Resistensi Yayasan Jurnal Perempuan terhadap Wacana Ibuisme Masa Orde Baru, 1995-1998

Authors

  • Rifkahana Zurmaningsih Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62924/jsi.v9i2.49250

Keywords:

discourse, New Order, resistance, state Ibuism, Yayasan Jurnal Perempuan

Abstract

This study examines the resistance of Yayasan Jurnal Perempuan (Women's Journal Foundation) to the discourse of state ibuism during the final years of the New Order regime (1995–1998). Under the New Order government, sociopolitical conditions and state policies shaped the representation of women through the ideology of state ibuism, which primarily confined women to the domestic sphere and restricted their participation in public life. Various government policies and programs, including the Family Welfare Movement (PKK), Dharma Wanita, the Family Planning Program, the Marriage Law, the ratification of the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), and the establishment of the Ministry for Women's Affairs, formally incorporated women into national development. In practice, however, these initiatives positioned women as objects rather than subjects of development, thereby legitimizing gender inequalities. This study employs the historical method with a descriptive-analytical approach. Julia Suryakusuma's theory of state ibuism is used to examine the state's ideological construction of women, while James C. Scott's concepts of hidden transcripts and infrapolitics provide an analytical framework for understanding the forms of resistance undertaken by Yayasan Jurnal Perempuan. The findings reveal that Yayasan Jurnal Perempuan engaged in cultural and intellectual resistance by disseminating alternative discourses that challenged dominant state narratives. The Suara Ibu Peduli (SIP) movement marked the culmination of this resistance, breaking the prevailing climate of silence amid the government's severe repression of civil society. This study concludes that the New Order regime exercised ideological dominance over the representation of women and highlights the role of Yayasan Jurnal Perempuan in challenging and resisting this dominance.

References

Achidsti, A. (2021). Gender Gus Dur: Tonggak Kebijakan Kesetaraan Gender Era Presiden Abdurrahman Wahid. Gading Publishing.

Akbar, M. R. (2021). Representasi Perempuan dalam Rezim Wacana Orde Baru. Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal, 3(2), 28–47. https://doi.org/10.35706/jprmedcom.v3i2.6258.

Amaliatulwalidain, & Kencana, N. (2018). Reposisi Kultural Organisasi PKK dari Masa Orde Baru ke Reformasi. Jagad Riset Indonesia.

Amini, M. (2021). Sejarah Organisasi Perempuan Indonesia (1928-1998). Universitas Gadjah Mada Press.

Anggraini, N. (2025). Analisis Wacana Kritis Feminis: Propaganda Gender dan Distorsi Sejarah Gerwani dalam Media Orde Baru. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA), 8(5), 566–582. https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/KAGANGA/article/view/16963.

Anshori, D. S., Kosasih, E., & Sarimaya, F. (Eds.). (1997). Membincangkan Feminisme: Refleksi Muslimah atas Peran Sosial Kaum Wanita. Pustaka Hidayah.

Aripurnami, S. (2025). Memahami, Menyuarakan, dan Mengatasi Permasalahan Perempuan dalam Ruang Terbatas pada Masa Orde Baru Sebelum Reformasi 1998. Jurnal Perempuan, 30(1), 41–51. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1134.

Arivia, G. (1999). Ruang Publik dan Ruang Privat: Tinjauan Filsafat Feminis. Jurnal Perempuan, 4(11), 15–28. https://doi.org/10.34309/jp.v4i11.121.

Arivia, G. (2007). Politik Representasi Suara Ibu Peduli. Jurnal Perempuan, 12(55), 1–6. https://doi.org/10.34309/jp.v12i55.101.

Arivia, G., & Subono, N. I. (2017). Seratus Tahun Gerakan Perempuan Indonesia: Refleksi dan Tantangan. Jurnal Perempuan, 22(2), 97–107. https://doi.org/10.34309/jp.v22i2.179.

Arivia, G., Supelli, K., & Nophiana, W. (2025). Refleksi Demonstrasi Suara Ibu Peduli: Perjuangan Aktivis Perempuan Menggulirkan Reformasi dan Melawan Orde Baru. Jurnal Perempuan, 30(1), 89–100. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1162

Asriani. (2022). Konstruksi Keperempuanan dan Hegemoni Negara Masa Orde Baru. Jurnal Sosial Politik.

