Edukasi Pentingnya Stimulasi Perkembangan Anak Sesuai dengan Tahapan Usia pada Orang Tua Anak dengan Permasalahan Perkembangan

Authors

  • Idola Perdana Sulistyoning Suharto Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri
  • Devangga Darma Karingga Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri
  • Endang Mei Yunalia Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri
  • Indah Jayani Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri
  • Moh Alimansur Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri
  • Sri Haryuni Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadir

DOI:

https://doi.org/10.20956/pa.v10i2.47222

Keywords:

Education, stimulation, children development

Abstract

Development is the increase in more complex body functions and structures in gross motor skills, fine motor skills, speech and language, as well as socialization and independence. Development is influenced by several factors: child's gender, nutritional status, history of chronic illness, history of childbirth complications, socioeconomic status, and the provision of developmental stimulation appropriate to the child's age by parents/caregivers. Appropriate stimulation will stimulate the toddler's brain so that the development of motor skills, speech and language, socialization and independence in toddlers occurs optimally. Stimulation is an activity that stimulates the basic abilities of children aged 0-6 years so that children grow and develop optimally. Lack of stimulation can cause deviations in children's development and even permanent disorders. The purpose of this activity is to increase parental knowledge about the importance of stimulating child development according to age stages. The method used in this activity is to provide education. Respondents for this community service activity were parents of toddlers who were waiting in line for growth and development physiotherapy services, a total of 36 participants. To measure the effectiveness of the counseling, respondents were given pre-and post-counseling questionnaires. The results were 36 respondents (102.9%) in attendance, and 35 respondents (97.22%) experienced an increase in knowledge. The Wilcoxon test revealed a significant difference in knowledge before and after the counseling session. The conclusion of this activity is it was successful because it met two success indicators: participant attendance and the number of respondents experiencing an increase in knowledge.

Keywords: Education, stimulation, children development

 

Perkembangan merupakan bertambahnya fungsi dan struktur tubuh yang lebih kompleks pada kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. Perkembangan dipengaruhi oleh beberapa hal. Hal tersebut diantaranya adalah jenis kelamin anak, status nutrisi, riwayat penyakit kronis, riwayat komplikasi persalinan, status sosial ekonomi, dan pemberian stimulasi perkembangan sesuai dengan tahapan usia anak oleh orang tua/pengasuh. Stimulasi yang tepat akan merangsang otak balita sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada balita berlangsung optimal sesuai dengan umur anak. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya stimulasi perkembangan anak sesuai tahapan usia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan atau edukasi. responden kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah orang tua balita yang sedang menunggu antrian pelayanan fisioterapi tumbuh kembang yaitu sejumlah 36 peserta. Untuk mengukur keefektifan penyuluhan, responden diberikan kuesioner pre dan pos penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah kehadiran responden sejumlah 36 responden (102,9%) dan sebanyak 35 responden (97,22 %) mengalami peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan dikatakan berhasil karena telah memenuhi 2 indikator keberhasilan, yaitu kehadiran peserta dan jumlah responden yang mengalami peningkatan pengetahuan.

Kata Kunci: Edukasi, stimulasi, perkembangan anak

References

Amir, N. A. R., Budihastuti, U. R., & Murti, B. (2019). Factors Associated with Development in Children Under Five. Journal of Maternal and Child Health, 04(01), 40–48. DOI: https://doi.org/10.26911/thejmch.2019.04.01.06

Bening, T. P. (2022). Analisis Penerapan Pengetahuan Orang Tua dalam Stimulasi Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Ideas, 8(3), 853–862. DOI: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.829

Davidson, S. M., Khomsan, A., & Riyadi, H. (2020). Status Gizi dan Perkembangan Anak Usia 3-5 Tahun di Kabupaten Bogor. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 8(2), 143–148. DOI: https://doi.org/10.14710/jgi.8.2.143-148

Draper, C. E., Cuartas, J., & Info, A. (2024). The Next 1000 Days: Building on Early Investments for The Health and Development of Young Children. The Lancet, 404(10467), 2094–2116. URL: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(24) 01389-8/abstract

Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan, 53(9), 1689–1699.

Kementerian Kesehatan. (2021). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan lntervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar (Issue April).

Li, X., Yue, Q., Wang, S., Wang, H., Jiang, J., Gong, L., Liu, W., Huang, X., & Xu, T. (2019). Challenges in Early Childhood Development. Child: Care, Health and Development, 43(6), 869–875. DOI: https://doi.org/10.1111/cch.12503

Likhar, A., Baghel, P., & Patil, M. (2022). Early Childhood Development and Social Determinants. Cureus, 14(9). DOI: https://doi.org/10.7759/cureus.29500

Schonhaut, L., Maturana, A., Cepeda, O., & Serón, P. (2021). Predictive Validity of Developmental Screening Questionnaires for Identifying Children With Later Cognitive or Educational Difficulties : A Systematic Review. Frontiers in Pediatrics, 9(November), 1–12. DOI: https://doi.org/10.3389/fped.2021.698549

Simone, H., Pacheco, A., & Filgueiras, M. D. C. (2021). Knowledge of the parents about child development : an integrative review. Reufpi, 10(1), 1–8. DOI: https://doi.org/10.26694/reufpi.v10i1.880

Sri Asri, A. (2018). Hubungan Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 2(1), 1. DOI: https://doi.org/10.23887/jisd.v2i1.13793

Suharto;, I. P. S., Yunalia;, E. M., Emiliana;, P., & Geragam, L. W. (2023). Relationship between Nutritional Status and History of Childbirth Complications with Toddlers Development. Gaster Jurnal Kesehatan, 21(1), 44–54. DOI: https://doi.org/https://doi.org/10.30787/gaster.v21i1.892

Suharto, P. S., Yunalia, E. M., Haryuni, S., Etika, A. N., Ika, K., Rahayu, N., Geragam, L. W., & Tatan, Y. (2023). Pencegahan Sexual Violence pada Anak Melalui Underwear Rule Campaign Prevention Of Sexual Violence in Children Through Underwear Rule Campaign. Panritas Abdi, 7(1), 85–90. DOI: https://doi.org/https://doi.org/10.20956/pa.v7i1.21454

Downloads

Published

2026-05-02

How to Cite

Suharto, I. P. S., Karingga, D. D., Yunalia, E. M., Jayani, I., Alimansur, M., & Haryuni, S. (2026). Edukasi Pentingnya Stimulasi Perkembangan Anak Sesuai dengan Tahapan Usia pada Orang Tua Anak dengan Permasalahan Perkembangan. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 10(2), 400–408. https://doi.org/10.20956/pa.v10i2.47222

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.