Pendugaan Kesehatan Pohon di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Trees Health Assessment in Bogor Botanical Garden, West Java
DOI:
https://doi.org/10.24259/perennial.v21i1.43003Kata Kunci:
hutan, kesehatan, kerusakan, pemantauan, pohonAbstrak
Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan kawasan konservasi tumbuhan ex-situ yang ditujukan untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Sebagai tujuan wisata, KRB menarik banyak orang setiap harinya. Aktivitas manusia dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung menyebabkan kerusakan pada koleksi. Pada tahun 2021, 2022, dan 2023 dilakukan pemantauan kesehatan pohon dengan metode Forest Health Monitoring dan diulangi pada tahun 2024 dengan penelitian ini untuk membantu manajemen KRB dalam memastikan koleksi pohon tetap sehat dan lestari serta menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pengunjung. Tujuh kluster berdasarkan dominasi famili pohon telah dibuat untuk pemantauan kesehatan pohon. Pemantauan meliputi lokasi, jenis, dan tingkat keparahan kerusakan pada masing-masing pohon di kluster 2, 3, 5, dan 6. Beberapa jenis kerusakan baru ditemukan. Namun, Nilai Indeks Kerusakan (NIK) pada tahun 2024 di kluster 2, 3, dan 6 masih dikategorikan sehat dan NIK kluster 5 berubah menjadi kategori kerusakan ringan. Kerusakan yang terjadi saling bergantung, dimana satu kerusakan dapat menyebabkan kerusakan lainnya. Hal ini menunjukkan pentingnya pengelola KRB untuk segera melakukan tindakan terhadap pohon-pohon yang mengalami kerusakan untuk mempertahankan koleksi.
Referensi
Abimanyu, B., Safe’i, R., & Hidayat, W. (2019). Analisis kerusakan pohon di Hutan Kota Stadion Kota Metro Provinsi Lampung. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.30598?jhppk.2019.3.1.1
Affandi, S. D., Halimatussadiah, A., & Asrofani, F. W. (2020). Visitors’ preferences on the characteristics of bogor botanical gardens. Sustainability (Switzerland), 12(22), 1–18. https://doi.org/10.3390/su12229489
Arisanti, S., Sulistyantara, B., & Nasrullah, N. (2022). Evaluasi kerusakan fisik pohon dalam upaya menghadirkan pohon jalur hijau yang aman di Kota Padang. Jurnal Lanskap Indonesia, 14(2), 69–77. https://doi.org/10.29244/jli.v14i2.40196
Arwanda, E. R., Safe’i, R., Kaskoyo, H., & Herwanti, S. (2021). Identifikasi kerusakan pohon pada hutan tanaman rakyat pil, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Agro Bali : Agricultural Journal, 4(3), 351–361. https://doi.org/10.37637/ab.v4i3.746
Emil, M. F. P. (2021). Karakteristik habitat dan pohon sarang semut rangrang (Oecophylla smaragdina) di lingkungan kampus uin ar-raniry Banda Aceh sebagai penunjang praktikum ekologi hewan. Ar-Raniry State Islamic University.
Erwin, Budi, A. S., & Mardji, D. (2002). Dampak serangan patogen kanker batang terhadap struktur anatomi kayu dari pohon karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) bekas terbakar di pt inhutani i Batuampar. Equator, 1(2), 53–74.
Fikri, K., Latifah, S., & Aji, I. M. L. (2023). Identifikasi tipe kerusakan pohon di rth kampus Universitas Mataram. Journal of Forest Science Avicennia, 06(01), 12–25. https://doi.org/10.22219/avicennia.v6i1.21637
Fitriandhini, D., & Putra, A. (2022). Dampak kerusakan ekosistem hutan oleh aktivitas manusia: tinjauan terhadap keseimbangan lingkungan Dan keanekaragaman hayati. Jurnal Kependudukan Dan Pembangunan Lingkungan, 3(April), 217–226.
Herliyana, E. N. (2012). Laporan awal penyakit busuk akar ,erah Ganoderma sp. pada Agathis sp. (damar) di hutan pendidikan gunung walat, Sukabumi, Jawa Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 3(2), 102–107.
Indriani, Y., Safe’i, R., Kaskoyo, H., & Darmawan, A. (2020). Vitalitas sebagai salah satu indikator kesehatan hutan konservasi. Perennial, 16(2), 40–46. https://doi.org/10.24259/perennial.v16i2.9244
Insany, G. P., Kharisma, I. L., & Al-Basori, C. (2024). Klasifikasi tanaman hias Philodendron berdasarkan citra daun menggunakan metode convolutional neural network. Journal Creative Education of Research in Information Technology and Artificial Informatics, 10(2), 136–144. https://doi.org/10.33050/cerita.v10i2.3238
Mangold, R. (1997). Forest Health Monitoring: Field Methods Guide. Asheville NC(US): USDA Forest Service.