BKKBN. (2025). Sejarah Program Keluarga Berencana. Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN DIY. [suspicious link removed]

Blackburn, S. (2004). Women and the State in Modern Indonesia. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511492167

BPHN Puslitbang. (2007). Laporan Pengkajian Hukum Tentang Optional Protocol CEDAW Terhadap Hukum Nasional Yang Berdampak Pada Pemberdayaan Perempuan. Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Budianta, M. (2006). The Blessed Mother in the People's Market: Urban Politics in Crisis Time. Asian Studies Review, 30(4), 335–346. https://doi.org/10.1080/10357820601040685

Dewi, V. K., & Kasuma, G. (2014). Perempuan Masa Orde baru (Studi Kebijakan PKK dan KB Tahun 1968-1983). Verleden: Jurnal Kesejarahan, 4(2), 157–172.

Djoeffan, S. H. (2001). Gerakan Feminisme di Indonesia: Tantangan dan Strategi Mendatang. Mimbar: Jurnal Sosiologi dan Pembangunan, 17(3), 284–300. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/49

Fakih, M. (1996). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.

Fathimah, S. (2021). Negara dan Perempuan: Representasi Politik Perempuan Masa Orde Baru. Rajawali Press.

Fatimah, S. (2007). Perempuan dan Kekerasan pada Masa Orde Baru. Demokrasi, VI(2), 99–100.

Fitalaya, A. (1997). Konstruksi Ideologi Gender Orde Baru dan Implikasinya Terhadap Pembagian Kerja Gender. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 4(1), 45–58.

Gunharsa, D. E., Cahyadi, J., Rizki, R. S., & Papia, H. A. N. P. (2022). Analisa Hubungan Kasus Marsinah Terhadap Pelanggaran Sila Pancasila Ke 2 dan 5. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains, dan Sosial Humaniora, 1(2), 1–25.

Hadiz, L. (2004). Perempuan dalam Wacana Politik Orde Baru: Pilihan Artikel Prisma. LP3ES.

Hendrastiti, T. K., & Irianto, S. (2025). Gerakan Perempuan Tanpa Label: Menemukan Feminis Subaltern di Indonesia Pra-Reformasi. Jurnal Perempuan, 30(1), 53–61. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1139

Hidayat, A. (2018). Perkembangan Partai Politik Pada Masa Orde Baru (1966-1998). Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 17(2), 155–164. https://doi.org/10.21009/jimd.v17i2.9090

Husna, A. R., & Adiyuka, A. A. (2025). Antagonisasi Gerwani dan Ibuisme Negara: Strategi Rezim Orde Baru Membentuk Ingatan Kolektif dan Hegemoni Gender. Jurnal Perempuan, 30(1), 13–24. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1117.

Hutagalung, D. (2004). Hegemoni, Kekuasaan, dan Ideologi. Diponegoro 74: Jurnal Pemikiran Sosial, Politik, dan Hak Asasi Manusia, 12.

Jati, W. R. (2014). Historisitas Politik Perempuan Indonesia. Paramita: Historical Studies Journal, 24(2), 200–210. https://doi.org/10.15294/paramita.v24i2.3123

Katjasungkana, N. (2025). Menjembatani Luka Perempuan ke Arah Pembebasan dan Perubahan Kebijakan. Jurnal Perempuan, 30(1), 25–40. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1152.

Katjasungkana, N., & Wieringa, S. E. (2003). Penerapan CEDAW dan Pembatasan Hak-Hak Perempuan di Indonesia. Jurnal Perempuan, 31, 15–32. https://doi.org/10.34309/jp.v0i31.144.

KemenPPPA. (2025). Sejarah KemenPPPA Republik Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kleden, I. (2001). Menulis Politik: Indonesia Sebagai Utopia. Kompas.

Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

Martyn, E. (2005). The Women's Movement in Post-Colonial Indonesia: Gender, Nationalism and State Policy, 1919-1949. Routledge.

Novitasari, M., & Soetjipto, A. W. (2025). Antagonisasi Gerwani dan Ibuisme Negara: Strategi Rezim Orde Baru Membentuk Ingatan Kolektif dan Hegemoni Gender. Jurnal Perempuan, 30(1), 13–24. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1117.

Novitasari, M., & Soetjipto, A. W. (2025). Peran Organisasi Perempuan dalam Perjuangan Kemerdekaan dan Perjuangan Pembentukan Negara Bangsa di Indonesia. Jurnal Perempuan, 30(1), 1–12. https://doi.org/10.34309/jp.v30i1.1144

Pradita, S. M. (2020). Sejarah Pergerakan Perempuan Indonesia Abad 19-20. Chronologia: Journal of History Education, 2(2), 12–24. https://doi.org/10.22236/jhe.v2i2.6060.

