Pemberontakan Petani Banten 1888: Narasi Sejarah Sartono Kartodirdjo tentang Perempuan

Authors

  • Elza Ramona Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
  • Peppy Angraini Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.62924/jsi.v8i1.33047

Keywords:

historical narrative; Sartono Kartodirdjo's work; women

Abstract

This article aims to analyze women narrated by Sartono Kartodirdjo in his work on the figure of Queen Siti Aminah. This article is a historical research with a feminist approach. Data collection was carried out by tracing sources, whether in the form of books, journal articles, or online media searches related to Sartono Kartodirdjo, portraits of women in historical writing, and things related to the research theme. Through his monumental work, Pemberontakan Petani Banten 1888, Sartono presents Queen Siti Aminah in a special discussion. Queen Siti Aminah is described as a tough woman. With the capacity and privilege she has, she can rebuild trust in the Kesunyatan Banten family and defend her religion, Islam.

References

Abdurahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Adam, Y. F., Ramona, E., & Muhsin, I. (2023). Islam Melayu dan Islam Jawa: Studi Komparatif Akulturasi Islam dan Kebudayaan dalam Perspektif Sejarah. Muslim Heritage, 8(1), 133-152. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v8i1.5723.

Alfarez, S. (2022). Pengajaran dan Perjuangan: Peran Tokoh-tokoh Pribumi Lulusan Kweekschool sebagai Pembangkit Nasionalisme Indonesia Abad 19. Jurnal Siginjai, 2(1), 28-44. https://doi.org/10.22437/js.v2i1.17656.

Alkholid, A. M., & Taufiq, F. (2021). Peran Perempuan Tunisia dalam Politik Pasca-Arab Spring Melalui Telaah State Feminism. Jurnal ICMES, 5(2), 209-224.. https://doi.org/10.35748/jurnalicmes.v5i2.106.

Anjani, K. T. (2019). Maria Walanda Maramis Sang Pelita Pendidikan Perempuan di Minahasa (1917-1924). Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 5(2), 40-47. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v5i2.5952.

Anonim. (n.d.) Profil Sartono Kartodirdjo. Merdeka.com. September 4, 2023. https://www.merdeka.com/sartono-kartodirdjo/profil/.

Fakih, M. (2008). Analisis Gender Transformasi Sosial. Yogyakarta: Insist Press.

Fatimah, S. (2008). Perspektif Gender dalam Historiografi Indonesia: Pentingnya Penulisan Sejarah Androginous. In Titik Balik Historiografi Indonesia. Jakarta: Wedatama Widya Sastra dan Departemen Sejarah FIB UI.

Fauzan, R., Maryuni, Y., Rustamana, A., Apriyani, P., & Serang, K. (2022). Wacana Subaltern History Melalui Critical Pedagogy Dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Ilmiah WUNY, 4(2), 185-199. http://dx.doi.org/10.21831/jwuny.v4i2.54517.

Fauzi, W. I. (2022). Perempuan dalam Historiografi Sejarah Indonesia. Artikel Dosen. In Departemen Pendidikan Sejarah (blog), January 20, 2022. http://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/perempuan-dalam-historiografi-sejarah-indonesia/.

Grehenson, G. (2008). Mengenang Sartono Kartodirjo: Rakyat Bagian Dari Sejarah Sebab Sejarah Bukan Milik Penguasa-Universitas Gadjah Mada. In Liputan/Berita, March 14, 2008. https://ugm.ac.id/id/berita/204-mengenang-sartono-kartodirjo-rakyat-bagian-dari-sejarah-sebab-sejarah-bukan-milik-penguasa/.

Herlina, N. (2000). Historiografi Indonesia dan Permasalahannya. Bandung: Satya Historika.

Herlina, N. (2020). Metode Sejarah. 2nd ed. Bandung: Satya Historika.

Ikhlas, N. (2019). Reposisi Perempuan Islam dalam Bingkai Historiografi. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, 1(1), 101-117. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i1.27.

Ilyas, H. F., & Jefrianto, J. (2014). Lasadindi: Ulama Pejuang Islam dan Tokoh Gerakan dari Tanah Kaili. PUSAKA, 2(1), 19-29. https://blamakassar.e-journal.id/pusaka/article/view/277.

