku Kedokteran EGC: Jakarta

Karbowiak, T, Hervet, H, Leger, L, Champion, D, Debeaufort, F, Voilley, A (2006) Effect of plasticizers (water and glycerol) on the diffusion of a small molecule in iota carrageenan biopolymer films for edible coating application. Biomacromolecules 7: 2011–2019.

Mindarwati M. 2006. Kajian pembuatan edible film komposit dari karagenan sebagai pengemas bumbu mie instant rebus. [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Rianto B. 2005. Pengembangan pelapis edible dari Issingglass dan aplikasinya untuk mempertahankan mutu udang masak [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Syarifuddin, A., Septeir, C., Salles, C., and Thomas-Danguin, T. 2016. Reducing salt and fat while maintaining taste: an approach on a model food system. Food Qualit and Preference.

Syarifuddin, A., Hasmiyani, Dirpan, A., Mahendradatta, M. 2017. Physical, Mechanical, and barrier properties of sodium alginate/gelatin emuslion based-films incorporated with canola oil. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 101 (2017) 012019.

Downloads

Published

2019-10-31

How to Cite

Syarifuddin, A., Dirpan, A., & Rahman, A. N. F. (2019). DIFUSI TEKNOLOGI PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS KARAGENAN/PATI SEBAGAI KEMASAN PRIMER DODOL RUMPUT LAUT DI KABUPATEN TAKALAR. Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP), 5(1), 1-11. https://doi.org/10.20956/jdp.v5i1.8116

Most read articles by the same author(s)