Abstract
The presence of women’s movements in rural areas offers an important field for anthropological study, particularly in understanding gender roles, collective action, and local development. This research examines the KWT Mattiro Deceng, a Women Farmers Group located in Karampuang Hamlet, Botolempangan Village, West Sinjai Subdistrict, Sinjai Regency. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The group was established to encourage women’s participation in agriculture, strengthen their skills, and improve household and village economies. Beyond farming activities, the KWT also functions as a social space where members exchange knowledge, build solidarity, and negotiate their roles within family and community life. Since women’s farmer groups are not yet fully integrated into rural development, this study explores the group’s activities, internal dynamics, challenges, and contributions. The findings highlight the importance of collective organization in expanding women’s participation, confidence, and economic opportunities in rural communities.
References
Ardiani, F. D. & Dibyorini, MC. C. R. 2021. Pemberdayaan Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) “ASRI” Kalurahan Bendung Kapanewon Semin Kabupaten Gunung Kidul. Sosio Progresif: 1 (1), 1-12.
Dzikrina, R. 2022. Eksistensi Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera” (Studi Kasus di Desa Bojongmangu, Kabupaten Bekasi). Judul Kusa Lawa: 2 (1), 20-32.
Hasrul, A. H. 2019. Perempuan Dalam Budaya Patriarki. Diakses pada 21 November 2022, dari https://www.mediaukkiri.com/2019/02/perempuan-dalam-budaya-patriarki.html
Huda, K. & Renggani, L. A. 2021. Perempuan Kapuk Dalam Ekspektasi Budaya Patriarki (Sebuah Analisis Beban Ganda Gender. Kafa’ah: Journal of Gender Studies: 11 (2), 184-198.
Indryani, dkk. 2020. Konstruksi Makna Perempuan Pergerakan. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi: 19 (2), 238-248.
Israpil. 2017. Budaya Patriarki dan Kekerasan Terhadap Perempuan (Sejarah dan Perkembangannya). Jurnal Pusaka: 5 (2), 141-150.
Makmur, dkk. (2022). Peningkatan Profitabilitas Masyarakat Melalui Industri Kecil Menengah (IKM) Kunyit Pada Kelompok Wanita Tani Mattiro Deceng Desa Botolempangan. TARJIH Journal of Community Empowerment, 2(2): 5-6.
Moore, H. L. (1998). Feminisme dan Antropologi. Jakarta: Penerbit OBOR. ISBN 979-565-168-4
Ramadha, G. & Indriyany, I. A. 2022. Potret Representasi Gerakan Perempuan Dalam Mendorong Ketahanan Pangan di Provinsi Banten. Jurnal Polinter Prodi Ilmu Politik FISIP UTA’45 Jakarta: 7 (2), 43-58.
Sakina, A. I. & Siti, D. H. A. 2017. Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Social Work Jurnal: 7 (1), 1-129
Sekam Bakar dalam Penelitian . (2023, November 30). Diakses dari link UMKM: https://linkumkm.id/news/detail/14043/sekam-bakar-dalam-pertanian
Sudrajat, U. 2018. Perajin Keris Wanita: Pemberdayaan Wanita di Tengah Budaya Patriarki Madura. Patrawidya: 19 (2), 161-172.
Suhada, D. N. 2021. Feminisme dalam Dinamika Perjuangan Kesetaraan Gender di Indonesia. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development (IJSED): 3 (1), 15-27.
Sukanteri, N. P. & Lestari, P. F. K. 2017. Peran Wanita Tani Dalam Eksistensi Budaya Subak dan Keberlanjutan Pertanian. Agrimeta: 7 (14), 53-58.
Topatimasang, J. H. (2004). Mengorganisir Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara. Jakarta: SEAPCP, INSIST Press.
Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sinjai, P. S. (2019, September 19). Daftar Nama – Nama Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Sinjai. Diakses tahun 2024, dari https://www.sinjaikab.go.id/v4/2019/09/19/daftar-nama-nama-kim-desa-kelurahan-se-kabupaten-sinjai/

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Jurnal Mahasiswa Antropologi
