Produktivitas Pohon Sebagai Indikator Kesehatan Hutan di Sekitar Lokasi Wisata Pemandian Way Belerang Simpur, Kalianda, Lampung Selatan

Tree Productivity as an Indicator of Forest Health Around The Tourist Location of The Way Belerang Simpur Bathing, Kalianda, South Lampung

Penulis

  • Novi Yunita Larasati Departement of Forestry, Faculty of Agriculture, Lampung University, Bandar Lampung 35145, Indonesia
  • Rahmat Safe'i Departement of Forestry, Faculty of Agriculture, Lampung University, Bandar Lampung 35145, Indonesia
  • Machya Kartika Tsani Departement of Forestry, Faculty of Agriculture, Lampung University, Bandar Lampung 35145, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24259/perennial.v22i1.49625

Kata Kunci:

Forest Health Monitoring, Hutan Lindung, Luas Bidang Dasar, Produktivitas Pohon, Way Belerang Simpur

Abstrak

Pemandian Way Belerang Simpur di Kalianda, Lampung Selatan, adalah hutan lindung dan hutan desa yang kaya akan vegetasi tropis, termasuk pohon kayu dan bukan kayu. Namun, dengan perkembangan wisata menimbulkan tekanan terhadap vegetasi pohon yang ada di sekitar lokasi terhadap pertumbuhan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter (indikator) produktivitas pohon dan mendapatkan nilai akhir di sekitar lokasi wisata pemandian berelang simpur, Kalianda, Lampung Selatan sebagai salah satu indikator penilaian kesehatan hutan. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel klaster plot FHM (Forest Health Monitoring) yang menghasilkan penentuan 4 klaster plot di Sekitar Lokasi Wisata Pemandian Way Belerang Simpur. Analisis data parameter (indikator) produktivitas pohon menggunakan rumus LBD (Luas Bidang Dasar) = 1/4 πd². Penilaian kesehatan hutan diperoleh dari nilai akhir kondisi kesehatan hutan yang dirumuskan oleh NKH (Nilai Kesehatan Hutan)  = NT (Nilai Tertimbang) x NS (Nilai Skor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter (indikator) produktivitas pohon untuk setiap klaster plot adalah 85.109 m² (klaster 1), 81.455 m² (klaster 2), 128.569 m² (klaster 3), dan 12.879 m² (klaster 4). Nilai akhir produktivitas pohon yaitu 1.00 – 1.85 kategori sedang. Skor produktivitas pohon akhir untuk kesehatan hutan mencerminkan bahwa kawasan hutan belum dikelola secara optimal sehingga memerlukan adanya penanaman pohon agar pertumbuhan pohon tetap terjaga. Dengan demikian, nilai parameter (indikator) produktivitas pohon 77.003. Adapun nilai akhir dari rata- rata produktivitas pohon yaitu 1.60 dengan status kategori sedang.

Referensi

Ansori, D. P., Safe'i, R., & Kaskoyo, H. (2020). Penilaian indikator kesehatan hutan rakyat pada beberapa pola tanam (Studi Kasus Di Desa Buana Sakti, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur). Perennial, 16(1), 1-6.

Haikal, F. F., Safe’i, R., & Darmawan, A. (2020). Pentingnya pemantauan kesehatan hutan dalam pengelolaan hutan komunitas (Studi Kasus HKM Beringin Jaya yang dikelola oleh KTH Lestari Jaya 8). Jurnal Hutan Pulau Kecil, 4(1), 31–43.

Hardjana, A. K., & Suastati, S. (2014). Produktivitas tegakan tanaman meranti tembaga (Shorea leprosula Miq) dari ekstrak alami dan stek tunas. Jurnal Penelitian Dipterocarp, 8(1), 47-58. https://doi.org/10.20886/jped.2014.8.1.47-58.

Indrasari, D., Wulandari, C., & Bintoro, A. (2017). Pengembangan potensi hasil hutan non kayu oleh kelompok sadar Hutan Lestari Wana Agung di Register 22 Way Waya Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Sylva Lestari, 5(1), 81–91. https://doi.org/10.23960/jsl1581-91.

Kuswandi, R. (2017). Model pertumbuhan tegakan hutan alam bekas tebangan dengan sistem tebang pilih di papua. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 11(1), 45-55.

