EFEKTIVITAS KELOMPOK PETERNAK DAN KEBERHASILAN USAHA PETERNAK SAPI PERAH PASCA EPIDEMI PENYAKIT MULUT DAN KUKU (KASUS TPK CIPANAS WILAYAH KPBS PANGALENGAN)

Authors

  • Marina Sulistyati Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
  • Hermawan Hermawan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.20956/jitp.v13i1.32706

Abstract

TPK Cipanas merupakan salah satu TPK di KPBS yang memiliki peternak sebanyak 206 orang berasal dari enam kelompok dan terdampak PMK.  Efeknya berdampak juga terhadap aktivitas kelompok, karena adanya pembatasan kontak sesama peternak sehingga Efektivitas kelompok peternak terhambat karena kondisi tersebut.  Pasca PMK pengembangan usaha ternak sapi perah adalah hal penting untuk meningkatkan produktivitasnya, sehingga peran kelompok dalam mencari nilai tambah dan pemeliharaan ternak yang efektif menjadi penting.  Tujuan penelitian: 1) Mengkaji efektivitas kelompok peternak sapi perah di TPK Cipanas; 2) Mengkaji keberhasilan usaha peternak sapi perah di TPK Cipanas; 3) Menganalisis keterkaitan antara efektivitas kelompok dengan keberhasilan usaha di TPK Cipanas.  Metode penelitian yang digunakan adalah survei.  Penentuan responden menggunakan metode sensus dengan mengambil semua peternak berjumlah 206 peternak berasal dari 6 kelompok.  Analisis yang digunakan adalah mix method antara kuantitatif dan kualitatif.  Analisis yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara keefektifan kelompok dengan keberhasilan usaha digunakan Korelasi Rank-Spearman.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas kelompok TPK Cipanas pada kategori sedang (66,67 %), keberhasilan usaha peternak pada kategori sedang (65%).  Terdapat hubungan antara efektivitas kelompok dengan keberhasilan usaha dengan koefisien korelasi sebesar 0,65 artinya cukup signifikan menunjukkan hubungan yang searah dengan makna hubungan cukup berarti.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles