MODEL PENGELOLAAN KESELAMATAN KERJA NELAYAN DI PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

Authors

  • Fis Purwangka Institut Pertanian Bogor
  • Sugeng Hari Wisudo Institut Pertanian Bogor
  • Budhi H. Iskandar Institut Petanian Bogor
  • Jonh Haluan Institut Petanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.20956/jipsp.v5i9.4312

Abstract

Proses keselamatan dan kesehatan kerja seperti proses manajemen pada umumnya adalah penerapan berbagai fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi dan mengidentifikasi aspek-aspek yang terkait dengan manajemen keselamatan kerja nelayan serta membangun model manajemen keselamatan kerja nelayan dari kondisi yang terjadi.  Pada penelitian ini digunakan metode berfikir secara sistem (systems thinking) dengan pendekatan metodologi sistem lunak (soft systems methodology). Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa permasalahan dalam manajemen keselamatan kerja nelayan di Palabuhanratu umumnya terkait pengorganisasian dan pengelolaan secara terpadu. Pengelolaan manajemen keselamatan kerja nelayan menunjukkan ciri-ciri tidak sistemik dan ciri-ciri organisasi yang mengalami ketidakmampuan belajar.Model Konseptual Pengorganisasian Pengelolaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat diimplementasikan dengan kondisi adanya perencanaan dan kebijakan yang mengatur tugas dan wewenang lembaga yang terlibat, adanya mekanisme komunikasi yang mudah dipahami, dibentuknya sistem pengawasan yang terukur, serta komitmen dari semua bagian yang terlibat. Model konseptual pengelolaan secara terpadu SMK3 dapat diimplementasikan dengan kondisi adanya komitmen dari semua lembaga yang terlibat, mekanisme komunikasi, koordinasi, dan keterbukaan informasi, dilakukannya pengawasan bersama dan kesetaraan kelembagaan dan kewenangan serta pelayanan yang terukur.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Fis Purwangka, Institut Pertanian Bogor

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Sugeng Hari Wisudo, Institut Pertanian Bogor

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Budhi H. Iskandar, Institut Petanian Bogor

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Jonh Haluan, Institut Petanian Bogor

Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

References

Blanc, M. 2006. Tools For Improved Fishing Vessel Safety: The Torremolinos Protocol And The Stcw-F Convention. #116 – January/ March 2006. SPC Fisheries Newsletter. Nearshore Fisheries Development and Training Adviser, Secretariat of the Pacific Community. 30 – 32 p.

Chekland P. 1993. Systems Thinking, Systems Practice. New York: John Willey and Sons.

Dwiyanto, Bambang Munas. 2011. Model peningkatan partisipasi masyarakat dan Penguatan sinergi dalam pengelolaan sampah perkotaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 12(2): 239-256.

(FAO) Food and Agriculture Organization. 2009. The State of World Fisheries and Aquaculture 2008. Rome, Italy: FAO. 176 p.

Irnawati R, Simbolon D, Wiryawan B, Murdiyanto B, Nurani TW. 2013. Teknik Interpretative Structural Modeling (ISM) Untuk Strategi Implementasi Model Pengelolaan Perikanan Tangkap Di Taman Nasional

Karimunjawa. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan. 2(1):75-86.

Jannah NZ, Suhirman. 2015. Koordinasi Antar Organisasi Pemerintah dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan dengan Pendekatan Kesejahteraan (Studi Kasus: Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat). Jurnal Perencanan Wilayah dan Kota. 4(3): 717-724.

Malo M. 1986. Metode Penelitian Sosial. Penerbit Karunika Jakarta. 158 hal.

Hussain MR., Rahman AA., Yusuff RM., Latif N., NorazizanS., Rashid SA., Abdullah H. 2014. Issues on Occupational Safety And Health At Workplace Among Older Fishermen In Malaysia. Journal Of Occupational Safety And Health. National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) Ministry of Human Resources Malaysia. 57-62 p.

Nugroho HC, Zauhar S, Suryadi. 2014. Koordinasi Pelaksanaan Program Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pembangunan Alam Lestari. 5(1): 12-22.

Putuhena M. Ilham F. 2013. Politik Hukum Perundang-Undangan: Mempertegas Reformasi Legislasi yang Progresif. Jurnal RechtsVinding: Badan Pembinaan Hukum Nasional. Volume 2 Nomor 3. Hal 375-395.

Raharja SJ. 2009. Analisis Soft Systems Methodology (SSM) dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai: Studi pada Sungai Citarum Jawa Barat. Jurnal Bumi Lestari. 9(1): 20-29.

Santara AG, Purwangka F, Iskandar BH. 2014. Peralatan Keselamatan Kerja Pada Perahu Slerek Di PPNPengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali. Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Universitas Hasanuddin.1(1): 53-68.

Sutrisno E, Sasongko AET, Wahyuarini T. 2012. Kejelasan Peran serta Penerapannya Dalam Menunjang Efektivitas Kerja Teknisi/Laboran di Lingkungan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Jurnal Eksos Politeknik Negeri Pontianak. 8(3): 164-175.

Suwardjo D, Haluan J, Jaya I, Poernomo SH. 2010. Keselamatan Kapal Penangkap Ikan, Tinjauan Dari Aspek Regulasi Nasional dan Internasional. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 1(1) : 1-13.

Triana N. 2014. Pendekatan Ekoregion Dalam Sistem Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air Sungai di Era Otonomi Daerah. Pandecta. 9(2): 154-168.

Wakka AK. 2014. Analisis Stakeholders Pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 3(1): 47-55.

Wyrtki, Klaus. 1961. The Thermohaline Circulation in Relation to the General Circulation in The Oceans. Deep-Sea Research, 1961, Vol. 8. Pergamon Press Ltd., London. pp. 39 - 64.

Zaini ZD. 2011. Implementasi pendekatan yuridis normatif dan pendekatan normatif sosiologis dalam penelitian ilmu hukum. Jurnal Pranata Hukum Universitas Gajah Mada. 6(6): 117-132.

Downloads

Published

2019-03-19

Issue

Section

Articles