AKTIVISME DIGITAL DALAM KONFLIK GAZA: ANALISIS BUDAYA JAMMING PADA GERAKAN BOIKOT PRODUK PRO-ISRAEL

Authors

  • Rino Andreas Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.34050/jib.v14i1.49334

Abstract

Artikel ini menganalisis fenomena aktivisme digital melalui pendekatan culture jamming dalam gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel di tengah konflik Gaza . Studi ini mengadopsi metode deskriptif kualitatif, yang dibingkai melalui lensa teoretis culture jamming seperti yang dipopulerkan oleh Guy Debord. Temuan ini mengungkapkan bahwa para aktivis memproduksi dan memodifikasi gambar dengan merujuk pada identitas merek produk yang diduga berafiliasi dengan atau mendukung Israel dan sekutunya, seperti jaringan makanan cepat saji McDonald’s, perusahaan minuman Pepsi dan Coca-Cola, merek kopi Starbucks, produsen pakaian olahraga Puma, dan waralaba makanan Pizza Hut dan Burger King. Pesan media dibangun melalui wacana satir terhadap produk-produk ini dengan "menambahkan" teks dan elemen visual, menambahkan, memilih, dan memodifikasi tanda dan simbol dengan citra yang mengganggu, seperti darah, bagian tubuh bayi, roket, dan ledakan. Aktivisme digital memungkinkan para "pengganggu" untuk membangun solidaritas kolektif di sekitar tujuan bersama.

Additional Files

Published

2026-04-17