PENGEMBANGAN SCREENHOUSE BERBASIS AGROWISATA SEBAGAI UPAYA MENCETAK TECHNOPRENEUR YANG UNGGUL

Authors

  • Mei Tri Sundari Universitas Sebelas Maret
  • Rysca Indreswari
  • Suminah
  • Raden Kunto Adi

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v5i2.7463

Keywords:

Screenhouse, agrotourism, technopreneur

Abstract

Abstract. The purpose of this program are to develop screenhouse in Faculty of Agriculture Universitas Sebelas Maret, both for internal education (on campus), external (off campus) and entrepreneurial business with the concept of agrotourism. The method used are forming and developing business unit. Step of activities include preparation, construction of screenhouse areas and other supporting facilities, making fishponds, planting fruit, vegetable, decoratives plants, and product marketing. The results of this program provide education to students and the community relating to organic farming, as well as producing fruit, vegetable, and fish. Promotion was carried out using online media and leaflets. Four students at the first year doing internship to become technopreneur in agriculture.               Abstrak. Tujuan dari Program Pengembangan Unit Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) ini adalah mengembangkan screenhouse di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret secara maksimal, baik  untuk  edukasi  internal  (dalam  kampus),  eksternal  (luar  kampus)  maupun  bisnis wirausaha dengan konsep agrowisata. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa tahapan pembentukan dan pengembangan unit usaha bisnis. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pembangunan area screenhouse dan sarana penunjang lainnya, pembuatan kolam, penanaman tanaman buah, sayur dan hias, serta pemasaran produk. Hasil dari program ini memberikan edukasi kepada mahasiswa maupun masyarakat berkaitan dengan pertanian organik, serta memproduksi tanaman buah, sayur, dan  ikan. Promosi dilakukan menggunakan media online dan leaflet. Tahun pertama sudah dapat memagangkan empat mahasiswa menjadi technopreneur di bidang pertanian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aked, J. (2000). Fruits and Vegetables in Stability and shelf-life of food., in Kilcast. K and Subramaniam, P (Eds.): The Stability and Shelflife of Food, CRC Press.

Arifin, R.W. (2015). Peran Facebook Sebagai Media Promosi Dalam Mengembangkan Industri Kreatif. Bina Insani Ict Journal 2(2): 117-126.

Baihaki, I. (2012). 54 Persen Brand Ternama Dunia Kini Gunakan Instagram Sebagai Sarana Marketing.Diakses dari http://www.beritateknologi.com.

Das, B.R. & Rainey, D.V. (2010). Agritourism in the Arkansas Delta Byways: Assessing the Economic ImpactsInt. J. Tourism Res., 12: 265-280.

Evita, R., Sirtha, I.N., & Sunartha, I.N. (2012). Dampak Perkembangan Pembangunan Sarana Akomodasi Wisata terhadap Pariwisata Berkelanjutan di Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 2(1):109-222.

Handrimurthahjo., & Agustinus, D. (2013). Model Pembelajaran Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Jurnal Universitas Paramadina Vol. 10 No. 2 Agustus 2013, h 729-755.

Harimurti, K. (2015). Pemanfaatan Limbah Air Ikan Nila (Oreochroais niloticus) sebagai Sumber Hara untuk Budidaya Kailan (Brassica olearecae var.Alboglaba) Organik secara Hidroponik. Skripsi. IPB.

Hartus, T. (2008). Berkebun Hidroponik Secara Murah. Edisi IX. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Husein, E. (2006). Konsep multifungsi untuk revitalisasi pertanian. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia. 28(5): 14.

Jati., B.M.E., & dan Priyambodo, T.K. (2015). Kewirausahaan: Technopreneurship untuk Mahasiswa Ilmu-ilmu Eksakta. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Lingga, P. (2011). Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Cetakan XXXII. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta.

Mareta, D.T. dan Shofia Nur A. 2011. Pengemasan Produk Sayuran Dengan Bahan Kemas Plastik Pada Penyimpanan Suhu Ruang Dan Suhu Dingin. Mediagro 7 (1): 26-40.

Nurisjah, S. (2001). Pengembangan kawasan wisata agro (Agrotourism). Buletin Tanaman dan Lanskap indonesia. 4(2): 2023.

Pantastico, E.R.B. (1993). Fisiologi Pasca Panen (Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran Tropika dan Subtropika). Gajah Mada University Press. Jakarta.

Sharpley, R. (2000). Tourism and Sustainable Development: Exploring the Theoretical Divide. Journal of Sustainable Development.

Sumarna, A. 1998. Irigasi Tetes pada Budidaya Cabai." 1998. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran Badan Litbang Pertanian.

Suparno, O., Hermawan, A., & Syuaib, M.F. (2008). Technopreneur. Recognition and Mentoring Program-Institut Pertanian Bogor (RAMP-IPB). http://ono.suparno.staff.ipb.ac.id/a rticles/technopreneurship-2/.

Tiraieyari, N & Hamzah, A. (2012). Agri-tourism: Potential opportunities for farmers and local communities in Malaysia. African Journal of Agricultural Research Vol. 6(31), pp. 4357-4361.

Udiana, I. M., Bunganaen, W., Padja, P., & Rizky, A. (2014). Perencanaan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) di Desa Besmarak Kabupaten Kupang. Jurnal Teknik Sipil III(1): 63-74.

Wang, L., S. Cheng, Q. Min & L. He. (2012). Driving force and development strategies of agro-tourism in China. Journal of Eco-Agriculture, 20(6): 681-687.

Wyporska, K. & J. Mosiej, (2010). Technical infrastructure for environmental protection at the level of farms as a factor of sustainable rural development. Journal Economic and Environmental Studies, 10(1): 71-84.

Downloads

Published

2021-03-23