Indeks Kenyamanan Berdasarkan Kondisi Iklim Mikro dan Persepsi Pengunjung di Bukit Pelangi, Kota Sangatta
Comfort Index Based on Microclimate Conditions and Visitor Perceptions in Bukit Pelangi, Sangatta City
DOI:
https://doi.org/10.24259/perennial.v22i1.46354Kata Kunci:
Kawasan Bukit Pelangi, Taman Venus, Iklim Mikro, Indeks Kenyamanan, Persepsi PengunjungAbstrak
Bukit Pelangi adalah salah satu kawasan yang memiliki ruang terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota Sangatta. Taman Venus yang terletak di kawasan Bukit Pelangi mempunyai banyak fungsi diantaranya sebagai penyerap karbon dioksida (CO2), menghasilkan oksigen (O2), menurunkan suhu lingkungan, dan memberikan suasana sejuk, sehingga menjadi salah satu pilihan tempat untuk bersantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi iklim iklim mikro dan mengetahui tingkat kenyamanan pada tiga tutupan lahan berbeda (Taman Venus, area terbangun, dan lahan terbuka) serta mengetahui persepsi pengunjung terhadap kenyamanan dan fasilitas yang tersedia di Taman Venus, Kota Sangatta. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat Environment meter selama 30 hari dengan indikator yang diukur yaitu intensitas cahaya, suhu udara, kelembaban udara, dan persepsi pengunjung berdasarkan kuisioner. Hasil menunjukkan intensitas cahaya rata-rata di Taman Venus sebesar 897,2 lux, area terbangun sebesar 1.690,5 lux, dan lahan terbuka sebesar 2.006,9 lux. Suhu udara rata-rata Taman Venus sebesar 28,1°C, area terbangun sebesar 29.3°C, dan lahan terbuka sebesar 29,9°C,. Kelembapan udara rata-rata di Taman Venus sebesar 81,1%, area terbangun sebesar 76,2% dan lahan terbuka sebesar 75,2%. Indeks kenyamanan (Temperature Humidity Index) di Taman Venus (27,3), area terbangun (27,9), dan lahan terbuka (28,4) termasuk kategori nyaman. Berdasarkan persepsi pengunjung mengenai tingkat kenyamanan di Taman Venus termasuk kategori baik. Informasi tentang indeks kenyamanan dan persepsi pengunjung dapat digunakan sebagai rujukan dalam perencanaan pembangunan ruang terbuka hijau, seperti taman kota, hutan kota, dan area ruang terbuka lainnya.
Referensi
Aram, F., Solgi, E., Baghaee, S., García, E.H., Mosavi, A., & Band, S.S. (2022). How parks provide thermal comfort perception in the metropolitan cores: A case study in Madrid Mediterranean Climatic Zone. Clim Risk Manag, 30, 100245. https://doi.org/10.1016/j.crm.2020.100245.
Arrar, F.H., Kaoula, D., Matallah, M.E., Abdessemed-Foufa, A., Taleghani, M., & Attia, S. (2022). Quantification of outdoor thermal comfort levels under sea breeze in the historical city fabric: The case of Algiers Casbah. Atmosphere, 13 (575), 1-30. https://doi.org/10.3390/atmos13040575.
Badan Pusat Statistik Kutai Timur. (2023). Katalog BPS Kutim. BPS Kota Sangatta.
Baruti, M.M., Yahia, M.W., & Johansson, E. (2024). Spatial and temporal variations of microclimate and outdoor thermal comfort in informal settlements of warm humid Dar es Salaam, Tanzania. Heliyon, 10, e23160. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e23160.
Bille, R.A., Jensen, K.E., & Buitenwerf, R. (2023). Global patterns in urban green space are strongly linked to human development and population density. Urban For Urban Green, 86, 127980. https://doi.org/10.1016/j.ufug.2023.127980.
Dissanayake, C. & Weerasinghe, U.G.D. (2021). Urban microclimate and outdoor thermal comfort of public spaces in warm-humid cities: A comparative bibliometric mapping of the literature. Am J Clim Change, 10, 433-466. https://doi.org10.4236/ajcc.2021.104023.
