ANALISIS MEDICATION ERROR FASE PRESCRIBING, TRANSCRIBING DAN DISPENSING DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG

Article History

Submited : March 26, 2021
Published : August 31, 2021

Medication error merupakan kegagalan yang terjadi pada proses terapi pengobatan yang dapat menyebabkan dampak negatif sehingga menimbulkan risiko yang fatal bagi pasien terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kejadian medication error dalam pelayanan obat di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observational yang menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang pada bulan September - Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi medication error dengan tingkat keparahan risiko berdasarkan matriks grading risiko di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Pada tahap prescribing terjadi kesalahan yaitu: tidak ada nomor SIP dokter 100% (moderat), tidak ada nomor telepon dokter 100% (moderat), tidak ada alamat dokter 100% (moderat), tidak ada jenis kelamin pasien 100% (moderat), salah/ tidak ada umur pasien 0,3% (rendah), tidak ada berat badan pasien 100% (moderat) dan tidak ada tinggi badan pasien 100% (moderat). Pada tahap transcribing tidak ditemukan adanya kejadian medication error yang berarti bahwa tidak terjadi kesalahan dalam proses penerjemahan resep di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Pada tahap dispensing terjadi kesalahan yaitu: obat ada yang kurang 1,1% (moderat), pemberian etiket salah/ tidak lengkap 0,3% (rendah) dan informasi aturan penggunaan obat salah/ tidak lengkap 47,2% (moderat). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi medication error pada fase prescribing (peresepan) dan dispensing (penyiapan obat) di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang pada periode September-Oktober 2020.

References

  1. Bertawati. PROFIL PELAYANAN KEFARMASIAN DAN KEPUASANKONSUMEN APOTEK DIKECAMATAN ADIWERNA KOTA TEGAL. J Ilm Mhs Univ Surabaya. 2013;2(2):1–11.
  2. Satibi, Y.W VM, Suwarni S, Kuswardhani. Kefarmasian Dengan Potensi Medication Error Di Beberapa Rumah Sakit Kota Semarang Analysis Differences of Implemantation Pharmaceutical Care Standard. J Manaj dan Pelayanan Farm paraf. 2017;7(September):125–31.
  3. World Health Organization. Medication errors. Vol. 30, Nursing standard (Royal College of Nursing (Great Britain) : 1987). 2016. 61–62 p.
  4. Farida S, Krisnamurti DGB, Hakim RW, Dwijayanti A, Purwaningsih EH. Implementasi Peresepan Elektronik. eJournal Kedokt Indones. 2018;5(3).
  5. Khairurrijal MAW, Putriana NA. Review : Medication Erorr Pada Tahap Prescribing, Transcribing, Dispensing, dan Administration. Farmasetika.com (Online). 2018;2(4):8.
  6. Mamarimbing M, Fatimawali, Bodhi W. Evaluasi Kelengkapan Resep dari Dokter Spesialis Anak padaTiga Apotek di Kota Manado. J Pharmachon [Internet]. 2012;Vol 1(2):1–6. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/article/viewFile/485/378%0Ahttps://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/pharmacon/article/view/485
  7. Maalangen TV, Citraningtyas G, Wiyono WI. Identifikasi Medication Error Pada Resep Pasien Poli Interna Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. Pharmacon J Ilm Farm. 2019;8(3):20–7.
  8. Pradani SA, Kundarto W. Evaluasi Ketepatan Obat dan Dosis Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Jalan RSUDDr. Moewardi Surakarta Periode 2016-2017. JPSCR J Pharm Sci Clin Res. 2018;3(2):93.
  9. Tama TD, Adisasmita AC, Burhan E. Indeks Massa Tubuh dan Waktu Terjadinya Konversi Sputum pada Pasien Tuberkulosis Paru BTA Positif di RSUP Persahabatan Tahun 2012. J Epidemiol Kesehat Indones. 2016;1(1):1–8.
  10. Yosefien Ch. Donsu, Heedy Tjitrosantoso WB. Faktor Penyebab Medication Error Pada Pelayanan Kefarmasian Rawat Inap Bangsal Anak Rsup Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Pharmacon. 2016;5(3).
  11. Kabra A, Kabra R. Study of medication errors and compliances for inclusion of new drugs in hospital formulary International Journal of Fundamental & Applied Sciences Study of medication errors and compliances for inclusion of new drugs in hospital formulary. 2020;(May):13–6.
  12. Pernama AM. Evaluasi Medication Error Pada Resep Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Ditinjau Dari Fase Prescribing, Transcribing Dan Dispensing Di Instalasi Rawat Jalan Salah Satu Rumah Sakit Jakarta Utara. 2017. 1–73 p.
  13. S S, Paryanti, M S. Pengaruh Partisipasi Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Menurunkan Angka Kejadian Medication Error di Bangsal Penyakit Dalam RS RK Charitas Palembang. Maj Kesehat Pharmamedika [Internet]. 2011;(1):211–6. Available from: http://academicjournal.yarsi.ac.id/index.php/majalah-Pharamedika/article/view/437
  14. Aldhwaihi K, Umaru N, Pezzolesi C, Schifano F. A systematic review of the nature of dispensing errors in hospital pharmacies. Integr Pharm Res Pract. 2016;1.
  15. Khansa Maghfira Djatnika, Septo Pawelas Arso SPJ. Analisis Pelaksanaan Manajemen Risiko Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang Tahun 2018. J Kesehat Masy. 2019;7(1):84–92.
  16. Islami K, Arso SP, Lestantyo D. Analisis Pelaksanaan Program Keselamatan Pasien Puskesmas Mangkang, Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2018;6(4):27–41.
Meki Pranata, Abdur Rosyid, & Ainul Malikha. (2021). ANALISIS MEDICATION ERROR FASE PRESCRIBING, TRANSCRIBING DAN DISPENSING DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG. Majalah Farmasi Dan Farmakologi, 25(2), 76-79. https://doi.org/10.20956/mff.v25i2.13383

Downloads

Download data is not yet available.
Fulltext