Ingatan Yang Mencekam : Studi Antropologi Memori Tentang Konflik Di Padamarari Poso
DOI:
https://doi.org/10.63280/jpsd.v2i1.48643Kata Kunci:
Collective trauma, Post-conflict reconciliation, Collective memory, Peacebuilding, Communal conflictAbstrak
Latar belakang. Konflik sosial di Poso meninggalkan jejak mendalam dalam ingatan kolektif masyarakat. Tujuan. Karenanya Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana memori kolektif tersebut terbentuk, diwariskan, dan berkontribusi terhadap dinamika sosial pasca-konflik. Metode. Dengan menggunakan pendekatan antropologi memori, proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi literatur. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman individu dan komunitas dalam mengelola trauma, membangun rekonsiliasi, serta mempertahankan harmoni sosial. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ingatan kolektif memiliki peran yang kompleks dalam membentuk hubungan sosial di Desa Bancea. Trauma dan ketidakpercayaan masih terasa di beberapa aspek kehidupan masyarakat, tetapi nilai-nilai lokal seperti Sintuwu Maroso telah menjadi instrumen utama dalam memperkuat kembali solidaritas antar kelompok. Meskipun ada kecenderungan untuk melupakan demi menjaga stabilitas, sebagian masyarakat tetap melihat pentingnya mengingat agar tragedi serupa tidak terulang. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam rekonsiliasi pasca-konflik serta perlunya kebijakan yang berorientasi pada pemulihan sosial dan ekonomi. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana masyarakat yang mengalami konflik dapat membangun kembali kehidupan mereka melalui kombinasi memori, budaya, dan rekonsiliasi .
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Michelle Alfelnis EB, Tasrifin Tahara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