Dollah, A.S., Nirwana, Mustafa, M., & Putri, A.M.J. (2023). The social performance of the green open space (GOS) in Karebosi Field Complex. Soc Sci Hum Open, 8 (1), 1-9. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2023.100540.
Etwiory, N. K. M., Londa, T. K., & Tulandi, D. A. (2022). Efektivitas pembelajaran eksploratif tentang konsep dan proses fisika pada dinamika harian iklim mikro di permukaan lahan bervegetasi dan tidak bervegetasi. Charm Sains: Jurnal Pendidikan Fisika, 3(2), 60-67. https://doi.org/10.53682/charmsains.v3i2.174.
Frick, H. & Suskiyanto, B. (1998). Dasar-dasar eko-arsitektur. Kanisius. Yogyakarta.
He, Q., & Reith, A. (2023). A Study on the impact of green infrastructure on microclimate and thermal comfort. Pollack Periodica, 18(1), 42-48. https://doi.org/10.1556/606.2022.00668.
Hunter, R.F., Nieuwenhuijsen, M., Fabian, C., Murphy, N., O´Hara, K., Rappe, E., Sallis, J.F., Lambert, E.V., Duenas, O.L.S., Sugiyama, T., & Kahlmeier, S. (2023). Advancing urban green and blue space contributions to public health. Viewpoint, 8, e735-e742. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(23)00156-1.
Karyati, Assholihat, N.K., & Syafrudin, M. (2020). Iklim mikro tiga penggunaan lahan berbeda di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Agrifor, 19(1), 11-22. https://doi.org/10.31293/af.v19i1.4576.
Karyati, Cahyaningprastiwi, S.R., & Sarminah S. (2021). Karakteristik iklim mikro di Taman Sejati Kota Samarinda. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa, 7(1): 11-22. https://doi.org/10.20886/jped.2021.7.1.11-22.
Karyati, Yusak, M.Y., & Syafrudin, M. (2023). Iklim mikro di bawah tegakan pohon kombinasi angsana (Pterocarpus indicus) dan glodokan (Polyalthia longifolia) di median Jalan Mayor Jenderal S. Parman di Kota Samarinda. Agrifor, 22(1), 43-54. https://doi.org/10.31293/agrifor.v22i1.6331.
Karyati, Karmini, Sari, D.R., Ruslim, Y., & Karhani, M. (2025). Climatological aspects and visitors' comfort perceptions in green open spaces of Samarinda City, East Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas, 26(6): 2806-2820. https://doi.org/10.13057/biodiv/d260625.
Lai, D., Lian, Z., Liu, W., Guo, C., Liu, W., Liu, K., Chen, Q. (2020). A comprehensive review of thermal comfort studies in urban open spaces. Sci Total Environ, 742, 140092. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.140092.
Maarebia, C. D., Supit, J. M., & Pakasi, S. E. (2017). Identifikasi ruang terbuka hijau di kawasan Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget Kota Manado. Jurnal Universitas Sam Ratulangi, 9(1): 1-22.
Sabaruddin, L. (2012). Agroklimatologi aspek-aspek klimatik untuk sistem budidaya tanaman. Bandung: Alfabeta.
Sutapa, I.D.A., Mbarep, D.P.P., Hasibuan, H.S., & Zalewski, M. (2023). Ecohydrology approach to strengthen public green open space management towards comfortable common space and playground in Kalijodo Area - Jakarta Province, Indonesia. Ecohydrol Hydrobiol, 23(4), 518-531. https://doi.org/10.1016/j.ecohyd.2023.04.005.
Taufiq, A., & Wulandari, C. (2022). Comfort level of green open space in Bandar Lampung based on climate and humidity. Jurnal Belantara, 5(1), 01-13. https://doi.org/10.29303/jbl.v5i1.847.
Wahyu, D. A., & Kuswaji Dwi, P. (2019). Analisis potensi obyek wisata dan pengembangan di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).





