Modal Sosial dan Resiliensi Komunitas Adat Bugis-Makassar dalam Menghadapi Arus Modernisasi

Authors

  • Muhammad Tahir G Universitas Pejuang Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.34050/t64zzc88

Abstract

Modernisasi digital dan perubahan ekonomi menghadirkan tekanan baru terhadap keberlanjutan budaya lokal. Penelitian ini menganalisis bentuk modal sosial dan mekanisme resiliensi komunitas adat Bugis-Makassar dalam mempertahankan nilai budaya di tengah modernisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci, dan telaah dokumen, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial bertumpu pada kepercayaan terhadap kepemimpinan adat, norma Pangngadereng yang tercermin dalam Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, serta jaringan sosial melalui gotong royong dan Tudang Sipulung. Modal sosial tersebut mendukung resiliensi melalui adaptasi selektif terhadap teknologi dan penguatan transmisi nilai antargenerasi. Komunitas adat dengan demikian mempertahankan identitas melalui adaptasi, bukan penolakan terhadap modernitas.

Additional Files

Published

2026-10-05