Miardini, A. (2006). Analisis kesehatan pohon di Kebun Raya Bogor. Retrieved from https://repository.unja.ac.id/30887/%0Ahttps://repository.unja.ac.id/30887/6/Daftar Pustaka.pdf
Nabawiah, S. (2023). Kesehatan pohon di kluster 5 forest health monitoring Kebun Raya Bogor. Bogor Agricultural University.
Nuhamara, S. T., Kasno, & Irawan, U. S. (2001). Assessment on damage indicators in forest health monitoring to monitor the sustainability of Indonesian tropical rain forest. In: Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP.
Pamunca, A. R. (2022). Analisis kesehatan pohon famili Fabaceae di Kebun Raya Bogor. Bogor Agricultural University.
Prabawati, U. (2017). Serangan konk pada pohon di jalur wisata Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Bogor Agricultural University.
Pratiwi, S, L., & Safe’i, R. (2018). Penilaian vitalitas pohon jati dengan forest health monitoring di kph Balapulang. Jurnal Ecogreen, 4(1), 9–16.
Presidential Regulation Number 83 of 2023 on the Organization of Botanical Gardens. The Government of the Republic of Indonesia https://peraturan.bpk.go.id/Details/274235/perpres-no-83-tahun-2023 (accessed, March 25, 2024).
Putra, E. I. (2004). Pengembangan metode penilaian kesehatan hutan alam produksi. Bogor Agricultural University.
Rachmadiyanto, A. N. (2024). Kesehatan, biomekanika, dan arsitektur akar pohon Dipterokarpa berukuran besar dan tua pada lanskap perkotaan di Kebun Raya Bogor. Bogor Agricultural University.
Ridwan, A. R. A. (2021). Tree health analysis for Apocynaceae, Myristicaceae, Flacourtiaceae, Achariaceae and Salicaceae families in Bogor Botanical Garden (bbg). Bogor Agricultural University.
Rikto. (2010). Tipe kerusakan pohon hutan kota (studi kasus : hutan kota bentuk jalur hijau, kota Bogor - Jawa Barat). Bogor Agricultural University.
Robinda, I. D. (2023). Serangan rayap tanah terhadap tegakan pohon di Kebun Raya Bogor. Bogor Agricultural University.
Safe’i, R., Kaskoyo, H., & Darmawan, A. (2020). Analisis kesehatan pohon dengan menggunakan metode forest health monitoring (studi kasus pada tiga fungsi hutan di Provinsi Lampung). In H. F, S. IGEPS, H. MR, & M. AQ (Eds.), Virtual Seminar dan Konferensi Nasional Manajemen Strategis pada Sektor Publik: Capacity Building dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Aparatur Menghadapi Governance Crisis akibat Pandemi COVID-19 (pp. 42–53). Malang: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
Simamora, T. T. H., Indriyanto, & Bintoro, A. (2015). Identifikasi jenis liana dan tumbuhan penopangnya di blok perlindungan taman hutan raya Wan Abdul Rachman. Jurnal Sylva Lestari, 3(2), 31. https://doi.org/10.23960/jsl2331-42
Stanton, D. E., Huallpa Chávez, J., Villegas, L., Villasante, F., Armesto, J., Hedin, L. O., & Horn, H. (2014). Epiphytes improve host plant water use by microenvironment modification. Functional Ecology, 28(5), 1274–1283. https://doi.org/10.1111/1365-2435.12249
Supriyanto, & Iskandar, T. (2019). Penilaian kesehatan kebun benih semai Pinus merkusii dengan metode fhm (forest health monitoring) di kph Sumedang. Journal of Tropical Silviculture, 9(2), 99–108. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.9.2.99-108
Suwarna, U., Matangaran, J. R., & Harmawan, F. (2014). Kerusakan tegakan tinggal akibat pemanenan kayu di hutan alam rawa gambut. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(1), 83–89.
Wahyuni, D. S. (2023). Analisis kesehatan pohon di vak xxiv a di Kebun Raya Bogor. Bogor Agricultural University.
Waruwu, E., Firdara, E. K., Octavianus, R., Nuwa, & Triyadi, A. (2022). Evaluasi kesehatan pohon menggunakan indikator forest health monitoring pada ruang terbuka hijau Universitas Palangka Raya. Hutan Tropika, 16(1), 26–44. https://doi.org/10.36873/jht.v16i1.2964.