Tokoh Indonesia. (2007). Mahaguru Sejarah Indonesia. TokohIndonesia.com. September 3, 2023. https://tokoh.id/biografi/1-ensiklopedi/mahaguru-sejarah-indonesia/.

Insani, M. S., & Lutfiati, D. (2019). Penelusuran Perawatan Tubuh Yang Dilakukan Ken Dedes dari Kerajaan Singhasari. Jurnal Tata Rias, 8(1), 18-23. https://core.ac.uk/download/pdf/230746706.pdf.

Asmi, A. R., & Dhita, A. N. (2020). Pendidikan Xaverius Pada Masa Belanda di Indonesia. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 2(1), 63-71. https://doi.org/10.31540/sindang.v2i1.744.

Kartodirdjo, S. (1984). Pemberontakan petani Banten 1888. Jakarta: Pustaka.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kuntowijoyo, (2008). Penjelasan Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kusnandar, J. H. (2023). Stigma Maskulinitas di Tengah Budaya Patriarki Analisis Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim. Journal of Gender and Children Studies, 3(1), 26-51. https://journal.unesa.ac.id/index.php/JOFC/article/download/17759.

Latif, U. (2021). Membela Tanah Air Sebagai Syiar Dakwah (Suatu Gerakan Millenarisme Dalam Diri Cut Nyak Dien). Takkamul: Jurnal Studi Gender Dan Islam Serta Perlindungan Anak, 10(2), 28–44. http://dx.doi.org/10.22373/takamul.v10i2.12605.

Lubis, H. S. D., & Siburian, R. (2019). Pemikiran Liberty Manik Terhadap Semangat Nasionalisme. Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1), 100-115. https://doi.org/10.24114/ph.v4i1.13898.

Mahmood, S. (2005). Politics of Piety: The Islamic Revival and The Feminist Subject. Princeton. New Jersey: Princeton University Press.

Marpelina, L. (2021). Perjuangan Martha Christina Tiahahu: Refleksi Kritis Terhadap Budaya Agraria. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 7(1), 99–119. https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i1.236.

Marwah, S. (2020). Kuasa yang Meminggirkan Perempuan dalam Sejarah. In Kajian Gender dalam Ragam Disiplin Ilmu. Marwah, S. (Ed). Surabaya: UNSOED Press.

Mulyani, T. (2018). Kajian Sosiologis Mengenai Perubahan Paradigma dalam Budaya Patriarki untuk Mencapai Keadilan Gender. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 3(2), 49–58. https://doi.org/10.25170/paradigma.v3i02.1935.

Munawaroh, M., Suhendi, A., Putri, P., Safitri, B., Nadiyah, A., & Mulyadi, S. (2022). PKM Pengenalan Pentingnya Peran Digital dalam Mengenalkan Wisata Budaya dan Wisata Religi Kasunyatan Banten. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 21-31. https://doi.org/10.55883/jipam.v2i1.36.

Nastiti, D. S. (2017). Perkembangan Sekolah MULO di Kota Magelang Tahun 1917-1942. Ilmu Sejarah-S1, 2(1), 46–60. https://journal.student.uny.ac.id/index.php/ilmu-sejarah/article/view/8776.

Nasution, M. I. S., Lubis, H. S. D., & Tanjung, Y. (2022). Rahmah El Yunusiyah: Tokoh Pembaharuan Pendidikan di Kalangan Perempuan Minangkabau, 1923-1969. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 6(2), 277-284. https://doi.org/10.30743/mkd.v6i2.5810.

Nova, M. A. (2022). Peran Perempuan Dalam Pembangunan Desa: Studi femenisme dan Gender pada Perempuan Desa Blang Krueng Aceh Besar. Al-Ukhwah: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 1–13. https://ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/ukhwah/article/view/1126.

Nugroho. (2010). Sartono Kartodirdjo: Sejarah Sosial dan Kekerasan Politik Di Indonesia. Serial Great Thinkers. September 3, 2023. http://www.pasca.ugm.ac.id/v3.0/en/release.sub-82.

