Karakteristik dan Distribusi Spasial Habitat Positif Larva Nyamuk Anopheles spp. Berdasarkan Curah Hujan

Noper Tulak, Handoko Handoko, Rini Hidayati, Upik Kesumawati Hadi, Lukman Hakim

Abstract


Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Jayapura. Penyakit ini tersebar pada semua wilayah dengan jumlah kasus yang bervariasi. Peningkatan penularan penyakit malaria dipengaruhi oleh kondisi lokal, termasuk curah hujan, karakteristik habitat dan sebaran habitat larva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik habitat dan pengaruh curah hujan terhadap sebaran habitat positif larva nyamuk Anopheles spp. di Distrik Heram Kota Jayapura. Metode yang digunakan merupakan observasi lapangan dengan pendekatan analisis deskriptif dan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 jenis habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles  spp. di Distrik Heram, yaitu kobakan, kubangan, parit, kolam, kali dan bekas tapak ban. Habitat tersebut ditemukan di Kelurahan Waena dan Yabansai. Luas habitat larva berkisar antar 0.04-28 m2, kedalaman air 5-115 cm, suhu air 26.7-3.7 OC dan pH air 6.7-7.7. Sebaran habitat positif larva signifikan dipengaruhi oleh curah hujan yaitu kubangan (p=0.000; r=0.69), kobakan (p=0.000; r=0.87), parit (p=0,000; r=0.57), bekas tapak ban (p=0.047; r=0.34), kolam (p=0.000, r=0.57) dan kali (p=0.007; r=0.46) dengan koefisien determinan berkisar antara 0.11-0.77. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan mempengaruhi sebaran habitat positif larva nyamuk Anopheles spp. di distrik Heram.


Keywords


Distribusi spasial, curah hujan, Anopheles spp.

Full Text:

PDF

References


Arsin, Arsunan. Malaria di Indonesia: Tinjauan Aspek Epidemiologi. Makassar: Masagena Press; 2012.

WHO. World Malaria Report 2016. France : World Health Organization; 2017.

Kemekes RI. Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2017.

Dines Kesehatan. Profil Kesehatan Kota Jayapura 2014. Jayapura: Dinas kesehatan;2015.

Zhou, G., Minakawa, N., Githeko A.K., Yan, G. Association between Climate Variability and Malaria Epidemics in the East African Highlands. Proc Natl Acad Sci. 2004;101(8):2375-80.

Hidayati, R., Boer, R., Hadi, U.K., Buono, A., dan Hakim, L. Perubahan Risiko Penyakit Demam Berdarah dan Malaria akibat perubahan Iklim di Indonesia. Jakarta: Kementerian Riset dan Teknolog; 2009.

Hakim, L., Ipa, M. Sistem Kewaspadaan Dini KLB Malaria Berdasarkan Curah Hujan, Kepadatan Vektor dan Kesakitan Malaria di Kabupaten Sukabumi. Media Litbang Kesehatan. 2007;XVII(2):34–40.

Martens, W. J. M., Jetten, T. H., Rotmans, J., Niessen, L. W. Climate Change and Vector Borne Diseases a Global Modeling Perspective. Human and Policy Dimensions. Global Environmental Change.1995;5(3):195–209.

Mardiana, Permatasari, D. Insiden Malaria dan Pola Iklim di Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia Tahun 2005-2009. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2014;13(1):59–70.

Kumar, B., Singh, N. and Dhiman, R.C. Impact of Rainfall on Larval Density of Malaria vectors in District Baghpat, Uttar Pradesh. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 2017;8(4):664.

Wibowo. Risiko Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cikeusik. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2017;13(2):139–46.

Suwito, Hadi, U.K., Sigit, S.H dan Sukowati, S. Hubungan Iklim, Kepadatan Nyamuk Anopheles dan Kejadian Penyakit Malaria. Jurnal Entomologi Indonesia. 2010;7(1):42-53.

Mardiana dan Munif, A. Hubungan antara Kepadatan Vektor Anopheles aconitus dan Insiden Malaria di Daerah Endemik di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Jurnal Ekolologi Kesehatan. 2009;8(1):901–914.

Goswami, P., Murty, U. S., Mutheneni, S. R., Kukkuthady, A., & Krishnan, S. T. A Model of Malaria Epidemiology Involving Weather, Exposure and Transmission Applied to North East India. PLoS One. 2012;7(11).

Bayoh, M. N., & Lindsay, S. W. Temperature Related Duration of Aquatic Stages of the Afrotropical Malaria Vector Mosquito Anopheles Gambiae in the Laboratory. Medical and Veterinary Entomology. 2004;18(2):174-9.

Paaijmans, K. P., Imbahale, S. S., Thomas, M. B., & Takken, W. Relevant Microclimate for Determining the Development rate of Malaria Mosquitoes and Possible Implications of Climate Change. Malaria Journal. 2010;9(1):196.

Pangastuti, R.L., Kurniawan, B., Rosa, E. Characteristic Anopheles sp Larvae Breeding Places in the Village Way Muli Lampung Selatan. Jurnal Majority. 2015;4(1):57–68.

Sandy, S. Bionomi Vektor Malaria Kelompok Anopheles punctulatus (Anopheles farauti, Anopheles koliensis, Anopheles punctulatus) di Provinsi Papua. BALABA. 2014;10(1):47–52.

Kazwaini, M dan Martini, S. Tempat Perindukan Vektor Anopheles dan Pengaruh Jarak Tempat Perindukan Vektor terhadap Kejadian Malaria pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 2015;2(2):173–83.




DOI: http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v14i3.3307

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published By:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Office : Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Faculty of Public Health, Hasanuddin University,

Tamalanrea, Makassar, South Sulawesi, 90245  View on Google Maps

Email  :  jurnal.mkmi@gmail.com / jurnalmkmi@fkm.unhas.ac.id

Phone : +628114440454

 

INDEXING


width=width=width=width=width=width=width=width=width=width=width=

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats