Main Article Content

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa dimana hormon seksual remaja sudah mulai bekerja sehingga dapat menyebabkan perubahan perilaku pada remaja dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi. Faktor yang membuat remaja banyak melakukan perilaku seksual berisiko adalah faktor predisposisi, faktor penguat dan faktor pendukung. Tujuan: Mengetahui perilaku remaja terkait pencarian informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi di SMP Negeri 20 Makassar. Metode: Menggunakan metode penelitian mixed methods dengan desain sequential explanatory designs. Jumlah sampel 85 responden dan diantaranya terdapat 20 informan yang ditentukan menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 20 Makassar pada bulan Mei-Juni 2023. Menggunakan analisis univariat dan analisis isi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa termasuk dalam motivasi tinggi (83,5%), pengetahuan yang baik (65,9%), dan sikap yang positif (89,4%). Adapun dari hasil FGD yang dilakukan didapatkan bahwa nilai yang diyakini adalah agama dan ajaran orang tua, tidak adanya norma yang berlaku, informasi yang dicari yaitu organ reproduksi, pacaran, dan kehamilan pada remaja, sumber informasi melalui buku dan media sosial, strategi yang dilakukan dalam mencari informasi yaitu mencari di sumber terpercaya. Perilaku yang ditunjukkan oleh remaja yaitu lebih menjaga kesehatan organ reproduksi, menghindari pergaulan bebas dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kesimpulan: Para remaja menunjukkan perilaku yang baik dan tidak terdapat remaja yang melakukan perilaku seksual berisiko. Hal tersebut dikarenakan para remaja memiliki pengetahuan yang baik terkait kesehatan seksual dan reproduksi juga mampu dalam menyeleksi informasi yang didapatkan ketika melakukan pencarian informasi.

Keywords

Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja Informasi

Article Details

Author Biographies

Febriyanti Zefanya Maengkom, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Universitas Hasanuddin

Sudirman Nasir, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Universitas Hasanuddin

Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Universitas Hasanuddin

Rizky Chaeraty Syam, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Universitas Hasanuddin

Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Maengkom, F. Z., Nasir, S., & Syam, R. C. (2023). PERILAKU REMAJA TERKAIT PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN SEKSUAL REPRODUKSI DI SMPN 20 MAKASSAR. Hasanuddin Journal of Public Health, 4(2), 222–234. https://doi.org/10.30597/hjph.v4i2.28066

References

  1. Pramesti AA, Ahmad R, Netrawati. Reveal the Condition of Students’ Identity in Facing Pornography. Journal of Educational and Learning Studies. 2019;2(1):45–49.
  2. Dida S, Lukman S, dkk. Pemetaan Prilaku Penggunaan Media Informasi Dalam Mengakses Informasi Kesehatan Reproduksi di Kalangan Pelajar di Jawa Barat. Jurnal Keluarga Berencana. 2019;4(2):35–46.
  3. Diananda A. Psikologi Remaja dan Permasalahannya. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam. 2018;1(1):116–133.
  4. Marwoko G. Psikologi Perkembangan Masa Remaja. Tasyri’: Jurnal Tarbiyah-Syari’ah Islamiyah. 2019;26(1):60–75.
  5. Elbetan SN, Abdullah T, Kurnaesih E. Monitoring Parental Teman Sebaya dan Media Sosial Terhadap Perilaku Seks Pra Nikah di Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. 2021;16(1):9–21.
  6. Belay HG, Arage G, Degu A, et al. Youth-Friendly Sexual and Reproductive Health Services Utilization and Its Determinants in Ethiopia: A Systematic Review and Meta-Analysis. Heliyon. 2021;7(12).
  7. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Data Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Kota Makassar;2022.
  8. Solehati T, Rahmat A, Kosasih CE. Hubungan Media dengan Sikap dan Perilaku Triad Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik. 2019;23(1):40–53.
  9. Adekola AP, Mavhandu-Mudzusi AH. Advancing Sexual and Reproductive Health Outcomes in Rural Schools with The Use of a Sexuality Education Enhancement Model: Learners’ Perspectives. Heliyon. 2022;8(10):1–12.
  10. Cadely HSE, Finnegan V, Spears EC, et al. Adolescents and sexual risk-taking: The interplay of constraining relationship beliefs, healthy sex attitudes, and romantic attachment insecurity. Journal of Adolescence. 2020;84:136-148.
  11. Putri MR, Hafid RA, Haryati SD. Pengaruh Media Sosial dan Peran Keluarga terhadap Perilaku Seksual Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Kabil. Zahra: Journal of Health and Medical Research. 2021;1(1):25–32.
  12. Ashari A, Hidayah FN, Rahmatika SD. (2019) Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Berisiko Di Kota Cirebon. In: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat IV. 2019:10–15.
  13. Susanti AI, Indraswari N. Literasi Informasi Tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Jurnal Menara Medika. 2020;3(1):87-94.
  14. Mahfudah I, Arifah I. Faktor yang Berhubungan dengan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi Daring pada Mahasiswa. Indonesian Journal of Health Community. 2020;1(1):11–20.
  15. Habito CM, Morgan A, Vaughan C. ‘Direct’ and ‘Instant’: The Role of Digital Technology and Social Media in Young Filipinos’ Intimate Relationships. Culture, Health and Sexuality. 2021;24(5):657–672.

Similar Articles

<< < 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.