Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Madu Tikung di Desa Ensabang Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang

Local Knowledge in The Management of Tikung Honey in Ensabang Village, Sepauk Sub-District, Sintang District

Penulis

  • Desi Natalia Pransiska Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Siti Masitoh Kartikawati Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Muflihati Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24259/perennial.v21i1.35461

Kata Kunci:

Madu Tikung, Tikung darat dan air, Tembesuk, Kearifan lokal, Desa Ensabang

Abstrak

Kearifan merupakan suatu hal yang penting untuk masyarakat beradaptasi dengan alam dan menjadi suatu warisan budaya dalam mengelola sumber daya alam yang ada dengan pengetahuan, norma adat dan budaya yang terkandung dalam konsep berfikir masyarakat itu sendiri. Madu hutan Desa Ensabang Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang merupakan madu yang dihasilkan oleh Lebah Apis dorsata yang dikelola oleh masyarakat dengan menggunakan teknik Tikung, yang dalam pengelolaannya berdasarkan pada pengetahuan lokal masyarakat dan aturan adat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan madu Tikung. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara kepada seluruh petani madu Tikung, dan dianalisis menggunakan analisis Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan madu Tikung dilakukan secara individu, penempatan Tikung diletakkan di pinggir sungai dan di tanah, jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tikung adalah Tembesuk (Fagraea fragrans), dan Kawi (Shorea balangeran). Proses pemanenan madu hutan dilakukan pada malam hari, serta pengemasan dan pemasaran yang dilakukan langsung oleh petani madu. Bentuk aturan adatnya adalah masyarakat dilarang untuk melakukan pembakaran didekat pohon sarang; merusak dan menebang pohon sarang maupun pohon pakan; dan meletakan Tikung dipohon dan dikebun milik orang lain. Terdapat sanksi tertulis dan denda bagi yang mencuri dan mengakui Tikung milik orang lain.

Referensi

Aini, Q.L., Iskandar, & Hardiyansyah, G. (2019). The role of farmer groups in the management of forest bee honey (Apis dorsata fabricus) by the community in Nanga Leboyan Village, Selimbau District, Danau Sentarum Area, Kapuas Hulu Regency. Jurnal Hutan Lestari, 2(2), 84 - 91. http://doi.org/10.26418/jhl.v7i4.38192.

Apriani. (2013). Study of the viscosity of forest honey from several regions in West Sumatra to determine the quality of honey. Journal of Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Padang, (2), 9 - 91.

Hariska, Dewantara, I., & Muflihati. (2021). Lalau honey management by the community of Nanga Lauk Village, Embaloh Hilir District, Kapuas Hulu Regency. Jurnal Hutan Lestari, 9 (1), 37 - 44. https://doi.org/10.26418/jhl.v9i1.45702.

Jamiat, Iskandar, & Idam M. (2019). Community local wisdom in preserving natural honey bees with Tikung technique in the Siawan Belida area of Kapuas Hulu. Journal of Sustainable Forest. 7(2), 743-752. https://doi.org/10.26418/jhl.v7i2.33843.

Martawijaya, A., Kartusajana, I., & Kadir, K. (2005). Atlas of Indonesian Wood. Third printing (revised edition). Bogor: Forestry Research and Development Agency.

Ratnasari, D., Wardhani, K.A.H., & Sary, N.Y. (2022). Identification of food plants for Apis dorsata honey bees in Kapuas Hulu Regency. Jurnal Hutan Lestari, 10(3), 661-670. https://doi.org/10.26418/jhl.v10i3.57272.

Saito, M., Orgino, S., Ueno, M., Kubu, K., Nagita, J., & Takeuchi, M. (2015). High dose og gsrcinia cambogia is effective in suppressing fat accumulation in developing male zucker obese rats, but highly toxic to the testes. Food and chemical toxicology. 43(3), 411-419.

Savitri. (2017). Quality of local Honey from Several Regions in Temanggung Regency. Undip Journal, 2(1), 58 - 66. https://doi.org/10.14710/baf.2.1.2017.58-66.

Sofia, Zainal, S., & Roslinda, E. (2017). Community wisdom-based forest honey management in Semalah Village and Melemba Village in the Danau Sentarum area of Kapuas Hulu District. Sustainable forest journal, 209 - 217. https://doi.org/10.26418/jhl.v5i2.19096.

Widodo. (2015). Character education based on local wisdom in schools. Yogyakarta: Lesson Library.

Telah diserahkan

2024-06-13

Diterima

2024-08-20

Diterbitkan

2025-04-30

Cara Mengutip

Pransiska, D. N., Kartikawati, S. M., & Muflihati. (2025). Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Madu Tikung di Desa Ensabang Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang: Local Knowledge in The Management of Tikung Honey in Ensabang Village, Sepauk Sub-District, Sintang District. PERENNIAL, 21(1), 8–14. https://doi.org/10.24259/perennial.v21i1.35461