Pengembangan pengolahan gula cair dan ampas terfermentasi dari ubi kayu untuk bahan pakan ternak di Ballaratea di Pucak, Kabupaten Maros

Penulis

  • Ugi asty Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar 90245
  • Hikmah Hikmah 2Departemen Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar 90245 https://orcid.org/0000-0002-5727-2651

Kata Kunci:

ubi kayu, hidrolisis enzimatik, gula cair, ampas fermentasi, pakan ternak

Abstrak

Latar belakang: Pemberdayaan pengolahan ubi kayu (Manihot utilissima) memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mendukung efisiensi produksi serta penerapan pertanian sirkular di masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan proses rekayasa pengolahan ubi kayu untuk menghasilkan dua produk bernilai ekonomi, yaitu gula cair sebagai bahan pangan alternatif dan ampas pati terfermentasi sebagai pakan ternak di masyarakat petani Ballaratea Pucak Maros. Metode inovasi disosialisasikan oleh tim pengabdian, lalu dikembangkan, yaitu ubi kayu diolah melalui hidrolisis enzimatik dua tahap: likuifikasi dan sakarifikasi. Hasil  ampas ubi kayu yang difermentasi dengan mikroorganisme dan daun Indigofera memiliki protein dan kecernaan lebih tinggi sehingga layak sebagai pakan ternak. Proses hidrolisis enzimatik juga menghasilkan gula cair berglukosa tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri rumah tangga dan usaha kecil. Kesimpulan Pengembangan Pengolahan ubi kayu menghasilkan dua produk bernilai guna, yaitu ampas fermentasi yang meningkatkan kualitas pakan ternak dan gula cair yang layak dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif diterima oleh masyarakat petani ternak Ballaratea di Pucak Kabupaten Maros  

Lokasi Pucak Maros

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-25

Terbitan

Bagian

Articles