Main Article Content

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja adalah suatu kondisi penurunan efisiensi, ketahanan tubuh dalam bekerja, dan penurunan kapasitas kerja. Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang muncul karena aktivitas pekerja sehingga dapat mempengaruhi kinerja yang dapat menyebabkan kesalahan yang berbahaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, lama kerja, masa kerja, beban kerja, IMT, posisi duduk terhadap kelelahan kerja pada penjahit di pasar sentral Kabupaten Soppeng. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penjahit di pasar sentral Kabupaten Soppeng yang berjumlah 73 orang dengan menggunakan total sampling. Data Analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 73 orang sebanyak 68,5% yang mengalami kelelahan kerja. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara umur (p=0,014), lama kerja (p=0,01), dan posisi duduk (p=0,030) dengan kejadian kelelahan kerja. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p=0,372), beban kerja (p=0,330), dan IMT (p=0,526) dengan kejadian kelelahan kerja. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di pasar Sentral Kabupaten Soppeng adalah umur, lama kerja, dan posisi duduk. Kepada pengelola pasar supaya menyediakan fasilitas kerja yang ergonomi seperti penyesuaian tinggi kursi sesuai dengan kebutuhan penjahit.

Keywords

Ergonomi kelelahan kerja penjahit

Article Details

Author Biographies

Ikrama Wardianti Basri, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

A. Muflihah Darwis Muflihah, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Awaluddin Awaluddin, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

H. M. Tahir Abdullah, Departemen Biostatistik KKB, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Biostatistik KKB, FKM Universitas Hasanuddin

How to Cite
Basri, I. W., Muflihah, A. M. D., Awaluddin, A., & Abdullah, H. M. T. (2024). HUBUNGAN FAKTOR ERGONOMI DENGAN KEJADIAN KELELAHAN KERJA PADA PENJAHIT DI PASAR SENTRAL KABUPATEN SOPPENG. Hasanuddin Journal of Public Health, 5(1), 75–83. https://doi.org/10.30597/hjph.v5i1.34861

References

  1. Tarwaka. Ergonomi Untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Unipress : 2004.
  2. World Health Organization, Global Goals For Oral Health, 2020.
  3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Masyakat yang Mandiri Untuk Hidup Yang Sehat.
  4. Waruwu VP, Siahaan PBC, Hartono. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Penjahit Ramin Taylor di Jalan Bengkel Medan. Jurnal Teknologi Kesehatan dan Kedokteran. 2022:8(2):703-720.
  5. Mokennen TH, Yenealem DG, Geberu DM. Faktor-faktor lingkungan fisik dan pekerjaan yang menyebabkan nyeri leher dan bahu terkait pekerjaan di kalangan penjahit yang bekerja sendiri di sektor informal di India. Jurnal Kesehatan. 2020:20(1265).
  6. Rahmat N, Utomo PC, Sambada, ER. Hubungan Lama Duduk dan Sikap Duduk Terhadap Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Penjahit Rumahan Di Kecamatan Tasikmadu. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Pencegahan, 2019:3(2):79-86.
  7. Samara SS, Nasir NM. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Dosen Saat Pandemic COVID-19. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2024:13(2):110-122.
  8. Pratiwi AP, Bausad AAP. Hubungan Karakteristik Individu Dengan Kelelahan Kerja Pada Nelayan. Jurnal Dinamika Kesehatan Masyarakat. 2024:2(1):47-54.
  9. Pabala JL, Roga AU, Setyobudi A. Hubungan Usia, Lama Kerjadan Tingkat Pencahayaan Dengan Kelelahan Mata (Astenopia) Pada Penjahit Di Kelurahan Kuanino Kota Kupang. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat. 2021:3(2):215-225.
  10. Prastuti B, Sintia I, Ningsih KW. Hubungan Lama Kerja dan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Kelelahan Kerja Pada Penjahit di Kota Pekanbaru. Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 2020:5(2):378-486.
  11. Russeng SS, Saleh LM, Rahmawan UK. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pekerja Konstruksi Di Jalan Tol Kota Makassar. Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Humaniora, 2019:2(2):1-12.
  12. Izzati T. Hubungan Sikap Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Penjahit di Industri Konveksi Ramli. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2020:2(1):1-10.
  13. Innah M, Alwi MK, Gobel FA, Habo H. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Penjahit Pasar Sentral Bulukumba. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021:1(5):471-481.
  14. Atiqoh J, Wahyuni I, Lestantyo D. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konveksi Bagian Penjahitan Di CV. Aneka Garmet Gunungpati Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2014:2(2):119-127.
  15. Odi KD, Purimahua SL, Ruliati LP. Hubungan Sikap Kerja, Pencahayaan dan Suhu Terhadap Kelelahan Kerja dan Kelelahan Mata Pada Penjahit di Kampung Solor Kupang 2017. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2017:14(1):65-77.
  16. Thamrin Y, Pasinringi S, Darwis M, Putra IS. Hubungan Indeks Masa Tubuh dan Postur Kerja dengan Musculoskletal Disorders Pada Nelayan. Journal of Gaceta Sanitaria. 2021:35(S1):579-582.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.