Dinamika Konflik Agraria dan Ketimpangan Tata Kelola:
Studi Kasus Sengketa Lahan di Desa Batu Mila
DOI:
https://doi.org/10.63280/jpsd.v1i2.45967Kata Kunci:
sengketa lahan, konflik Agraria, Alih Fungsi Lahan, Resolusi KonflikAbstrak
Konflik sengketa lahan di Desa Batu Mila mencerminkan dinamika kompleks hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam penguasaan serta pemanfaatan sumber daya agraria. Studi ini bertujuan mengungkap akar penyebab, aktor yang terlibat, dan pola interaksi yang membentuk eskalasi maupun resolusi konflik, dengan fokus pada dimensi sosial, ekonomi, dan politik lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen, penelitian ini menemukan bahwa sengketa dipicu oleh tumpang tindih klaim kepemilikan antara warga desa dan perusahaan, diperparah oleh lemahnya penegakan hukum, ketidakjelasan batas wilayah, dan minimnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Hasil analisis menunjukkan adanya asimetri kekuasaan yang memengaruhi akses masyarakat terhadap lahan dan memicu ketidakpercayaan terhadap institusi formal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan mekanisme resolusi konflik berbasis komunitas, penegakan hukum yang konsisten, serta integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pengelolaan lahan. Temuan ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi literatur sosiologi konflik agraria, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan dan aktor lokal untuk mencegah konflik serupa di masa depan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Hendra Triawan Sudaryo Putra, Muhammad Ramli AT, Ridwan Syam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





