Integration of Garlic Spatial Market in Central Java Province Using Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Approach
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstrak
Tingginya ketergantungan harga bawang putih Indonesia terhadap impor bawang putih memicu fluktuasi dan disparitas harga bawang putih antarwilayah, terutama di beberapa daerah sentra produksi di Provinsi Jawa Tengah. Di sisi lain, penurunan produksi bawang putih di Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Karanganyar semakin memperburuk ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran bawang putih sehingga berdampak pada fluktuasi harga. Penelitian-penelitian terdahulu mengenai bawang putih di Indonesia sebagian besar berfokus pada volatilitas harga di tingkat nasional atau regional, sehingga integrasi pasar spasial antarsentra produksi dalam satu provinsi, seperti Jawa Tengah, masih belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pasar spasial bawang putih antardaerah sentra produksi dengan mempertimbangkan hubungan jangka pendek dan jangka panjang secara simultan. Penelitian ini menggunakan data harga harian tahun 2025 yang diperoleh dari SP2KP Kementerian Perdagangan dan dianalisis menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL), yang meliputi uji stasioneritas, kausalitas, kointegrasi, serta estimasi hubungan jangka pendek dan panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, transmisi harga masih bersifat parsial dan tidak merata. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan, efisiensi integrasi pasar masih dipengaruhi oleh faktor distribusi, akses pasar, dan konektivitas antarwilayah. Sementara itu, dalam jangka panjang diketahui bahwa pasar bawang putih di Jawa Tengah terintegrasi secara spasial. Hal ini ditandai dengan adanya kointegrasi dan nilai Error Correction Term (ECT) yang negatif dan signifikan.
Kata kunci: ARDL, Bawang Putih, Integrasi Spasial, Transmisi Harga
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This works is under Creative Commons Attribution LicenseReferensi
Andriansyah, F., Asifa, & Isnaini, L. (2025). Price Variability and Beef Market Integration in Java. AGRISOCIONOMICS: Journal of Socioeconomics and Agricultural Policy, 9(3)(3), 612. http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/agrisocionomics
Asifa, Azizan, M., & Ma’arif, S. (2025). Volalitas Harga Minyak Goreng di Provinsi Jambi pada Empat Tingkatan Pasar: Pendekatan Struktural Break. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 21(3), 33–48. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep
Azis, M., & Suryana, E. A. (2024). Jejak Upaya dan Prospek Pengembangan Bawang Putih di Indonesia. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian Dan Lingkungan, 11(3).
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2025). Indonesia dalam Angka. Badan Pusat Statistik Indonesia.
Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. (2025). Jawa Tengah dalam Angka. Badan Pusat Statistik Jawa Tengah.
Fitriadi, M. Y. G., Novianti, T., & Rifin, A. (2023). Volatilitas Harga Bawang Putih Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 7(3), 1201. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2023.007.03.25
Harinta, Y. W., & Basuki, J. S. (2018). Potensi Pengembangan Bawang Putih sebagai Komoditas Unggulan di Kabupaten Karanganyar. Agrisaintifika Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 2(2).
Kalengkongan, C. S., Langi, Y. A. R., & Nainggolan, N. (2020). Analisis Volatilitas Harga Bawang Putih di Kota Manado menggunakan Model GARCH. Jurnal Matematika Dan Aplikasi, 9. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/decartesian
Kartika Sandra, I., Fariyanti, A., & Kurniawati Hidayat, N. (2023). Spatial Market Integration of Garlic in Indonesia. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 6(11), 188–198. https://doi.org/10.33258/birci.v6i1.7425
Kementerian Pertanian. (2020). Outlook Bawang Putih (Komoditas Pertanian Subsektor Hortikultura).
Kono, M., & Sipayung, B. P. (2020). Analisis Harga Pokok Produksi Usahatani Bawang Putih Berdasarkan Luas Lahan Desa Fatuneno Kabupaten Timor Tengah Utara. AGRIMOR, 5(1), 8–12. https://doi.org/10.32938/ag.v5i1.902
Nendissa, D. R., Olviana, T., Herewila, K., Chamdra, S., & Siubelan, T. C. W. (2020). Volatilitas Harga Bawang Putih pada Pasar Domestik.
Ola, F. U., Nendissa, D. R., & Lango, A. N. (2021). Fluktuasi dan Pola Pergerakan Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kasus: Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal EXCELLENTIA, 10(2), 132–138.
Pradana, Y. A., Dewi, L. P., Pramudito, W., Fauzi, I. M., Negara, S. P. P. S., Iswari, D. A., Mudzakkir, Moh., & Handayani, T. (2023). Estimasi Harga Bawang Bawang di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 270–279. https://doi.org/10.23917/jkk.v2i4.174
Pratama, V. B. (2023). Analisis Integrasi Pasar Spasial dan Transmisi Harga Beras di Provinsi Lampung. Universitas Lampung.
Sandra, I. K., Sahara, Krisnamurthi, B., & Novianti, T. (2022). Dinamika Harga Bawang Putih Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 di Indonesia. Policy Brief: Pertanian, Kelautan, Dan Biosains Tropika, 0, 190–195.
Siagian, W. M., Pardosi, G. V., Manalu, W. A., Saptati, R. A., & Santoso, D. A. B. (2023). Hubungan Harga Komoditas Hortikultura antar Pasar di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Agro Bali, 6(3), 670–680. https://doi.org/10.37637/ab.v6i3.1358
Sumarno. (2020). Analisis SWOT Pengembangan Bawang Putih di Kabupaten Temanggung. Smart City Temanggung.
Wardianto, A., Siti Rahayu, E., & Kunto Adi, R. (2022). Analisis Usahatani Bawang Putih di Kabupaten Karanganyar. AGRISTA, 10(3), 85–92.