Pelatihan Pembuatan Nugget Cumi dan Kelayakan Usahanya di Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas

Authors

  • Muhamad Firdaus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya
  • Bambang Dwi Argo Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya
  • Atiek Iriany Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya
  • Dhanny Septimawan Sutopo Fakultas Matematika dan Ilmu Alam, Universitas Brawijaya
  • Danang Ariyanto Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya
  • Marhen Andan Prasetyo Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya

Abstract

Perairan kepulauan Anambas terletak di Wilayah Pengelolaan Perikanan Laut Cina Selatan yang memiliki sumberdaya perairan pelagis dan demersal banyak, diantaranya adalah cumi-cumi. Desa Air Bini adalah sentra industri cumi kering di kabupaten Anambas. Pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah komoditas ini di desa Air Bini masih terbatas pada pengolahan cumi asin kering. Produk ini utamanya dipasarkan dalam bentuk utuh ke Tanjung Pinang, Batam dan Jakarta. Cumi kering adalah produk yang dapat didiversifikasi menjadi nugget. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan pembuatan nugget cumi kepada ibu-ibu pengusaha dan pengolah cumi asin dan penilaian kelayakan usahanya. Kegiatan ini dilaksanakan di UKM Nadine Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah participatory rural appraisal (PRA). Data kegiatan didapat melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif dan dokumentasi dalam proses pembuatan nugget cumi. Pengambilan data dimulai dari proses pengadaan bahan baku sampai pada produk akhir yang dihasilkan. Analisa usaha yang dianalisis terdiri dari biaya produksi, keuntungan, BEP, dan analisa R/C ratio. Tahapan pembuatan nugget cumi meliputi persiapan bahan baku, persiapan bahan tambahan, penggilingan cumi kering asin dengan bahan tambahan, pembuatan adonan, pengukusan, battering, breading dan penggorengan. Hasil analisis usaha menunjukkan bahwa usaha nugget cumi dalam setahun membutuhkan biaya total Rp 159.144.620,-, dengan keuntungan sebesar Rp 43.655.380,-, dan nilai pulang balik tiap kemasan sebesar Rp 7.136 atau terjual sebanyak 4.894 kemasan dan memiliki nilai R/C ratio 1,27.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik, 2019. Kabupaten kepulauan Anambas Dalam Angka. Pemerintah Kabupaten Anambas, Terempa.

Firdaus, M., C.A. Intyas. 2020. Efisiensi Kapasitas dan Biaya Produksi Kerupuk Ikan melalui Penggunaan Mesin Pengadonan pada UKM Maharani, PengabdianMu. Vol 5 (2), Maret 2020.

Ismawati, R.D., Putri. 2018. Uji Kesukaan dan kelayakan usaha produk nugget ikan lele, Cemara, vol. 15 (2), 1-5. ISSN: 2087-3484.

Suradi, A. Haslindah, Jamilah. 2017. Analisis kelayakan pendirian usaha nugget ikan bandeng dengan metode net present value (NPV) di kabupaten Maros, Iltek, Vol. 12, 1751-1754. ISSN: 1907-0772.

Wulandari, DA, 2018. Morfologi, klasifikasi, dan sebaran cumi-cumi family Lolinginidae. Oseana. Vol 43 (2), 2018.

Yudaswara, R.A., A. Rizal, R.I. Pratama, A.A.H. Suryana.2018. Analisis kelayakan usaha produk olahan berbahan baku ikan nila (Oreochromis niloticus), J. Perik. Kel., 9, 104-111.

Downloads

Published

2021-08-07

How to Cite

Muhamad Firdaus, Bambang Dwi Argo, Atiek Iriany, Dhanny Septimawan Sutopo, Danang Ariyanto, & Marhen Andan Prasetyo. (2021). Pelatihan Pembuatan Nugget Cumi dan Kelayakan Usahanya di Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas . Prosiding Simposium Nasional Kelautan Dan Perikanan, (8). Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/proceedingsimnaskp/article/view/14896