Kelayakan Usaha Tani Bawang Merah Semi Organik Petani Milenial dan Non Milenial di Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul
Isi Artikel Utama
Abstrak
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peluang pasar dan nilai ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan (2) mengetahui perbedaan kelayakan usaha tani petani milenial dan petani non milenial di Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling di Kalurahan Selopamioro dengan sampel responden sebanyak 24 petani milenial dan 30 petani non milenial. Tujuan pertama dianalisis menggunakan pendekatan biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan kemudian dilakukan uji Independent Sample t Test untuk mengetahui perbedaannya secara statistik. Sementara itu, kelayakan usaha tani dianalisis menggunakan π/C Ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya usaha tani bawang merah semi organik petani milenial lebih tinggi dibandingkan petani non milenial. Sementara itu, penerimaan, pendapatan dan keuntungan, dan rasio π/C usaha tani petani milenial dan non milenial tidak berbeda dan sama-sama layak untuk diusahakan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This works is under Creative Commons Attribution LicenseReferensi
Badan Pusat Statistik Indonesia. 2022. Analisis Isu Terkini 2022. Badan Pusat Statistik, Jakarta.
Hakim, A.R., Rajiman., Rika, N. (2017). Analisis Nilai Ekonomi Usaha Tani Bawang Merah (Allium cepa L.) Off Season Dan In Season Pada Lahan Pasir Pantai (Studi Kasus di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul DIY). Jurnal SEPA, 14(1), 53-60. https://doi.org/10.20961/sepa.v14i1.21046
Haryanto, Y., Lukman, E., Detia, T.Y. (2021). Karakteristik Petani Milenial Pada Kawasan Sentra Padi Di Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 18(1), 25-35. https://doi.org/10.25015/18202236982
Ilyas. (2022). Optimalisasi Peran Petani Milenial dan Digitalisasi Pertanian Dalam Pengembangan Pertanian di Indonesia. Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 4(2), 259-266. https://doi.org/10.30872/jfor.v24i2.10364
Kementerian Pertanian. 2021. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2020-2024.
Kurniawan W., Mukson., Budiharjo, K. (2019). Analisis Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Universitas Diponegoro. Semarang.
Nugroho, A.D., Lestari, R.W., Jamhari. (2018). Upaya Memikat Generasi Muda Bekerja pada Sektor Pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 6(1), 76-95. https://doi.org/10.31289/jppuma.v6i1.1252
Marpaung, N. dan Immanuel, C.B. (2023). Pentingnya Regenerasi Petani dalam Moderniasai Pertanian. Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan, 2(2), 27-33. https://doi.org/10.32734/jkakp.v2i2.14195
Mamandol., M.R. (2016). Analisis Kelayakan Ekonomi Usaha Tani Padi Sawah di Kecamatan Pamona Puselmba. Jurnal Envira, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.31227/osf.io/3dxk9
Rosdiawan,Y., Dedi, H., Muhammad, N.Y. (2016). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Petani dengan Pendapatan Usaha Tani Padi (Suatu kasus di Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(3), 201-206. http://dx.doi.org/10.25157/jimag.v2i3.276