TINDAK TUTUR DALAM PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN EMMANUEL MACRON TAHUN 2025

Authors

  • Ismirani Mardalena University of Indonesia image/svg+xml
  • Mazaya Candra Aqila Huda

DOI:

https://doi.org/10.34050/9zjmkp92

Abstract

Pidato kenegaraan merupakan instrumen diplomasi yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga melakukan tindakan politik melalui bahasa. Penelitian ini menganalisis tindak tutur dalam enam pidato kenegaraan Presiden Emmanuel Macron tahun 2025 di kawasan Eropa, Asia Tenggara, dan negara frankofon, menggunakan teori tindak tutur Searle (1969) dan komponen makna Leech (1981). Hasil analisis menunjukkan bahwa tindak tutur asertif mendominasi seluruh pidato sebagai landasan faktual yang melegitimasi gagasan diplomatik, dengan konfigurasi tindak tutur pendukung yang berbeda di setiap kawasan. Tindak tutur komisif minimal di kawasan frankofon mencerminkan pengelolaan beban historis tanpa pelepasan kontrol wilayah sengketa. Sementara itu, deklaratif performatif dan komisif intensif di Eropa menandai upaya mengukuhkan kepemimpinan regional. Kemudian, dominasi komisif di Asia Tenggara memposisikan Prancis sebagai alternatif stabil di tengah polarisasi geopolitik. Temuan ini membuktikan bahwa pilihan ujaran dan makna berfungsi sebagai sarana pembentukan citra, legitimasi, dan posisi strategis Prancis dalam tatanan geopolitik global.

 

Additional Files

Published

2026-10-24