Pendampingan Parenting Islami dalam Mengurai Tantangan Emosi dan Perilaku Anak Akibat Kecanduan Gawai di SPS Khulafaur Rasyidin Bekasi

Authors

  • Nina Yuminar Priyanti Universitas Panca Sakti Bekasi
  • Nuligar Hatiningsih Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Panca Sakti
  • Wening Rahayu Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Panca Sakti
  • Childa Kumala Azzahri Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Panca Sakti

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v10i3.49223

Keywords:

Islamic Parenting, Gawai Addiction, Children's Emotions, Moral Education

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed the ways children interact and behave. Excessive use of gawais without proper supervision can lead to various emotional and behavioral problems, such as tantrums, decreased empathy, and difficulties in emotional regulation. This phenomenon poses a serious challenge for parents and educators, particularly in shaping children’s character and morals. This community service program aims to enhance the ability of parents and teachers to apply Islamic parenting principles to address children’s gawai addiction through a moral education approach. The program involved 20 parents and four teachers and consisted of an Islamic parenting workshop followed by four weeks of mentoring and behavioral observation. Evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires for parents and observation reports completed by teachers.. Mentoring sessions on Islamic parenting and practical implementation of Islamic child-rearing emphasizing digital supervision, habituation of Islamic manners, and positive family communication. The results showed an increased understanding among parents and teachers regarding the negative impacts of gawai use, changes in parenting behavior (parents began limiting screen time and accompanying children during use), and improvements in children’s emotional regulation and behavior both at school and at home. This program demonstrates that the inculcation of Islamic values, as explained in Tarbiyatul Aulad fil Islam by Ulwan, can serve as an effective solution to nurture digitally literate, morally upright, and well-charactered children in the digital era.

Perkembangan teknologi digital telah mengalami perubahan signifikan dalam cara anak berinteraksi dan berperilaku. Penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai masalah emosional dan perilaku, seperti tantrum, penurunan empati, serta kesulitan regulasi emosi. Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi orang tua dan pendidik, khususnya dalam pembentukan karakter dan akhlak anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan orang tua dan guru dalam menerapkan Parenting Islam untuk mengatasi kecanduan gawai anak, melalui pendekatan pendidikan akhlak. Program ini melibatkan 20 orang tua dan empat guru serta terdiri dari lokakarya pengasuhan Islami yang dilanjutkan dengan empat minggu pendampingan dan observasi perilaku. Pendampingan Parenting Islam dan praktik pengasuhan Islami menekankan pengawasan digital, pembiasaan adab Islam, dan komunikasi positif dalam keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dari orang tua dan guru mengenai dampak negatif penggunaan gawai, perubahan perilaku pengasuhan (orang tua mulai membatasi durasi penggunaan gawai dan mendampingi anak), serta perbaikan pengaturan emosi dan perilaku anak di lingkungan sekolah dan rumah. Program ini membuktikan bahwa penanaman nilai-nilai Islam, sebagaimana dijelaskan dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Ulwan, dapat menjadi solusi efektif dalam membentuk anak yang cerdas digital, berakhlak mulia, dan berkarakter di tengah era teknologi

References

Afifah, S., & Hanifunni’am, F. F. (2021). Konsep pendidikan mental anak usia dini (studi pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi al-Islam). Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 27–44. https://riset-iaid.net/index.php/TA/article/view/727

Chrisnatalia, D., Rahayu, A., & Putri, M. K. (2024). Parenting Goes to Museum: Kegiatan Edukasi di Museum untuk Anak dan Orang Tua. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(4), 729–738. https://doi.org/10.20956/ pa.v8i4.14264

Erindia, F., Yusuf, A., Tristiana, R. R. D., & Soleha, U. (2024). Analysis of smartphone addiction with anxiety in school-aged children. Psychiatry Nursing Journal, 6(1), 45–53. https://e-journal.unair.ac.id/PNJ/article/view/48033

Kamilla, K. N., & Putri, A. A. P. (2025). Dampak kecanduan gawai pada kemampuan regulasi emosi anak usia 4–5 tahun. Aulad: Journal on Early Childhood, 8(2), 878–888. https://doi.org/10.31004/aulad.v8i2.1173

Mahera, R. (2020). Hubungan antara kecanduan gawai dengan empati pada siswa SMA IT Pekanbaru (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau). https://repository.uir.ac.id/id/eprint/12626

Marzuki, G. A., & Setyawan, A. (2022). Peran orang tua dalam pendidikan anak. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(4), 53–62. https://doi.org/10.55606/jpbb.v1i1.809

Nasution, M. (2024). The impact of smartphone addiction on children in Medan. INSIS Journal, 6(2), 101–109. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/insis/article/ view/18599

Nasution, M. H. (2020). Metode nasehat perspektif pendidikan Islam. Al-Muaddib: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman, 5(1), 53–64. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/al-muaddib/article/view/1600

Ramadhania, R. N., & Mashudi, E. A. (2023). Ketergantungan gawai terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun. Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education, 8(2), 117–124. https://doi.org/10.51529/ijiece.v8i2.503

Saleh, S. (2018). Metode Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Abdullah Nashih Ulwan dalam Kitab Tarbiyatul Awlad Fil Islam. Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2). http://dx.doi.org/10.30829/taz.v7i2.388

Shoimah, L., Sulthoni, S., & Soepriyanto, Y. (2018). Menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan di sekolah. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(2), 169–175. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php? article=1683849&val=11409&title=MENANAMKAN%20PENDIDIKAN%20KARAKTER%20MELALUI%20PEMBIASAAN%20DI%20SEKOLAH

Siregar, A. B. A. (2021). Pendekatan pendidikan anak: Keteladanan, nasehat, dan perhatian. AUD Cendekia: Journal of Islamic Early Childhood Education, 1(1), 1–8. https://e-jurnal.staisumatera-medan.ac.id/index.php/audcendekia/ article/view/108

Ulfah, E. N. (2021). Konsep pendidikan anak usia dini dalam kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam (Skripsi, IAIN Purwokerto). https://repository.uinsaizu.ac.id/view/ creators/Ende=3ANurul_Ulfah=3A=3A.html

UNICEF. (2023). Children online: Global report on digital access and screen time. New York: UNICEF Publications. https://www.unicef.org/innocenti/ reports/childhood-digital-world

Ulwan, A. N. (1992). Tarbiyatul aulad fil Islam. Terj. Khalilullah Ahmas Masjkur Hakim,“Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak.

Widiyanto, B. B., & Nurfaizah, N. (2023). Peran orang tua terhadap pendidikan karakter anak. Jurnal DinamikA, 4(1), 63–73. https://doi.org/10.18326/ dinamika.v4i1.63-73

Xie, Q., Wang, T., & Zhang, J. (2023). Parental mediation and children’s problematic media use: A survey in China. Computers in Human Behavior, 139, 107564.

Yusuf, M. A., Ekawati, E., & Khotimah, S. H. (2023). Pengaruh pengawasan orang tua terhadap pendidikan akhlak anak. INTERSTUDIA: Journal of Contemporary Education in Islamic Society, 1(1), 37–46. https://journal.alhikmahjkt.ac.id/cgi-sys/suspendedpage.cgi

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Pendampingan Parenting Islami dalam Mengurai Tantangan Emosi dan Perilaku Anak Akibat Kecanduan Gawai di SPS Khulafaur Rasyidin Bekasi. (2026). Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 10(3), 573-582. https://doi.org/10.20956/pa.v10i3.49223