Tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) skala tradisional di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan

Authors

  • Achmar Mallawa Departemen Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
  • Faisal Amir Departemen Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
  • Safruddin Safruddin Departemen Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin
  • Elsa Mallawa Fakultas Perikanan Universitas Andi Djemma Palopo

Abstract

Fenomena menurunnya kondisi stok ikan selain dipengaruhi oleh intensitas penangkapan yang tinggi, juga tingkat keberlanjutan teknologi penangkapan ikan yang dipergunakan. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang tradisional di perairan Selat Makassar. Data berkaitan 14 parameter keberlanjutan teknologi penangkapan ikan dalam CCRF dikumpulkan saat kegiatan penangkapan ikan dan wawancara dari April 2017 – Nopember 2018. Hasil penelitian bahwa capaian 14 parameter keberlanjutan alat penangkapan ikan yang diamati yaitu pancing tonda layangan, pancing tangan, rawai tegak dan bandrong cakalang hampir sama kecuali pada dampak teknologi terhadap habitat dan persentase ikan layak tangkap. Sebanyak 12 parameter mengindikasikan empat alat tangkap tersebut berkelanjutan dan dua parameter kurang berkelanjutan yaitu keuntungan usaha dan penggunaan tenaga kerja. Kesimpulan bahwa empat alat penangkapan ikan cakalang skala tradisional yaitu pancing tangan, pancing tonda layangan, rawai tegak dan bandrong cakalang dikategorikan sebagai alat penangkapan ikan berkelanjutan. Pancing tangan, pancing tonda layangan dan rawai tegak memiliki tingkat keberlanjutan moderat dan bandrong cakalang memiliki tingkat keberlanjutan tinggiKata kunci: keberlanjutan, alat penangkapan ikan, tradisional, cakalang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amande, M.J., Ariz, J., Chassot, E., Moline, A.D., Gaertner, D., Murua, H, Chavance, P. 2010. By-catch of the European purse seine tuna fishery in the Atlantic Ocean for the 2003 – 2007 period. Aquatic Living Resources, 23, 353 – 362. doi: 10.1051/alr/2011003.

Beverly, S., Griffiths, D., & Lee, R. 2012. Anchored fish aggregating devices for artisanal fisheries in South and Southeast Asia: benefit and risk. FAO Regional Office for Asia and the Pacific, Bangkok, Thailand. RAP Publication.

Bourjea, J., Clermont, S., Delgado, A., Murua, H., Ruiz, J., Ciccione, S., & Pierre, C. 2014. Marine turtle interaction with purse seine fishery in the Atlantic and Indian Ocean: lesson for management. Biological Conservation, 178, 74 – 87. doi.org/10.1016/ j.biocon. 2014. 06.020.

Bromhead D, Foster J, Attard R, Findlay J, & Kalish, J. 2003. A review of the impact of fish aggregating devices (FADs) on tuna fisheries. Final Report to the Fisheries Resources.

Dagorn, L., Holland, K.N., Restrevo, P., & Moreno, G. 2013. Is it good or bad to fish with FADs? What are the real impact of the use of drifting FADs on pelagic marine ecosystems? Fish and Fisheries, 14: 391-415. doi: 10.1111/j.1467-2979.2012.00478x.

Davies, K.T., Mesr, C.C. & Milner - Gulland, E.J. 2014. The past, present and future use of drifting fish aggregation devices (FADs) in the Indian Ocean. Elsevier, Marine Policy, 45: 163 – 170.

DirJen Tangkap, 2014. Peta keragaan perikanan tangkap Indonesia. Kemeterian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.

FAO, 1995. Code of Conduct for Responsible Fisheries. FAO, Rome.

Hall, M. A., & Roman, M. 2013. By-catch and non-tuna catch in the tropical tuna purse seine fisheries of the world. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper no. 568. Retrieved January 21, 2019 from https://www.fao.org./fishery.

Hare, S.R., Harley, S.J., & Hampton, W.J. 2015. Verifying FAD-association in purse seine catches on the base of catch sampling. Fisheries Research 172, 361 – 372.

Leroy, B., Phillips, J.S., Nicole, S., Pilling, G.M., Harley, S., Bromhead, D., Hampton, J. 2013. A critique of the ecosystem impacts of drifting and anchored FADs use by purse-seine tuna fisheries in the Western and Central Pacific Ocean. Aquat. Living Resources 26: 49 – 61. doi. 10.1051/alr/2012033.

Mallawa, A. 2016a. Size structure of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) captured by pole and line fishermen inside and outside of fish aggregation devices in Bone Bay waters. International Journal of Scientific and Technology Research 5 (9): 159 – 163.

Mallawa, A. 2016b. Persentase ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) layak tangkap hasil tangkapan nelayan di perairan WPP RI 713. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan 3: 547 – 554.

Mallawa, A., Musbir, Farida, S dan Faisal, A. 2016. Aspek perikanan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan Barru, Sulawesi Selatan. Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 3(5): 392 – 404.

Mallawa, A., Amir, F & Safruddin. Kajian Wilayah Pengelolaan Perikanan 713 menjadi wilayah pengelaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) berkelanjutan. Tahun II: Kinerja dan tingkat keberlanjutan teknologi penangkapan ikan cakalang di WPP RI 713. Laporan Penelitian, LP2M Universitas Hasanuddin. 208 hal.

Mallawa, A., Amir, F., Safruddin & Mallawa, E. 2018. Keberlanjutan teknologi penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan Teluk Bone. Marine Fisheries 9 (1): 93 – 106.

Mallawa A. 2020. Comparison of catches of skipjack purse seine inside and the outside of the FADs areas. Pertanika Journal Science and Technology 28(2): 717 – 733.

Menard, F.B, Stequert, A.R, Herrera, R and Marchal, E. 2000. Food consumtion of tuna in the Equatorial Atlantic Ocean, FAD Associated versus unassociated schools. J. Aquatic Living Resources 13: 233 – 240.

Murua, J., Moreno, G., Hall, M., Dagorn, L., Itano, M., & Restrepo, V. 2017. Toward global non-entangling fish aggregation device (FAD) use in tropical tuna purse seine fisheries through participatory approach. ISSF Technical report 2017-07. International Seafood Sustainability Foundation, Washington D.C USA.

Romanov, E.V. 2008. By-catch and discard catch in the Soviet purse seine tuna fisheries on FAD-associated school in the north equatorial area on the Western Indian Ocean. Western Indian Ocean J. Mar. Sci. vol. 7 (2), 163 – 174.

Scott, P.G., & Lopez, J. 2014. The Use of FADs in tuna fisheries. Directorate General for Internal Policies, European Parliament, Committee in Fisheries. Retrieved January 18, 2017 from http://www.europarl.europa.eu/studies.

Susaniati, W. 2014. Biologi populasi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) diperairan Laut Flores. (Unpublished Magister Thesis), Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Hasanuddin.

Wang, X., Xu, L., Chen, Y.,Zhu, G.,Tian, S and Zhu,J., 2012. Impact of fish aggregation devices on size structures of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). Aquat. Ecol. DOI 10-1007/s.10452-012-9405-0, Published online.

Downloads

Published

2020-07-22

How to Cite

Mallawa, A., Amir, F., Safruddin, S., & Mallawa, E. (2020). Tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) skala tradisional di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan. Prosiding Simposium Nasional Kelautan Dan Perikanan, (7). Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/proceedingsimnaskp/article/view/10811