Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan bongkar muat peti kemas memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang serius. Tallyman merupakan tenaga kerja yang berhadapan langsung dengan kegiatan bongkar muat tersebut. Tujuan: Mengetahui langkah-langkah manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan menggunakan metode Hazard identification, Risk Assessment, Determine Control (HIRADC). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang merupakan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2023. Analisis data yang dilakukan adalah analisa deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi, potensi bahaya yang dihadapi pekerja tallyman bongkar muat peti kemas terdiri dari 4 bahaya mekanik, 3 bahaya fisik, dan 1 bahaya biologi. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 2 bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 bahaya dengan kategori sedang dan 3 bahaya dengan kategori rendah. Pengendalian risiko yang telah dilakukan berupa dengan rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan APD. Kesimpulan: Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko dalam menjalankan aktivitas kerjanya, begitupun pekerja tallyman bongkar muat peti kemas. Diharapkan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas menyadari akan potensi bahaya dan risiko yang dialami dan mengikuti instruksi kerja yang telah ditetapkan sehingga dapat mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.

Keywords

manajemen risiko tallyman bongkar muat

Article Details

Author Biographies

Nahdah Nur Laili, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Awaluddin Awaluddin, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

A. Wahyuni, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Laili, N. N., Awaluddin, A., & Wahyuni, A. (2023). MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PEKERJA TALLYMAN PT. KALTIM KARIANGAU TERMINAL BALIKPAPAN. Hasanuddin Journal of Public Health, 4(3), 251–259. https://doi.org/10.30597/hjph.v4i3.26692

References

  1. International Labour Organization. Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja Muda. 2018
  2. Ketenagakerjaan B. Angka Kecelakaan Kerja Cenderung Meningkat. 2019.
  3. Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012. Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). 2012.
  4. Mayadilanuari AM. Penggunaan HIRARC dalam Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko pada Pekerjaan Bongkar Muat. Higeia J Public Heal Res Dev. 2020;4(2):245–55.
  5. Aome P, Widiawan K. Identifikasi Bahaya , Penilaian Risiko dan Pengendalian Risiko dalam Kegiatan Bongkar Muat di PT Pelabuhan Indonesia IV cabang Makassar New Port. J Tirta. 2022;10(1):135–42.
  6. Aini MN, Nuryono A. Analisis Bahaya dan Resiko Kerja di Industri Pengolahan Teh dengan Metode HIRA atau IBPR. J Ind Eng Syst. 2020;1(1):65–74.
  7. Utami FI, Sugiharto. Identifikasi Bahaya Fisik, Mekanik, Kimia dan Risiko. Higeia J Public Heal Res Dev. 2020;4(1):67–76.
  8. Sulistyaningtyas N, Naiem MF, Syafar M. Manajemen Risiko Kecelakaan Kerja Pada Karyawan PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar. J Kesehat Masy Marit. 2020;3(1):77–86.
  9. Elisabeth Tasidjawa G, Nurkhamim, Firmansyah A. Overview Risiko Dampak Debu Akibat Aktivitas Penambangan di Indonesia. Pros Nas Rekayasa Teknol Ind dan Inf. 2022;1(1):312–7.
  10. Chaerunnisa K, Saleh LM, Awaluddin. Identifikasi Hazard dan Risk K3 Unit ARFF Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Hasanuddin J Public Heal. 2022;3(1):99–114.
  11. Jecson P, Doda DV, Pinontoan O. Analisis Kondisi Jalan dan Cuaca yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pengemudi Ojek di Kota Bitung. J Public Heal Community Med. 2020;1(3):55–61.
  12. Febrianti T, Syaiful FL. Sosialisasi Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dan Pengendalian Bahaya Di SMKN 2 Bengkulu Utara. Bul Ilm Nagari Membangun. 2022;4(4):277–84.
  13. Simbong M, Azis R, Juhanto A. Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Luwu Timur dan Faktor Risikonya. J Promot Prev. 2020;3(1):58–68.
  14. Urrohmah, D.S. Identifikasi Bahaya dengan Metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dalam Upaya Memperkecil Risiko Kecelakaan Kerja di PT. PAL Indonesia. JTPM. 2019;08:34–40.
  15. Arifudin O, Wahrudin U, Rusmana FD. Manajemen Risiko. 2020.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.