Analisis Tingkat Keberlanjutan Mini Agrowisata di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Dengan Pendekatan Multidimensional Scaling (MDS)

Isi Artikel Utama

Gita Aurellia
Noor Rizkiyah
Gyska Indah Harya

Abstrak

Abstrak


Mini Agrowisata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya merupakan kawasan wisata edukasi yang mengintegrasikan kegiatan pertanian, peternakan, rekreasi, dan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan kawasan berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi menggunakan metode Rapfish dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengelola serta pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi, sosial, dan kelembagaan termasuk dalam kategori sangat berkelanjutan dengan nilai indeks masing-masing sebesar 87,16; 87,18; dan 90,87. Dimensi teknologi memperoleh nilai 57,55 sehingga termasuk kategori cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi ekonomi memperoleh nilai 48,70 dan berada pada kategori kurang berkelanjutan. Hasil analisis leverage menunjukkan bahwa atribut yang paling sensitif terhadap keberlanjutan meliputi penggunaan pupuk dan pestisida, pendapatan tambahan masyarakat, tingkat kepuasan pengunjung, ketersediaan peraturan pengelolaan, serta digitalisasi informasi layanan agrowisata. Selain itu, hasil analisis Monte Carlo menunjukkan selisih nilai tiap dimensi relatif kecil sehingga hasil analisis dinilai stabil, valid, dan dapat dipercaya.


Kata Kunci: Keberlanjutan; Mini Agrowisata; MDS; RAP-Agrotourism.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Aurellia, G., Rizkiyah, N., & Indah Harya, G. (2026). Analisis Tingkat Keberlanjutan Mini Agrowisata di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Dengan Pendekatan Multidimensional Scaling (MDS). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 22(1), 103–116. Diambil dari https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/51844
Bagian
Articles

Referensi

Fauzi, A., & Anna, S. 2005. Permodelan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan untuk Analisis Kebijakan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fauzi, A. 2019. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Jakarta: Gramedia.

Ghifari, M., Haryanto, T., & Kusumo, R. A. B. (2025). Keberlanjutan Agro Edu Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor. Jurnal Agribisnis Indonesia, 13(1), 45–58.

Hapsari, D., Rahman, A., & Setiawan, B. (2025). Social, economic, and environmental factors in determining the sustainability of tourist attractions: The case of strawberry agro-tourism in Sembalun District, Indonesia. Sustainability, 17(3), 1–18.

Jemi, M., Suryanto, E., & Nurhadi, A. (2023). Analisis keberlanjutan Wisata Bangsring Underwater Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pariwisata Terapan, 7(2), 125–138.

Kavanagh, P., & Pitcher, T. J. (2004). Implementing Microsoft Excel Software for Rapfish: A Technique for the Rapid Appraisal of Fisheries Status. Fisheries Centre, University of British Columbia, Vancouver, Canada.

Marhesa, D., Riyanto, S., & Hadiyanto, W. (2022). Analisis keberlanjutan Desa Wisata Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 16(2), 101–115.

Palit, I.G. 2017. Pengembangan Agrowisata Berbasis Pertanian.

Rasihen, R., & Suprehatin, S. (2021). Analisis keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(1), 33–45.

Saepudin, E., Budiono, A., & Halimah, M. (2019). Pengembangan wisata edukasi sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman. Jurnal Pariwisata Pesona, 4(2), 135–144.

Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Yusuf, M., dkk. 2019. Analisis Keberlanjutan Agrowisata dengan Pendekatan RAP-Agrotourism. Jurnal Pariwisata dan Lingkungan.

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.