PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN KARYA INSTALASI BAMBU SEBAGAI PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA PRING LEDOK TINJON

Authors

  • Nugroho Heri Cahyono Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
  • Nala Tri Kusuma UUniversitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
  • Arif Ardy Wibowo Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v9i4.39713

Keywords:

Community empowerment, ecotourism, installation works, bamboo, selfie spot

Abstract

Pring Ledok Tinjon Ecotourism Destination is located south of Prambanan Temple, Sleman, Yogyakarta. The place is strategic right in the location of tourist areas, including Tebing Breksi, Prambanan, Sojwan and Ijo Temple. ecotourism destination has a beautiful place because this located on the banks of the river under a grove of bamboo trees. Pring Ledok Tinjon has been able to process bamboo waste as installation work in the form of regional marker icon products and also swaphoto products which are the current tourist attraction. Community service activity The aim of this community service activity is to enable the manager of the ecotourism destination of Pring Ledok Tinjon to create installation works as area marker as well as swaphoto. The method of implementing this activity includes demonstration, experimentation, socialization, training and mentoring combined with methods of art creation, namely exploration, planning, and creating. Partners are invited to create bamboo-based installation artworks. This activity has succeeded in awareness among managers related to environmental preservation  and has succeeded in providing knowledge about installation works and the ability to create installation works as markers of ecotourism destination icons and installation works as swaphoto from local resources, bamboo waste. the results of the activity process in Pring Ledok Tinjon can developed with creative innovation, so that ecotourism destinations in Pring Ledok Tinjon are more beautiful, comfortable and aesthetic, so that more consumers come, then be able to innovate more for ideas related to photography themes that still uphold local cultural values.   ---   Destinasi Ekowisata Pring Ledok Tinjon berapda di sebelah selatan Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Tempatnya strategis tepat di daerah lokasi kawasan wisata, antara lain wisata Tebing breksi, Candi Prambanan, Candi Sojwan dan Candi Ijo. Destinasi Ekowisata ini memiliki tempat yang asri karena terletak di pinggiran sungai di bawah rimbunan pohon bambu. Pring Ledok Tinjon belum mampu mengolah limbah bambu sebagai karya instalasi berupa produk ikon penanda kawasan dan juga produk spot selfi yang menjadi daya Tarik wisata saat ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan Pengelola destinasi ekowisata pring ledok tinjon dalam menciptakan karya instalasi sebagai penanda kawasan sekaligus sebagai spot selfi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi metode percontohan, eksperimen, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan yang digabungkan dengan metode penciptaan seni yaitu, eksplorasi, perancangan dan perwujudan, mitra diajak untuk berkreasi membuat karya seni instalasi berbahan dasar bambu. Kegiatan ini berhasil memberikan kesadaran kepada pengelola terkait menjaga kelestarian lingkungan dan berhasil memberikan pengetahuan tentang karya instalasi dan kemampuan pengelola wisata untuk menciptakan karya instalasi sebagai penanda kawasan/ikon destinasi ekowisata dan karya instalasi sebagai spot selfi yang berasal dari sumber daya lokal setempat yaitu limbah bambu. Selain itu harapan dalam kegiatan ini, hasil dari proses kegiatan di Pring Ledok Tinjon dapat dikembangkan dengan inovasi secara kreatif, sehingga destinasi ekowisata di Pring ledok tinjon lebih asri, nyaman dan estetis, sehingga konsumen yang datang lebih banyak, kemudian mampu lebih berinovasi lagi untuk ide-ide terkait tema-tema fotografi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya setempat.

References

Adi, P. S. (2021). Perancangan Destination Branding Wisata Sumberawan Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Brand Awareness [Universitas Dinamka Surabaya]. In Universitas Dinamika. https://fdik.dinamika.ac.id/

Arida, I. N. S. (2017). Ekowisata: Pengembangan, Partisipasi Lokal, dan Tantangan Ekowisata. In Denpasar, Cakra Press (2nd ed.). cakra press. https://www.academia.edu/45631962/Pengembangan_Partisipasi_Lokal_dan_Tantangan_Ekowisata_EKOWISATA_EKOWISATA

Ariyanto, A. F., Isnanta, S. D., & Prasetyo, R. E. B. (2022). Perancangan Karya Seni Instalasi Sebagai Elemen Artistik Spot Swafoto Di Ruang Publik Bernuansa Lokal. Acintya Jurnal Penelitian Seni Budaya, 14(2), 144–151. https://doi.org/10.33153/acy.v14i2.4550

Cahyono, N. H. (2021). Konstruksi bangunan sebagai ide penciptaan seni rupa dengan eksplorasi teknik seni grafis. Cilpa Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 6(2), 38–49. https://doi.org/https://doi.org/10.30738/cilpa.v6i2.9846

Henri., Lingga, R., Afriyansyah, B., & Irwanto, R. (2021). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Permisan sebagai Kawasan Ekowisata. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 947–952. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i4.6520

Iskandar, M., Zakiyah, U. N., & Rusmawan, P. N. (2020). Pembuatan Spot Foto Jembatan Kayu Gantung Berbasis Twinkle Light. Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV), 6(3), 18–25. https://proceeding.isas.or.id/index.php/sentrinov/article/view/318

Karyatun, S., Efendi, S., H. Demolingo, R., Wiweka, K., & Putri, A. P. (2021). Between Instagrammable Attraction and Selfie Tourist: Characteristic and Behavior. South Asian Journal of Social Studies and Economics, 12(4), 314–324. https://doi.org/10.9734/sajsse/2021/v12i430338

Riskasari., Arfah, S. R., Syarif, Ahmad., & Suhaeman, I. (2022). Kelompok Pengrajin Limbah Pisang di Desa Bongki Lengkese Kabupaten Sinjai Banana Waste Crafts Group Of Bongki Lengkese Village Sinjai Regency. Jurnal Panrita Abdi, 6(3), 473–480. https://ejournal.stiesyariahbengkalis.ac.id/index.php/iqtishaduna

Rohani. E.D. & Purwoko, Y. (2020). Dampak Sosial Pariwisata Terhadap Masyarakat Desa Ekowisata Pampang Gunung Kidul Menuju Desa Ekowisata Berkelanjutan. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(2), 237. https://doi.org/10.14421/jsr.v14i2.1853

Ulum, S., & Suryani, D. A. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Gamplong. Jurnal Manajemen Publik & Kebijakan Publik (JMPKP), 3(1), 14–24. https://doi.org/10.36085/jmpkp.v3i1.1408

Widiyanto, I. J., Susanto, Dwi, & Cahyono, N. H. (2023). Perang Diponegoro Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis. Cilpa : Jurnal Pendidkan Seni Rupa, 9(2), 13–24. https://doi.org/https://doi.org/10.30738/cilpa.v9i2.16531

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Nugroho Heri Cahyono, Nala Tri Kusuma, & Arif Ardy Wibowo. (2025). PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN KARYA INSTALASI BAMBU SEBAGAI PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA PRING LEDOK TINJON. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 9(4), 967–976. https://doi.org/10.20956/pa.v9i4.39713

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.