Evaluasi Kinerja Pemeliharaan Rumput Lapangan Sepak Bola di Bali United Training Centre

Authors

  • Emma Zaina Wihardja Arsitektur Lanskap, Universitas Udayana
  • Anak Agung Keswari Krisnandika

DOI:

https://doi.org/10.20956/awvszm40

Abstract

Pemeliharaan rumput di lapangan sepak bola penting untuk menentukan kualitas permainan, di Bali United Training Centre (BUTC) terjadi penurunan kualitas rumput yang diduga disebabkan oleh pemeliharaan rumput kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemeliharaan rumput yang dilakukan di BUTC serta mengevaluasi kinerja pemeliharaan. Metode penelitian berupa deskriptif kuantitatif melalui observasi terhadap durasi penyelesaian per kegiatan, wawancara bersama petugas pemeliharaan mengenai alat yang digunakan, luas area dan jumlah pekerja yang dibutuhkan per kegiatan, dan studi pustaka. Data hasil observasi dan wawancara digunakan untuk menghitung Kapasitas Kerja di BUTC, yang kemudian dibandingkan dengan standar untuk menentukan efisiensi kinerja pemeliharaan. Terdapat 11 kegiatan pemeliharaan di BUTC berupa penyiraman, weeding manual dan kimiawi, pengecatan, pemotongan, penyemprotan pestisida, pemupukan, verticut, topdress, penyulaman, dan servis sprinkler. Terdapat beberapa kegiatan pemeliharaan yang sudah melampaui standar kapasitas kerja berupa penyiraman otomatis (514,30%), penyiangan kimiawi (165%), pemotongan rumput (124,33%), dan penyemprotan pestisida (330%), sedangkan pemupukan (42,86%) dan penyulaman (7,80%) belum memenuhi standar kapasitas kerja akibat kurangnya alat dan jumlah pekerja per kegiatan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tenaga kerja (KTK), kebutuhan ideal pekerja yang dibutuhkan sebanyak 18 orang dan sudah sesuai dengan jumlah pekerja pemeliharaan di BUTC saat ini. Oleh karena itu, belum terpenuhinya standar kapasitas kerja kemungkinan disebabkan oleh belum adanya pembagian tugas secara spesifik.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Evaluasi Kinerja Pemeliharaan Rumput Lapangan Sepak Bola di Bali United Training Centre. (2026). Jurnal Lanskap Dan Lingkungan (Julia), 4(1), 11-22. https://doi.org/10.20956/awvszm40