Abstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh Alokasi Dana Desa dan Hilirisasi Produk Kelapa terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Wotay, Kecamatan Teon Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah. Dengan menggunakan 70 responden yang dipilih melalui purposive dan simple random sampling serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa Alokasi Dana Desa tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat meskipun desa menerima Rp757.282.000 pada tahun 2024, akibat rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya transparansi, dan proses penyusunan anggaran yang top-down. Sebaliknya, Hilirisasi Produk Kelapa berpengaruh positif dan signifikan karena peningkatan pengolahan dan nilai tambah mampu mendorong pendapatan serta standar hidup masyarakat. Secara keseluruhan, kedua variabel menjelaskan 47,2% variasi kesejahteraan, menegaskan pentingnya hilirisasi yang lebih efektif dan pengelolaan Dana Desa yang partisipatif serta transparan untuk memperkuat kesejahteraan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi agroindustri lokal.
Referensi
Agrawal, A., & Ribot, J. (1999). Accountability in decentralization: A framework with South Asian and West African cases. Journal of Developing Areas, 33(4), 473–502.
Alkire, S., Kanagaratnam, U., & Suppa, N. (2022). The global multidimensional poverty index (MPI) 2022. World Development, 160, 106–118.
Amalia, D., Rochim, A. I., & Rahmadanik, D. (2024). Implementasi kebijakan alokasi dana desa (ADD) guna menunjang pembangunan di Desa Dadapan Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 4(2), 125–131.
Andersson, K. P., & Ostrom, E. (2021). Analyzing decentralized resource governance. World Development, 148, 105–117.
Araral, E. (2020). Why do local governments fail? Institutional design and governance outcomes. Public Administration Review, 80(3), 468–479.
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. London: Intermediate Technology Publications.
Kaplinsky, R., & Morris, M. (2016). A handbook for value chain research. Ottawa: IDRC.
Kesaulya, J., & Behuku, B. P. (2023). Praktik efektivitas dan efisiensi dana desa untuk pembangunan Desa Allang Kabupaten Maluku Tengah. Journal of Applied Accounting, 2(1), 11–16.
Kinanda, R., Alfa, A., & Sudeska, E. (2023). Business model canvas untuk program hilirisasi industri kelapa dalam peningkatan PAD. Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 9(1), 7–15.
Mansuri, G., & Rao, V. (2013). Localizing development: Does participation work? Washington DC: World Bank.
Minang, H. P., Digdowiseiso, K., & Sugiyanto, E. (2021). Pelaksanaan kebijakan alokasi dana desa dalam memperdayakan masyarakat desa: Studi kasus Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Ilmu dan Budaya, 42(1), 69–88.
Paley, W. B., Kembauw, E., Tuhumury, M.T.F. (2021) Strategi pengembangan agroindustri kelapa UD Wootay Coconut di Kecamatan Teon Nila Serua Kabupaten Maluku Tengah. Agrial: Jurnal Agribisnis Kepulauan, 9(1), 21-31
OECD. (2019). Rural well-being: Geography of opportunities. Paris: OECD Publishing.
Pitoi, L., Aneta, A., & Tohopi, R. (2024). Implementasi kebijakan alokasi dana desa (ADD) di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. PubBis: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis, 8(1), 1–11.
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. New York: Free Press.
Prabowo, H., Nugroho, R., & Setiawan, B. (2020). Village fund management and local economic development in Indonesia. Journal of Rural Studies, 78, 326–335.
Sa’adah, N. (2024). Analisis pengaruh produksi padi, alokasi dana desa, kemiskinan dan angka harapan hidup terhadap ketahanan pangan (Studi kasus kabupaten di Jawa Barat). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Sahlan, F., Agustina, N., & Pracita, S. (2024). Pemanfaatan dana desa dalam menjalankan program prioritas nasional ketahanan pangan nabati dan hewani di Desa Sukamukti. Jurnal Simki Economic, 7(2), 551–563.
Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford: Oxford University Press.
Siregar, S. N. H., & Hasibuan, A. (2024). Dampak hilirisasi industri kelapa sawit terhadap pembangunan ekonomi nasional. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(4), 939–943.
Suhartono, S., Alimuddin, R. A. M., & Nurman, N. (2025). Evaluasi alokasi dana ketahanan pangan, dampaknya terhadap warga, dan perubahan iklim di Desa Lempangang Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan (2022–2025). Jurnal Simki Economic, 8(2), 653–663.
Suryanto, T., & Rahman, A. (2023). Downstreaming policies and village economic resilience in Eastern Indonesia. Journal of Asian Public Policy, 16(2), 245–261.
UNDP. (2021). Inclusive value chain development for rural transformation. New York: UNDP.
World Bank. (2022). Transforming rural economies through local value chains. Washington DC: World Bank.
Zacharias, T., & Iskandar, A. (2025). Akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Badati, 7(1), 27–43.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Rosandi Sakir, Iriane Sosiawaty Ponto, Julia Theresia Patty, Naifa Nabila Silawane