Nursam, M. (2008). Membuka Pintu bagi Masa Depan: Biografi Sartono Kartodirdjo. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Nuryanti, R., & Akob, B. (2019). Perempuan Dalam Historiografi Indonesia (Eksistensi dan Dominasi). Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Prayudi, G. M., & Salindri, D. (2015). Pendidikan Pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda di Surabaya Tahun 1901-1942 (Educatin on Dutch Government in Surabaya at 1901-1942). Publika Budaya, 3(1), 20–34. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/PB/article/view/1534.

Priyadi, S. (2015). Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Purwanto, B. (2001). Historisisme Baru dan Kesadaran Dekonstruktif: Kajian Kritis Terhadap Historiografi Indonesiasentris. Jurnal Humaniora, 13(1), 29–44. https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/709.

Raco, J. R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta: PT Grasindo.

Rahayu, R. I. (2007). Historiografi Feminisme Indonesia. Academia.edu, June 2007. https://www.academia.edu/3256748/Historiografi_Feminisme_Indonesia.

Rahayu, R. I. (2016). Menulis Sejarah Sebagaimana Perempuan: Pendekatan Filsafat Sejarah Perempuan. Jurnal Sejarah dan Budaya, 10(1), 100–111. https://doi.org/10.17977/sb.v10i1.5918.

Rohmana, J. A. (2016). Persahabatan Penjajah Dan Bangsa Jajahan Di Hindia Belanda: C. Snouck Hurgronje dan Haji Hasan Mustapa. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 12(2), 144–68. https://doi.org/10.18196/afkaruna.v12i2.2788.

Rusli, A. B. (2020). Syekh Mohammad Arsyad Thawil 1851-1934: Perjumpaan Ulama Banten dengan Jemaat Kristen Minahasa. Al-Qalam, 26(1), 129–40. https://doi.org/10.31969/alq.v26i1.779.

Said, H. A. (2016). Islam dan Budaya di Banten: Menelisik Tradisi Debus dan Maulid. KALAM, 10(1), 109–140. https://doi.org/10.24042/klm.v10i1.338.

Sakina, A. I., and A., D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Share: Social Work Journal, 7(1), 71–80. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820.

Saraswati, U. (2016). Kuasa Perempuan dalam Sejarah Indonesia Kuno. Jurnal Sejarah dan Budaya, 10(1), 112–20. http://dx.doi.org/10.17977/sb.v10i1.5923.

Sastrawati, N. (2018). Laki-Laki dan Perempuan Identitas Yang Berbeda: Gender dan Politik Perspektif Post-Feminisme. Makassar: Alauddin Press.

Siregar, P. (2017). Perjuangan Rakyat Banten Melawan Belanda: Studi Tentang K.H. Wasyid. Buletin Al-Turas: Mimbar Sejarah, Sastra, Budaya, dan Agama, 23(1), 55–70. https://core.ac.uk/download/pdf/324197840.pdf.

Stuers, C. V. (2008). Sejarah Perempuan Indonesia: Gerakan dan Pencapaian. Depok: Komunitas Bambu.

Subekti, A. (2021). Messianisme dalam Gerakan Sosial-Keagamaan di Indonesia.” Historiography: Journal of Indonesian History and Education, 1(2), 193–203. https://doi.org/10.17977/um081v1i22021p193-203.

Tauda, G. A. (2018). Desain Desentralisasi Asimetris Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia. Administrative Law and Governance Journal, 1(4), 413–35. https://doi.org/10.14710/alj.v1i4.413-435.

Wieringa, S. E. (2010). Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia Pasca Kejatuhan PKI. Yogyakarta: Galangpress.

Wulandari, A.. (2020). Menghadirkan Perempuan dalam Historiografi Pasca Merdeka: Membangun Karakter Bela Negara Melalui Narasi Sejarah. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 10(2), 133–49. https://doi.org/10.33172/jpbh.v10i2.864.

Yulia, D. (2016). Perspektif Gender dalam Historiografi Indonesia. Jurnal Dimensi, 5(2), 1–6. https://doi.org/10.33373/dms.v5i2.12.

Downloads

Published

2025-05-29

How to Cite

Ramona, E., & Angraini, P. (2025). Pemberontakan Petani Banten 1888: Narasi Sejarah Sartono Kartodirdjo tentang Perempuan. Jurnal Sejarah Indonesia, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.62924/jsi.v8i1.33047