PENGARUH KONSENTRASI PENGENCERAN NANOKOLOID PERAK DIBIOSINTESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK TANAMAN KELADI SARAWAK Alocasia macrorrhizos L. PADA SEDIAAN GEL MELAWAN Staphylococcus aureus
Main Article Content
Abstract
Penelitian yang bertujuan menguji pengaruh konsentrasi pengenceran nanokoloid perak hasil biosintesis menggunakan ekstrak tanaman keladi Sarawak (Alocasia macrorrhizos (L,)) sebagai bahan aktif sediaan gel terhadap aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus telah dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menguji gel dengan konsentrasi nanokoloid perak sebesar 100% (tidak diencerkan) lalu dibandingkan dengan hasil uji pada gel dengan konsentrasi pengenceran penelitian sebesar 50% pada penelitian sebelumnya. Gel diformulasikan menggunakan basis Carbopol 940 lalu diuji organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, daya sebar, serta uji kesukaan. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa gel memenuhi seluruh parameter fisik kecuali viskositas. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus termasuk kategori kuat dengan zona hambat 11,52 ± 0,10 mm (F1), 11,83 ± 0,19 mm (F2), dan 12,44 ± 0,65 mm (F3). Peningkatan konsentrasi nanokoloid perak dari 50% menjadi 100% tidak memberikan perbedaan signifikan pada daya antibakteri