RESPONS PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum L.) KULTIVAR ATLANTIK MALANG TERHADAP CEKAMAN SALINITAS SECARA IN VITRO
Main Article Content
Abstract
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang produktivitasnya dapat menurun akibat cekaman salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan planlet kentang kultivar Atlantik Malang terhadap berbagai konsentrasi natrium klorida (NaCl) secara in vitro serta menentukan batas toleransinya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf konsentrasi NaCl, yaitu 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, dan 1,00%, masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, tinggi planlet, jumlah daun, dan perubahan morfologi planlet. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey 5%, sedangkan data morfologi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh planlet memiliki persentase hidup 100% pada semua perlakuan. Namun, peningkatan konsentrasi NaCl menyebabkan penurunan pertumbuhan planlet yang ditunjukkan oleh berkurangnya tinggi planlet dan jumlah daun. Cekaman salinitas juga memicu perubahan morfologi berupa perubahan warna daun dari hijau menjadi kekuningan hingga kecokelatan seiring meningkatnya konsentrasi NaCl. Konsentrasi NaCl 0,25% masih dapat ditoleransi oleh planlet kentang dengan pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan perlakuan lainnya.