Printina, B. I. (2019). Merawat Memori Memupuk Kebangsaan: Komitmen Pada Cita-Cita Kaum Perempuan. Direktorat Sejarah Kemendikbud Republik Indonesia.

Putri, R. D. D. G. S., Boang Manalu, A. G., & Subono, N. I. (2022). Aktivis Feminis Akademik: Pengetahuan Perempuan untuk Resistensi, Harapan, dan Perubahan Sosial (Kontribusi Jurnal Perempuan dalam Membangun Diskursus Feminisme di Indonesia). Jurnal Perempuan, 27(2), 113–128. https://doi.org/10.34309/jp.v27i2.693.

Rachmadi, M. S. (2019). Kebijakan dan Implementasi Program Keluarga Berencana di Kota Semarang 1970-1999 [Skripsi, Universitas Diponegoro].

Rizqi, R. (2022). Efektifitas Penyederhanaan Partai Politik Era Orde Baru. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(3), 204–211. https://journal.mediapublikasi.id/index.php/bullet/article/view/371.

Robinson, R. (2012). Soeharto & Bangkitnya Kapitalisme Indonesia (Harsutejo, Penerj.). Komunitas Bambu.

Scott, J. C. (1989). Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsitensi di Asia Tenggara. LP3ES.

Scott, J. C. (1990). Domination and the Arts of Resistance: Hidden Transcripts. Yale University Press.

Setiyawan, R., & Wahyuni, H. I. (2023). Gender dan Ekologi dalam Pendidikan Indonesia Masa Orde Baru dan Pasca Reformasi: Perspektif Ekofeminisme. HUMANIS: Journal of Arts and Humanities, 27(1), 75–89. https://doi.org/10.24843/jh.2023.v27.i01.p08.

Subono, N. I. (1999). Catatan Perjalanan Suara Ibu Peduli. Yayasan Jurnal Perempuan.

Suryakusuma, J. I. (1996). The State and Sexuality in New Order Indonesia. Dalam L. Sears (Ed.), Fantasizing the Center: Positionings of Gender in Change: Gender and Sexuality in Indonesia (pp. 92–119). Duke University Press.

Suryakusuma, J. I. (2011). Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Keperempuanan di Indonesia. Komunitas Bambu.

Susilowati, E. Z., & Indarti, T. (2018). Resistensi Perempuan dalam Kumpulan Cerita Tandak Karya Royyan Julian (Teori Resistensi James C. Scott). BAPALA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 1–11.

Udasmoro, W. (2004). Konsep Nasionalisme dan Hak Reproduksi Perempuan: Analisis Gender Terhadap Program Keluarga Berencana di Indonesia. Humaniora, 16(2), 147–154. https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/814

Wardhana, A. P. S. (2017). Pahlawan yang Terlupakan: Kader Keluarga Berencana (KB) dalam Politik Seksualitas di Surakarta (1973-1998). Jurnal Perempuan, 22(2), 119–128.

Wieringa, S. E. (1988). Abortion and the Global Color Line. Bulletin of Concerned Asian Scholars.

Wieringa, S. E. (1993). Two Indonesian Women's Organizations: Gerwani and the PKK. Bulletin of Concerned Asian Scholars, 25(2), 17–30. https://doi.org/10.1080/14672715.1993.10416113

Wieringa, S. E. (2002). Sexual Politics in Indonesia. Palgrave Macmillan.

Wieringa, S. E. (2010). Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia Pasca Kejatuhan PKI (Harsutejo, Penerj.). Galangpress.

Winarnita, M. (2007). The 'Motherhood' Strategy of Indonesia's Suara Ibu Peduli. Dalam Building Feminist Movements and Organizations: Global Perspectives (pp. 209–218). Zed Books Ltd.

Wirahmat, H., & Alfiyani, N. (2022). Eksistensi Politik Perempuan Pasca Kemerdekaan Indonesia. SPECTRUM: Journal of Gender and Children, 2(2), 114–131.

Yayasan Jurnal Perempuan. (1995). Profil Yayasan Jurnal Perempuan. Yayasan Jurnal Perempuan.

Yayasan Jurnal Perempuan. (n.d.). Profil Yayasan Jurnal Perempuan. https://www.jurnalperempuan.org/profil.html. Diakses 25 Desember 2025.

Downloads

Published

2026-11-04

How to Cite

Resistensi Yayasan Jurnal Perempuan terhadap Wacana Ibuisme Masa Orde Baru, 1995-1998. (2026). Jurnal Sejarah Indonesia, 9(2), 146-163. https://doi.org/10.62924/jsi.v9i2.49250