Politik Etnis Minoritas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Di Kota Makaassar
DOI:
https://doi.org/10.63280/jpsd.v2i1.48648Kata Kunci:
Political inclusivity, Political recruitment, Ethnic minorities, Political representation, local politicsAbstrak
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah partai politik yang berideologi Pancasila sebagai bentuk ideologi nasionalis. Kajian Politik etnis, PDI-P menganut paham yang inklusif dan anti-diskriminasi. PDI-P percaya bahwa semua orang Indonesia, tanpa memandang etnis, ras, atau agama, memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam politik. PDI-P memandang politik etnis sebagai salah satu faktor yang dapat menghambat pembangunan bangsa. Politik etnis dapat menimbulkan konflik dan perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu, PDI-P berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan adil, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan etnis minoritas dalam kepengurusan dan kaderisasi PDI-P kota Makassar dengan tehnik pengambilan data melalu wawancara informan yang dapat menjelaskan keberadaan etnis minoritas pada PDIP kota Makassar. Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisa kualitatif yang yang mengambarkan fenomena yang menjadi focus penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola rekrutmen pengurus dan kader PDIP kota makassar tidak memandang status etnis apalagi agama sehingga baik pengurus maupun kader terdapat berbagai etnis yang ada diantaranya etnis bugis dan makassar yang merupakan etnis mayoritas sedang etnis Toraja, Cina, dan menado merupakan etnis minoritas, Keberadaan etnis minoritas yang juga mendapat posisi sebagai pengurus dan kader berkisar 20% jumlah pengurus yang ada. Keuntungan yang dimiliki keberadaan etnis minoritas dalam kepengurusan dan kader diantaranya dapat menjaring suara masyarakat. Keberadaan etnis minoritas dapat mendudukan 3 orang terpilih sebagai anggota perlemen kota makassar yaitu Mesakh Raymond Rantepadang, S.H. dan Galmerrya Kondorura serta William, S.E, sedangkan angota dewan atas nama Anton Paul Goni yang merupakan etnis manado yang terpilih pada pileg 2019, hal ini menujukkan bahwa PDIP kota masyarakat dapat meraih suara masyarakat toraja dan cina selain dari etnis bugis dan makassar sendiri yang merupakan etnis mayoritas.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muh. Alif Fauzan Syah, Gustiana Kambo, Muhammad Imran Imran

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





