PENDAMPINGAN PENGGUNAAN TUNGKU HEMAT BAHAN BAKAR DALAM PEMBUATAN GULA KELAPA DI PERAJIN KUB MANDIRI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS

Authors

  • Karseno Universitas Jenderal Soedirman
  • Mujino Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
  • Abdul Mukhlis Ritonga Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v8i3.27656

Keywords:

Coconut sugar, coconut sap, sugar farmer, fuel-efficient furnace

Abstract

Coconut sugar is produced by heating the sap in a furnace until the sap becomes solid coconut sugar or granulated coconut sugar. The furnace plays an important role in affecting the quality of the coconut sugar product. Most of the furnaces used by coconut sugar farmers are still very wasteful of fuel. Besides being wasteful of fuel, the time required to cook sap into coconut sugar is relatively long. Therefore, it is necessary to introduce more fuel-efficient furnaces. The fuel-efficient furnace innovation introduced is that the furnace dimensions are 122 x 82 x 25cm. The hole where the firewood enters is not in the front but is located at the top of the furnace so that it allows the firewood to down itself. It is equipped with a chimney where the smoke is discharged to the outside so the smoke is not in the production room. In addition, the material used is ash as a substitute for sand. The use of this ash makes the furnace last longer and more stable. To strengthen the structure of the furnace, the outside is covered with ceramic. Community service activities begin with socialization about energy-saving furnaces, making furnaces and demonstrations, using furnaces, and continuous assistance. The activity shows that using energy-efficient furnaces can reduce fuel use by almost fifty percent compared to previously used by farmers. In addition, this furnace also shortens the cooking time by one hour compared to the furnace that farmers have used so far. Introducing fuel-saving furnace technology through the science and technology implementation program has significantly impacted efficiency (energy and time). This implies supporting the improvement of the quality of coconut sugar production. The socialization activity increased farmers' understanding of fuel-efficient furnaces, as indicated by an average pre-test score of 55, which increased to 85 from the post-test results. The training results showed that 40 of 50 farmers (80%) had improved their skills by making and using fuel-efficient furnaces.  ---  Gula kelapa dihasilkan dengan cara memanaskan nira menggunakan tungku sampai nira menjadi gula kelapa cetak atau menjadi gula kelapa kristal. Tungku berperan penting dan berpengaruh terhadap mutu gula kelapa yang dihasilkan. Sebagian besar tungku yang digunakan perajin gula kelapa masih sangat boros bahan bakar. Selain boros bahan bakar, waktu yang dibutuhkan untuk memasak nira menjadi gula kelapa relatif lama. Oleh karena itu, diperlukan introduksi tungku yang lebih hemat bahan bakar. Inovasi tungku hemat bahan bakar yang diintroduksikan yaitu dimensi tungku 122 x 82 x 25 cm, lubang tempat masuknya kayu bakar tidak berada di depan, namun ada di bagian atas tungku sehingga memungkinkan kayu bakar turun dengan sendirinya,  dan dilengkapi cerobong tempat membuang asap ke arah luar ruangan, sehingga asap tidak berada dalam ruang produksi. Selain itu material yang digunakan adalah abu sebagai pengganti pasir. Penggunaan abu ini memberikan daya tahan tungku menjadi lebih lama. Untuk memperkokoh struktur tungku, pada bagian luar dilapisi dengan keramik. Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi tentang tungku hemat bahan bakar, pembuatan tungku dan demplot, penggunaan tungku dan pendampingan secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan tungku hemat bahan bakar ini dapat mengurangi penggunaan bahan bakar hampir 50% dari tungku yang sebelumnya digunakan petani. Selain itu tungku ini juga mempercepat waktu pemasakan satu jam dibanding tungku yang selama ini petani gunakan. Introduksi teknologi tungku hemat bahan bakar melalui program penerapan IPTEKS ini memberikan dampak positif yang signifikan pada efisiensi (energi dan waktu) sekaligus mendukung perbaikan mutu gula kelapa yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi meningkatkan pemahaman perajin gula kelapa tentang tungku hemat bahan bakar yang ditunjukkan dengan skor hasil pre test rata-rata 55 meningkat menjadi 85 dari hasil post test. Hasil pelatihan menunjukkan 40 dari 50 perajin gula kelapa (80%) meningkat keterampilannya yakni mampu membuat dan menggunakan tungku hemat bahan bakar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPS Kabupaten Banyumas. (2022). Kabupaten Banyumas dalam Angka 2022 (BPS Kabupaten Banyumas. 1st edition. BPS Kabupaten Banyumas. banyumaskab.bps.go.id

Banua, A.K., & Susanti, A.N. (2021). Evaluasi Skor Pre-Test dan Post-Test Peserta Pelatihan Teknis New SIGA di Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Widyaiswara. 1 (2) 77 - 85

Budianto, A., Nurhuda, M., & Nadhir, A. (2014). Uji Efisiensi Tungku Tanah Liat Berdaya Sedang. Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Brawijaya.

Karseno, Tarjoko, Mujiono, Darjito, E. (2011). Inovasi pengawet alami nira kelapa bentuk serbuk menggunakan daun sirih hijau dan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kimia gula kelapa cetak yang dihasilkan. Prosiding seminar nasional. Puslit Pangan dan Gizi, LPPM Unsoed. 80-90p.

Karseno., Setyawati, R., & Haryanti, P. (2013). Penggunaan Bubuk Kulit Buah Manggis sebagai Laru Alami Nira Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Gula Kelapa. Jurnal Pembangunan Pedesaan. Volume 13 Nomor 1. Hal: 27-28.

Kudsiah, H., Rahim, S.W., Rifa’i, M.A., & Arwan. (2018). Demplot Pengembangan Budidaya Kepiting Cangkang Lunak di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loi, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Jurnal Panrita Abdi, 2(2), 151-164.

Mirmanto, A., Mulyanto, & Hidayatullah, L. R. (2017). Hubungan Ketinggian dan Diameter Lubang Udara Tungku Pembakaran Biomassa dan Efisiensi Tungku. Jurnal Teknik Mesin. 6(4): 225-230.

Pangestu, A.D. (2023). Uji Performansi Tungku Modifikasi Berbahan Bakar Serbuk Kayu Pada Produksi Gula Semut Di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman.

Rifa’i, M.A., Candra, Muzdalifah, Agustina, Kudsiah, H., Mubarak, M.S., & Norliana. (2021). Transfer Teknologi Pembuatan Sosis Berbahan Baku Ikan Patin (Pangasius sp) bagi Kelompok Pembudidaya Ikan dan Keluarganya. Jurnal Panrita Abdi, 5(4), 589-599.

Syahma, F.K. (2023). Uji Performansi Tungku Serbuk Kayu Dengan Modifikasi Arah Lubang Input Bahan Bakar Pendukung Semi Vertikal Pada Produksi Gula Semut. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman.

Suhardiyono. (1994). Tanaman kelapa, budidaya dan pemanfaatannya. Kanisius, Yogyakarta.

Downloads

Published

2024-07-19

How to Cite

Karseno, Mujino, & Ritonga, A. M. . (2024). PENDAMPINGAN PENGGUNAAN TUNGKU HEMAT BAHAN BAKAR DALAM PEMBUATAN GULA KELAPA DI PERAJIN KUB MANDIRI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS . Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(3), 475-483. https://doi.org/10.20956/pa.v8i3.27656