Main Article Content

Abstract

Adanya berbagai dinamika dalam keamanan regional mendorong negara negara di kawasan Asia Timur untuk memperkuat strategi pertahananuntuk mengamankan kepentingan nasional. Potensi konflik antar negara mendorong pengembangan teknologi dan kekuatan militer sebagai pilihan bagi negara negara di kawasan Asia Timur untuk memperkuat powernya didalam interaksi hubungan antar negara. Akibatnya fenomena self defence menjadi semakin nyata terlihat diantara negara negara di kawasan Asia Timur. Studi ini menggunakan metode pendekatan realis yang menitik beratkan pada power sebagai tujuan utama suatu negara. Hasil studi ini memperlihatkan adanya kaitan yang sangat erat antara pengembangan teknologi dan kekuatan militer dengan power yang dimiliki oleh negara negara dikawasan Asia Timur. Adanya kepentingan nasional juga merubah strategi pertahanan yang sebelumnya diterapkan oleh negara negara tersebut.

Keywords

pengembangan teknologi kekuatan militer strategi pertahanan asia timur

Article Details

References

  1. Anggaran Pertahanan China Naik 10%. (n.d.). Diakses pada 29 Agustus 2015, dari http://www.koran-sindo.com/read/972397/149/anggaran-pertahanan-china-naik-10-1425529402
  2. Berkat Sukses Ekonomi, Anggaran Militer Besar - JPNN.com. (n.d.). Diakses pada 21 Agustus 2015, dari http://www.jpnn.com/read/2011/08/21/101267/Berkat-Sukses-Ekonomi,-Anggaran-Militer-Besar-
  3. Buzan, B., Wæver, O., & Wilde, J. de. (1998). Security: A New Framework for Analysis. Lynne Rienner Publishers.
  4. Calder, K. E. (1997). Asia’s Deadly Triangle: How Arms, Energy, and Growth Threaten to Destabilize Asia-Pacific. Nicholas Brealey Pub.
  5. China Sorot Anggaran Pertahanan Jepang. (n.d.). Diakses pada 29 Agustus 2015, dari http://global.suarapemred.com/world/2015/01/15/43783/China-Sorot-Anggaran-Pertahanan-Jepang
  6. Cole, B. (2006). Taiwan’s Security: History and Prospects. Routledge.
  7. Defense Posture - Taiwan Government Entry Point. (n.d.). Diakses pada 1 September 2015, dari http://www.taiwan.gov.tw/ct.asp?xItem=103540&ctNode=1967&mp=1001
  8. Donnelly, J. (2000). Realism and International Relations. Cambridge University Press.
  9. Dunne, T., Kurki, M., & Smith, S. (2013). International Relations Theories. OUP Oxford.
  10. Edmonds, M., & Tsai, M. M. (2012). Taiwan’s Defense Reform. Routledge.
  11. Friedberg.IS.93-94.pdf. (n.d.). Diakses dari http://isites.harvard.edu/fs/docs/icb.topic199080.files/Readings_for_October_16_/Friedberg.IS.93-94.pdf
  12. Hamm, T.-Y. (2012). Arming the Two Koreas: State, Capital and Military Power. Routledge.
  13. II. Missions and Strategic Tasks of China’s Armed Forces. (n.d.). Diakses 30 Agustus 2015, dari http://eng.mod.gov.cn/Database/WhitePapers/2015-05/26/content_4586708.htm
  14. Japan approves record 4.98 trillion yen defence budget. (n.d.). Diakses 21 Agustus 2015, dari http://www.bbc.com/news/world-asia-30808685
  15. Jepang sosialisasikan perubahan kebijakan pertahanan PM Abe - ANTARA News. (n.d.). Diakses pada 2 September 2015, dari http://www.antaranews.com/berita/431873/jepang-sosialisasikan-perubahan-kebijakan-pertahanan-pm-abe
  16. Keamanan Nasional Pertahanan Negara - koesnanto anggoro.pdf. (n.d.). Diakses dari http://ditpolkom.bappenas.go.id/basedir/Politik%20Luar%20Negeri/1)%20Indonesia%20dan%20isu%20global/6)%20Food%20and%20Energy%20Security/Keamanan%20Nasional%20Pertahanan%20Negara%20-%20koesnanto%20anggoro.pdf
  17. Korea Selatan Ajukan Kenaikan Anggaran Pertahanan. (n.d.). Diakses pada 29 Agustus 2015, dari http://www.voaindonesia.com/content/korea-selatan-ajukan-kenaikan-anggaran-pertahanan-103960229/84251.html
  18. Korea Selatan Duduki Peringkat Ke-10 Negara Dengan Anggaran Militer Terbesar. (n.d.). Diakses pada 29 Agustus 2015, dari http://www.koreakini.com/read/2015/02/12/2423/Korea-Selatan-Duduki-Peringkat-Ke-10-Negara-Dengan-Anggaran-Militer-Terbesar-
  19. Krepinevich, A. F. (1994). Calvary to Computer: The Pattern of Military Revolutions. The National Interest, Volume 37
  20. Mallik, A. (n.d.). Technology and Security in the 21st Century, A Demand-side Perspective. SIPRI Research Report, No.20. Diakses dari www.sipri.org
  21. Militer - Anggaran Pertahanan Nasional Korsel Capai 214 triliun Won Hingga 5 tahun ke depan. (n.d.). Diakses 29 Agustus 2015, dari http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=12775&type=115#.VeI6OX02f3E
  22. N. Korea’s defense spending rises 16 pct over 5 yrs: Seoul ministry. (n.d.). Diakses pada 21 Agustus 2015, dari http://english.yonhapnews.co.kr/national/2015/04/14/5/0301000000AEN20150414008500315F.html
  23. Niou, E. M. S., & Ordeshook, P. C. (1986). A Theory of the Balance of Power in International Systems. Journal of Conflict Resolution, 30(4), 685–715.
  24. Nitikin, M. B. (2010). North Korea’s Nuclear Weapons: Technical Issues. DIANE Publishing.
  25. Purwanto, A. J. (2010). PENINGKATAN ANGGARAN MILITER CINA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEAMANAN DI ASIA TIMUR. SPEKTRUM, 7(1). Diakses dari http://www.publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/SPEKTRUM/article/view/495
  26. South Korea Formally Declares End to Sunshine Policy. (n.d.). Diakses pada 5 September 2015, dari http://www.voanews.com/content/south-korea-formally-declares-end-to-sunshine-policy--108904544/130750.html
  27. Stiglitz, J. E., & Yusuf, S. (2001). Rethinking the East Asian Miracle. World Bank Publications
  28. Szalai, A. (2009). Coping with the Security Dilemma: A Fundamental Ambiguity of State Behaviour. Skepsi, 2(2), 98–113.
  29. Taiwan berencana belanjakan 2,5 miliar dolar untuk sistem anti-rudal. (n.d.). Diakses pada 1 September 2015, dari http://www.antaranews.com/berita/451071/taiwan-berencana-belanjakan-25-miliar-dolar-untuk-sistem-anti-rudal
  30. Widjajanto, A. (2012). Revolusi Teknologi Militer Dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia. Jurnal pertahanan, volume 2, nomor 2.