PENGENDALIAN ABRASI PANTAI TUMPAAN, AMURANG, MINAHASA SELATAN, SULAWESI UTARA DENGAN MENGGUNAKAN PEGAR GEOBAG RANGKA BAMBU

Penulis

  • Alisha Maharani Shivananda Arif Departemen Teknik Kelautan, Universitas Hasanuddin
  • Nashrul Fath Hamdi Departemen Teknik Kelautan, Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.62012/sensistek.v5i2.24253

Kata Kunci:

Kata Kunci : Abrasi Pantai, Geobag, Pesisir

Abstrak

Abrasi pantai adalah kerusakan garis pantai akibat terlepasnya material pantai, seperti pasir atau lempung yang terus menerus dihantam oleh gelombang laut atau dikarenakan oleh terjadinya perubahan keseimbangan angkutan sedimen di perairan pantai. Wilayah pesisir pantai merupakan daerah peralihan laut dan daratan. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah pesisir mendapatkan tekanan dari berbagai aktivitas dan fenomena yang terjadi di darat maupun di laut. Di pantai Tumpaan, Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara, abrasi telah melanda cukup sering dalam jangka waktu yang lama. Kondisi tanah endapan yang berada di sektar lokasi juga menjadi salah satu faktor yang dapat merusak wilayah pesisir pantai. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Penelitian dibatasi terhadap penyebab abrasi serta penanggulangannya dengan menggunakan PEGAR geobag juga biaya yang dibutuhkan untuk pembangunannya. Geobag adalah karung pasir yang terbuat dari geotekstil non-woven polypropylene superior dengan kuat tarik tinggi yang dirancang agar tahan terhadap abrasi, sinar UV, dan juga coblos (puncture).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Efendi, Soni. “Restorasi Pantai Sriwulan Demak dengan Pagar Geobag Tiang Bambu”, Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI XXXIII. Semarang.

Herwono, Rullyanto. 2014. “Optimasi Biaya pada Pembangunan Struktur dan Nonstruktur untuk Penanggulangan Abrasi Pantai Tirtamaya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat”, Jurnal Sipil Vol.14 No.1, Universitas Trisakti. Jakarta.

Jansen, Tommy. 2021. “Kinerja Groin Terhadap Gelombang Dan Pasang Surutdi Pantai Kalasey Kecamatan Pinelengkabupaten Minahasa Sulawesi Utara”, Jurnal Sipil Statik Vol.9 No.4, Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Jasin, Muhammad. 2018. “ Analisis Karakteristik Gelombang di Teluk Amurang Kabupaten Minahasa Selatan”, Jurnal Sipil Statik Vol.6 No.8, Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Y. Yusman, “Pengaruh Arus Laut terhadap Sedimentasi di Pantai Barane Kabupaten Majene”, zonalaut, vol. 1, no. 1, hlm. 21-25, Mar 2020.

Komisi V DPR-RI. 2022. “Laporan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V Dpr Ri Dalam Rangka Peninjauan Infrastruktur Dan Transportasi Pasca Abrasi Di Pantai Amurang Kab. Minahasa Selatan, Prov. Sulawesi Utara”. Jakarta.

Nugraha, Muhammad. 2017. “Rehabilitasi Pantai Berlumpur dengan Pegar Geobag Rangka Bambu di Desa Sriwulan Kabupaten Demak”, Jurnal Teknik Hidraulik Vol.8 No.2, Balai Litbang Pantai. Bali.

Sartimbul, Aida. 2019. “Aplikasi Karung Geosintetik untuk Pengendalian Abrasi di Wilayah Konservasi Mangrove Banyuurip, Gresik”, Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Malang.

Sukandarrumidi. 2010. “Bencana Alam & Bencana Antropogene”, Kanisius h.242-245. Yogyakarta.

Widiarto, Widyo. 2010. “Tinjauan Perkembangan Teknologi Geosintetik”

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-11-26

Cara Mengutip

Arif, A. M. S., & Hamdi, N. F. (2022). PENGENDALIAN ABRASI PANTAI TUMPAAN, AMURANG, MINAHASA SELATAN, SULAWESI UTARA DENGAN MENGGUNAKAN PEGAR GEOBAG RANGKA BAMBU. Riset Sains Dan Teknologi Kelautan, 5(2), 138-142. https://doi.org/10.62012/sensistek.v5i2.24253

Terbitan

Bagian

Kebencanaan Pantai dan Lingkungan Laut