Pengembangan pengolahan gula cair dan ampas terfermentasi dari ubi kayu untuk bahan pakan ternak di Ballaratea di Pucak, Kabupaten Maros
Kata Kunci:
ubi kayu, hidrolisis enzimatik, gula cair, ampas fermentasi, pakan ternakAbstrak
Latar belakang: Pemberdayaan pengolahan ubi kayu (Manihot utilissima) memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mendukung efisiensi produksi serta penerapan pertanian sirkular di masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan proses rekayasa pengolahan ubi kayu untuk menghasilkan dua produk bernilai ekonomi, yaitu gula cair sebagai bahan pangan alternatif dan ampas pati terfermentasi sebagai pakan ternak di masyarakat petani Ballaratea Pucak Maros. Metode inovasi disosialisasikan oleh tim pengabdian, lalu dikembangkan, yaitu ubi kayu diolah melalui hidrolisis enzimatik dua tahap: likuifikasi dan sakarifikasi. Hasil ampas ubi kayu yang difermentasi dengan mikroorganisme dan daun Indigofera memiliki protein dan kecernaan lebih tinggi sehingga layak sebagai pakan ternak. Proses hidrolisis enzimatik juga menghasilkan gula cair berglukosa tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri rumah tangga dan usaha kecil. Kesimpulan Pengembangan Pengolahan ubi kayu menghasilkan dua produk bernilai guna, yaitu ampas fermentasi yang meningkatkan kualitas pakan ternak dan gula cair yang layak dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif diterima oleh masyarakat petani ternak Ballaratea di Pucak Kabupaten Maros
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





