Edukasi Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Hasil Ternak Pada Kader Posyandu di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng
Kata Kunci:
peternakan unggas, kader posyandu, nilai tambah, chicken nugget, telur asin, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Latar Belakang Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mengolah hasil ternak unggas menjadi produk bernilai tambah sebagai upaya mendukung peningkatan gizi keluarga dan penguatan ekonomi rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2025 di Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, dengan melibatkan 30 kader Posyandu menggunakan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, refleksi, serta evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pentingnya diversifikasi produk peternakan, pengolahan chicken nugget dan telur asin, teknik pengemasan sederhana, serta pemanfaatan produk olahan sebagai pangan bergizi untuk pencegahan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi selama pelatihan dan mampu memahami tahapan pengolahan produk secara baik. Lebih dari 80% peserta berhasil menghasilkan chicken nugget dan telur asin sesuai standar yang diajarkan. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran kader Posyandu mengenai pentingnya inovasi pangan berbasis hasil ternak unggas dan membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga berbasis pangan lokal. Melalui pelatihan ini, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi agen edukasi gizi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat untuk mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat peran kader dalam menyampaikan edukasi mengenai pemanfaatan pangan lokal bergizi kepada ibu dan balita pada kegiatan posyandu. Pelatihan juga mendorong terbentuknya jejaring kerja sama antarpeserta untuk mengembangkan usaha mikro berbasis olahan unggas yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan demikian, program pengabdian ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi peternakan lokal yang berkelanjutan serta mudah diterapkan pada lingkungan masyarakat pedesaan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