Permadi, P., Lelana, N. E., Anggraeni, I., & Darwiat, W. (2017). "Seminar Formulation". In: National seminar on forest health and forest management health for forest productivity. Bogor: R&D Center for Increasing Forest Production, 1(2), 14-16.

Pinatih, D. A. S. P., Kusmiyarti, T. B., & Susila, K. D. (2015). Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Kabupaten Denpasar Selatan. Jurnal Agroecoteknologi Tropis, 4(4), 282-292.

Pratiwi, L., & Safe'i, R. (2018). Penilaian vitalitas pohon jati dengan forest health monitoring di KPH Balapulang. Ecogreen, 4(1), 9-15.

Puspita, E. N., Safe'i, R., Kaskoyo, H., & Hilmanto, R. (2021). Assessment of People's Forest Health Indicators on Agroforestry Planting Patterns (Case Study of People's Forests Owned by Members of Gapoktan Satria Rimba Kubu Batu Village, Way Khilau District, Pesawaran Regency. Indonesian Journal of Conservation, 10(1), 27-33.

Safe’i, R., Wulandari, C., Kurniasari, N., Bakri, S., Dewi, S.B., & Riyanto. (2024). Persepsi kelompok tani hutan sebagai variabel mediasi dalam mencapai tujuan sebagai anggota kemitraan kehutanan. Jurnal Sylva Lestari, 12(2), 401-417. https://doi.org/10.23960/jsl.v12i2.867.

Safe'i, R., Darmawan, A., Kaskoyo, H., & Rezinda, G. F. C. (2021). Analisis Perubahan Nilai Status Kesehatan Hutan di Hutan Konservasi (Studi Kasus: Blok Koleksi Tumbuhan dan Hewan di Taman Hutan Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Jurnal Fisika: Seri Konferensi; 1842(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1842/1/012049.

Safe'i, R., & Rahman, N. A. (2022). Penilaian kesehatan Tahura Banten sebagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati. Prosiding Konferensi AIP, 2563. https://doi.org/10.1063/5.0104731.

Safe'i, R., Andrian, R., Maryono, T., Tapasya, S., & Gandadipoera, F. H. M. (2024). Assessment of tree damage with the forest health monitoring (FHM) method and the convolutional neural network (CNN) method. IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 1352(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1352/1/012049.

Safe’i, R., Latumahina, F. S., Suroso, E., & Warsono. (2020). Identification of durian tree health (Durio zibethinus) in the prospective nusantara garden Wan Abdul Rachman Lampung Indonesia. Plant Cell Biotechnology and Molecular Biology, 41(42), 103-110.

Safe’i, R., & Upe, A. (2022). Mapping of tree health categories in community forests in Lampung Province. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 995(1).

Safe'i, R., Wulandari, C., & Kaskoyo, H. (2019). Assessment of forest health in various types of forests in lampung province. Jurnal Sylva Lestari, 7(1), 95-109. https://doi.org/10.23960/jsl1795-109.

Safe'i, R., Rezinda, G. F. C., Banuwa, S. I., Harianto, P. S., Yuwono, B. S., Rohman, A. N., & Indriani, Y. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan hutan yang dikelola masyarakat. Penelitian Lingkungan dan Ekologi, 10(4), 467-474. https://doi.org/10.13189/eer.2022.100405.

Safe'i, R., Hardjanto, H., Supriyanto, S., & Sundawati, L. (2015). Pengembangan metode penilaian kesehatan hutan masyarakat sengon ((Miq.) Barneby & J.W. Grimes). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 12(3), 175-187. https://doi.org/10.59465/jpht.v12i3.872.

Telah diserahkan

2026-01-27

Diterima

2026-04-13

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Larasati, N. Y., Safe'i, R., & Tsani, M. K. (2026). Produktivitas Pohon Sebagai Indikator Kesehatan Hutan di Sekitar Lokasi Wisata Pemandian Way Belerang Simpur, Kalianda, Lampung Selatan: Tree Productivity as an Indicator of Forest Health Around The Tourist Location of The Way Belerang Simpur Bathing, Kalianda, South Lampung. PERENNIAL, 22(1), 30–36. https://doi.org/10.24259/perennial.v22i1.49625